Posts

Ujung Tombak Penanganan Gizi Buruk di Tangan Bupati

Image
Persoalan kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk, yang memakan cukup banyak korban di kabupaten Asmat, provinsi Papua, terjadi akibat kombinasi dari berbagai faktor. Menyadari kondisi keterisolasian akut di wilayah tersebut, Pemerintah pusat telah memberikan kewenangan penuh pada pemerintah setempat untuk pelayanan kesehatan masyarakat. Komitmen dan kewenangan itu juga disertai pemberian dana desa, dana Otonomi Khusus (Otsus), dan APBD yang cukup.

Hal itu ditegaskan Lenis Kogoya, Staf Khusus Presiden RI, menjelang keberangkatannya ke Papua, hari Selasa (16/1/2018). Presiden Joko Widodo juga sudah memerintahkan sebuah tim untuk segera ke lapangan di kabupaten Asmat, untuk menyelesaikan masalah gizi kronis, yang sejauh ini –menurut bbc.com (15/1/2018)-- menimbulkan setidaknya 61 korban jiwa.

Pemerintah tidak berdiam diri terhadap KLB yang terjadi di wilayah paling timur Indonesia tersebut. Namun, kondisi geografis dan medan, yang berat dan sulit dijangkau, ikut menimbulkan kom…

Apa Itu Sastra dan Bukan Sastra? (Perdebatan di FB grup Apresiasi Sastra, Nov 2017)

Image
(Catatan perdebatan Denny JA, Saut Situmorang, Malkan Junaidi, Ujianto Dewa, dan lain-lain di FB grup Apresiasi Sastra)
Oleh: Satrio Arismunandar


Perdebatan tentang isu-isu sastra di kalangan para sastrawan dan penikmat karya-karya sastra adalah hal biasa, malah bisa berarti positif. Termasuk perdebatan tentang hal yang paling mendasar dalam sastra, yaitu merumuskan konsep apa itu “sastra” dan “bukan sastra.”

Beberapa waktu lalu, salah seorang seniman yang lebih dikenal sebagai penyanyi dan pembuat lagu, Bob Dylan, memenangkan penghargaan Nobel di bidang Sastra. Dylan memang punya karya berbentuk novel dan buku puisi, namun dia memenangkan penghargaan Nobel justru karena lirik-lirik lagunya itu. Artinya, lirik lagu Bob Dylan pun oleh panitia Nobel dianggap sebagai “sastra.”

Politisi terkemuka Inggris, Winston Churchill mendapatkan Nobel Sastra karena buku reportase perang dan pidatonya, yang dianggap bernilai sastra. Oleh karena itu, rumusan tentang apa itu “sastra” dan “bukan sastra”…

Perdebatan “Film Sebagai Sastra” di FB grup Apresiasi Sastra -Nov 2017

Image
Denny JA
Ini sampul novel House of Cards yang menjadi basis serial drama dengan judul yang sama: 5 seasons @13 episode yang saya review dalam 6 tulisan. (Menjawab permintaan Admin).
Saya berpandangan film yang berbasiskan karya sastra (a.l:novel), apalagi mendapatkan begitu banyak penghargaan (33 nominasi prime time Emmy Award) juga karya sastra. Mengulas film itu sama dengan mengulas karya sastra.
Jika ada tak setuju dengan pandangan itu boleh saja. Interpretasi atas agama saja boleh beragam. Interpretasi atas apa itu karya sastra tentu boleh juga beragam.
Bahkan kini penulis lagupun: Bob Dylan mendapatkan nobel sastra. Lagu juga karya sastra. Yang tak setuju bahwa lagu itu karya sastra silahkan mendebat panitia nobel sastra😁 Definisi terhadap konsep selalu bergerak sesuai dengan perkembangan zaman.
Jika ada yang mengkritik mengulas film bukan bagian dari percakapan sastra silahkan kritik isi kepalanya sendiri mengapa begitu sempit mengartikan sastra.😁
Denny JA
Silahkan admin ambil…

Cover untuk Steemit

Image

Foto untuk Steemit

Image

Program Reklamasi Berkelanjutan di Bekas Pertambangan Timah Bangka

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

PT Refined Bangka Tin (RBT) pada 15 Agustus 2017 meluncurkan Program Reklamasi Berkelanjutan “Green for Good”. Ini adalah program konservasi lahan bekas penambangan timah, untuk mengembalikan fungsi tanah yang sudah tidak produktif. Demikian laporan wartawan indonesiamandiri.id dari Bankza bdelitung.

Program ini melibatkan masyarakat setempat dan pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah, aparat keamanan, LSM, serta organisasi nasional dan International. Program ini juga bertujuan memberikan sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat di sekitar tambang.

Sebagai salah satu produsen timah terbesar di Indonesia, yang menjalankan Program Reklamasi Berkelanjutan, RBT akan mengembalikan lahan seluas 50 hektar bekas pertambangan untuk digunakan sebagai kawasan konservasi lahan, agrikultur, agrowisata, dan eco-education.

Eco-education mengajarkan cara bertani serta menjaga lingkungan yang baik kepada masyarakat setempat. RBT juga ingin memastikan, semua akti…

Puisi - Pendusta Agama dan Pemulia Agama

Oleh: Satrio Arismunandar

Tahukah engkau
Siapa sesungguhnya
yang disebut pendusta agama itu?
Orang yang menghardik anak yatim
Yang tidak mendorong orang
untuk memberi makan orang miskin

Rumusan yang sangat sederhana
mudah dipahami
tidak sulit dimengerti
sekaligus juga sangat konkret
Mungkin ini kehendak Tuhan
agar kita manusia mudah menerapkannya

Tuhan tak ingin kita berdalih
di balik kerumitan kalimat dan kata-kata
Tuhan tak ingin kita lari menghindar
dari tanggung jawab moral di depan mata
Tuhan tak ingin kita beralasan
untuk tidak melakukan apa-apa
karena manusia dinilai dari perbuatannya

Jika tak mendorong orang
untuk memberi makan orang miskin
itu kau sebut mendustai agama
Sebutan apa yang kau berikan
untuk orang yang membuat warga jadi miskin?

Orang yang memanipulasi warga bodoh
dan bukan mencerdaskannya
Menyuruh warga melakukan ini-itu
sementara yang menyuruh tidak menjalankan suruhannya
Menindas warga lemah
dan bukan memberdayakannya

Merampas hak-hak warga
yang sudah hampi…