Friday, January 20, 2012

Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) dalam Bidang Pendidikan - Kasus Thailand


Konten adalah Raja: Pelajaran dari Thailand

Tiga tahun sesudah penerapan pada 1995, SchoolNet Thailand, sebuah proyek gabungan Pusat Teknologi Komputer dan Elektronika Nasional (NECTEC), Organisasi Telepon Thailand, Otoritas Komunikasi Thailand, dan Kementerian Pendidikan, menyadari adanya masalah yang sebelumnya tidak mereka perkirakan.

Sesudah membangun jejaring infrastruktur pendidikan di Thailand yang menghubungkan 152 SMP lokal ke Internet, diketahui bahwa sekolah-sekolah itu sulit menggunakan Internet sebagai alat belajar-mengajar.

Tampaknya, kurangnya sumber online yang berkualitas untuk edukasi dalam bahasa lokal –Thai— telah mengurangi minat penggunaan Internet di kalangan siswa dan guru. Maka SchoolNetThailand harus memperluas apa yang tadinya dianggap sebagai program “akses universal,” agar mencakup pengembangan konten –disempurnakan lewat pelatihan—dalam bahasa Thai.

Pada September 1998, SchoolNet Thailand menugaskan Universitas Kasetstart dan Institut untuk Promosi Pengajaran Sains dan Teknologi, untuk menciptakan situs Web berbahasa Thai untuk tingkatan SMP, bagi mata pelajaran Matematika, Fisika, Biologi, Teknik, Lingkungan dan Ilmu Komputer. Secara kolektif disebut “Perpustakaan Digital,” situs-situs Web itu diluncurkan sekitar setahun kemudian.

SchoolNet Thailand juga mengembangkan aplikasi web yang mudah digunakan, yang dinamai “Tool Kit Perpustakaan Digital,” yang memungkinkan para guru untuk menciptakan materi ajar berbasis-web dalam bahasa Thai. Para guru dan siswa juga diberi instruksi tentang pengembangan halaman Web.

Pada Mei 2001, Perpustakaan Digital sudah berisi 1.113 konten yang diciptakan hampir seluruhnya oleh para guru pengajar. Penyempurnaan proyek “Perpustakaan Digital” dilakukan dengan produksi materi pengembangan profesional multimedia, yang dinamai “Thai Teacher 2000.” Materi ini mencakup manual cetak, sebuah video tape, dan CD-ROM.

Upaya pengembangan konten SchoolNet Thailand juga mendapat manfaat dari proyek dokumentasi nasional, yang diujungtombaki oleh Komisi Budaya Nasional, yang dinamai “Sistem Informasi Budaya Thai.” Program ini dimaksudkan, antara lain, untuk mengumpulkan informasi tentang budaya Thai, dan menyebarkan informasi ini melalui CD-ROM dan Internet.

Saat ini, SchoolNet Thailand berbangga diri telah menghubungkan hamper 4.000 sekolah dalam jejaringnya, dengan lebih dari 900 di antaranya memilkii halaman Web sendiri dalm bahasa Thai. Thailabd berharap untuk mnemperluas ketentuan layanan Internet sekiutar 34.000 sekolah di skala nasional dalam tsahunptahun mendatanb, dan untrujk terus memimpin dalazm pengemb angan konten lokasldi Thaoland/.

Sumber: NECTEC. (July 2002). ICT for Poverty Reduction: Examples of Programmes/Projects in Thailand, pp. 6-13.

Jakarta, 20 Januari 2012

Diterjemahkan oleh Satrio Arismunandar - 081908199163

WorLD: Pengembangan Profesi Guru sebagai Tonggak Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) dalam Pendidikan


WorLD: Pengembangan Profesi Guru sebagai Tonggak Penggunaan ICT dalam Pendidikan

Program The World Links for Development (WorLD) dimulai di Uganda pada 1997 di bawah pengawasan Institut Bank Dunia. Tujuannya adalah untuk membantu pemerintah, untuk membawakan manfaat dari Internet dan WWW ke sekolah-sekolah menengah di suatu negara.

Program The WoRLD memiliki tiga komponen: Konektivitas, Pelatihan, dan Pemantauan dan Evaluasi. Sementara banyak organisasi internasional dan lokal terfokus pada pemberian teknologi ke sekolah-sekolah, WorLD selama bertahun-tahun telah membangun reputasi yang mengesankan sebagai salah satu dari penyedia utama layanan pengembangan profesi bagi guru, administratur sekolah, dan pengambil kebijakan di negara-negara berkembang di seluruh dunia.

Program Pengembangan Profesi WorLD Bagi Guru, yang disampaikan terutama lewat tatap-muka oleh pelatih internasional dan lokal, dengan online susulan, terbagi dalam lima tahap:

Tahap 1. Melek Komputer
Tujuan: Untuk mengenalkan dasar-dasar teknologi komputer dan membantu peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan melek komputer dasar.

Tahap 2. Pengenalan ke Internet untuk Pengajaran dan Pembelajaran

Tujuan: Mengenalkan konsep-konsep mendasar, teknologi dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memperkenalkan teknologi jejaring dan Internet untuk pengajaran dan pembelajaran; memprakarsai diskusi tentang kemungkinan-kemungkinan baru, membangkitkan proyek-proyek email dasar.

Tahap 3. Pengenalan ke Proyek-proyek Pembelajaran Telekolaboratif
Tujuan: Pengenalan ke telekolaborasi edukasional --dari struktur aktivitas ke penciptaan, desain, implementasi dan penyebaran proyek-proyek orisinal.

Tahap 4: Kurikulum dan Integrasi Teknologi

Tujuan: Mengembangkan keterampilan dan pemahaman tentang bagaimana mencipta, memadukan dan memfasilitasi praktik-praktik ruang kelas yang inovatif, yang memadukan teknologi jejaring dan kurikulum.

Tahap 5: Inovasi: Pedagogi, Teknologi dan Pengembangan Profesi

Tujuan: Mengembangkan keterampilan dan pemahaman tentang bagaimana mengevaluasi dan menyebarkan praktik-praktik ruang kelas yang inovatif, seraya menangani keprihatinan sosial dan etis.

WorLD juga telah mengembangkan model-model pelatihan bagi pembuat kebijakan tentang manajemen ICT edukasional dan tentang telecenter.

WoRLD saat ini aktif di lebih dari 20 negara di Afrika, Amerika Latin, dan Asia Selatan. Sudah dicanangkan untuk menggelindingkan programnya di Asia Tenggara – di Kamboja, Laos, Vietnam, Indonesia dan Filipina —pada 2003.

Sumber: WorLD. Program Profile. 2001.

Diterjemahkan oleh Satrio Arismunandar - 081908199163

Apakah Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) akan Menggantikan Peran Guru?


Apakah ICT akan Menggantikan Guru?

Jawabannya adalah tegas: TIDAK! Faktanya, dengan pengenalan ICT di ruang kelas, peran guru dalam proses pembelajaran bahkan menjadi lebih dipentingkan. Yang dapat dan seharusnya berubah adalah jenis peran yang dimainkan guru. Peran siswa pada gilirannya juga berkembang.

Karena ICT dapat membuka ruang kelas ke dunia luar, komunitas juga dapat memainkan peran baru di ruang kelas. Manakala pembelajaran bergeser dari “model yang berpusat ke guru” menjadi “model yang berpusat ke peserta didik,” guru tidak lagi menjadi satu-satunya suara yang memiliki otoritas dan lebih bersifat sebagai fasilitator, mentor dan pembimbing (coach) – dari “orang bijak di panggung” menjadi “pemandu di samping.”

Tugas utama guru menjadi untuk mengajari siswa bagaimana mengajukan pertanyaan dan memposisikan problem, merumuskan hipotesis, melacak informasi, dan lalu secara kritis menilai informasi yang ditemukan dalam hubungannya dengan problem yang dihadapi. Dan mengingat pembelajaran yang dikembangkan dengan ICT adalah sebuah pengalaman baru, bahkan bagi si guru sendiri, maka guru menjadi pembelajar-bersama dan menemukan hal-hal baru bersama para siswanya.

Sebagai tambahan, kini tak aneh lagi melihat siswa di dalam ruang kelas yang dilengkapi ICT, mengambil peran formal dan peran informal sebagai guru bagi rekan sebaya mereka dan siswa lain yang lebih muda. Kadang-kadang bahkan terhadap guru mereka sendiri. Guru dan siswa dari sekolah-sekolah yang berbeda, pakar materi tertentu, orangtua, komunitas dan pemimpin bisnis, politisi, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan juga jadi terlibat dalam proses pembelajaran – sebagai narasumber, pengritik, mentor, dan pemandu sorak. Mereka juga merupakan publik, yang diharapkan menjadi khalayak kritis bagi karya para siswa yang disiarkan di Web (media online) atau lewat media lainnya.

Banyak guru enggan menggunakan ICT, khususnya komputer dan Internet. Hannafin dan Savenye menemukan beberapa alasan bagi keengganan ini, yaitu: rancangan perangkat lunak yang buruk, keraguan tentang keefektifan komputer dalam pengembangan hasil pembelajaran, kurangnya dukungan administratif, meningkatnya waktu dan upaya yang dibutuhkan untuk mempelajari teknologi dan bagaimana menggunakannya untuk pengajaran, serta rasa khawatir kehilangan kewenangan mereka di ruang kelas, mengingat kini proses menjadi lebih terpusat pada peserta didik.

Itu semua adalah masalah yang harus ditangani, baik oleh pendidikan guru pra-layanan (pre-service) dan program pengembangan profesi guru di dalam pelayanan (in-service), jika sekolah dan lembaga pendidikan lainnya ingin sepenuhnya mengeksploitasi komputer dan Internet sebagai alat-alat pendidikan.

Di tingkatan layanan, pengembangan profesi guru (TPD) bidang ICT, harus bersifat jangka panjang, diarahkan oleh guru, dan seluwes mungkin. Bagi banyak guru yang berkualifikasi rendah, terlalu banyak beban kerja, dan digaji terlalu murah di negara-negara berkembang, adopsi yang efektif terhadap ICT tergantung pada peluang yang terus-menerus diberikan, untuk mempelajari apa yang perlu mereka pelajari, berdasarkan pada pengalaman dan lingkungan khususnya, manakala mereka punya waktu untuk mempelajarinya.

Insentif yang terlembagakan dan dukungan bagi para guru untuk mengikuti TPD juga sangat penting. Insentif ini mungkin berbentuk promosi bagi guru yang melakukan inovasi dengan ICT di ruang kelas, bukan sekadar menggunakan ICT. Atau, bisa juga dengan memastikan bahwa para guru memiliki akses yang memadai terhadap teknologi sesudah pelatihan.

Jakarta, 20 Januari 2012

Diterjemahkan dan dikutip oleh Satrio Arismunandar dari "ICT in Education" karya Victoria L. Tinio. Tulisan itu disusun sebagai bagian dari “ICT for Development,” proyek regional yang dilakukan oleh badan PBB, UNDP (United Nations Development Programme), Bureau for Development Policy. Yakni, melalui the Asia-Pacific Development Information Programme (APDIP) yang bekerjasama dengan Sekretariat ASEAN. Paper ini ditampilkan dalam acara the World Summit on the Information Society. ***

Tantangan Utama dalam Pengintegrasian Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) pada Bidang Pendidikan


Dikutip dari "ICT in Education" karya Victoria L. Tinio, yang disusun sebagai bagian dari “ICT for Development,” proyek regional yang dilakukan oleh badan PBB, UNDP (United Nations Development Programme), Bureau for Development Policy. Yakni, melalui the Asia-Pacific Development Information Programme (APDIP) yang bekerjasama dengan Sekretariat ASEAN. Paper ini ditampilkan dalam acara the World Summit on the Information Society. (Bab V, halaman 22-26).

Secara umum, penggunaan ICT dalam pendidikan harus mengikuti penggunaan dalam masyarakat, bukan mendahuluinya. Program pendidikan yang menggunakan teknologi terkini jarang mencapai kesuksesan jangka panjang. Lebih mudah dan lebih murah untuk memperkenalkan sebentuk teknologi dalam pendidikan, dan menjaganya agar tetap bekerja, di mana pendidikan itu mengikuti pembangunan skala-besar dari pemerintah atau sektor swasta. Televisi bekerja untuk pendidikan ketika ia mengikuti ketimbang mendahului penggunaan televisi untuk hiburan.

Apa tantangannya dalam kaitan dengan pembangunan-kapasitas?

Berbagai kompetensi harus dikembangkan melalui sistem pendidikan bagi integrasi ICT, agar berhasil.

Guru. Pengembangan profesi guru harus mencakup lima hal:
1) keterampilan dengan penerapan tertentu
2) integrasi ke dalam kurikulum yang ada
3) perubahan kurikulum terkait dengan penggunaan IT (teknologi informasi)
4) perubahan dalam peran guru
5) teori-teori pendidikan yang menyokongnya.

Idealnya, hal-hal ini harus ditangani dalam pelatihan guru pra-pelayanan dan dibangun serta dikembangkan di dalam pelayanan. Di beberapa negara, seperti Singapura, Malaysia dan Inggris, persyaratan akreditasi pengajaran mencakup pelatihan dalam penggunaan ICT. ICT berkembang dengan sangat cepat sehingga bahkan guru-guru yang paling fasih ICT perlu terus-menerus memperbarui keterampilannya, sehingga tetap sejalan dengan perkembangan teknologi terbaru dan praktik-praktik terbaik.

Sementara fokus pertama –keterampilan dengan aplikasi tertentu—sudah terbukti dengan sendirinya, empat hal lainnya punya arti penting yang setara, jika tidak lebih besar. Riset tentang penggunaan ICT pada setting pendidikan yang berbeda selama bertahun-tahun menunjukkan adanya hambatan bagi keberhasilan penerapan ICT.

Hambatan itu adalah ketidakmampuan guru untuk memahami mengapa mereka harus menggunakan ICT dan bagaimana persisnya mereka dapat menggunakan ICT untuk membantu mereka mengajar lebih baik. Sangat disayangkan, sebagian besar pengembangan profesi guru dalam ICT terlalu ditekankan pada aspek “pengajaran tentang alat-alat” dan kurang menekankan aspek “penggunaan alat-alat untuk mengajar.”

Kecemasan para guru bahwa posisi mereka akan digeser oleh teknologi atau kewenangannya akan hilang di dalam ruang kelas, mengingat proses belajar menjadi lebih berorientasi pada peserta didik, diakui sebagai penghambat bagi adopsi ICT. Hambatan ini hanya dapat diatasi jika guru telah memiliki pemahaman dan apresiasi tentang perubahan peran mereka.

Administratur Pendidikan. Kepemimpinan memainkan peran kunci dalam integrasi ICT di bidang pendidikan. Banyak proyek ICT yang diprakarsai guru atau siswa menjadi gagal karena kurangnya dukungan dari atas. Agar program-program ICT bisa efektif dan berkesinambungan, para administratur sendiri harus kompeten dalam penggunaan teknologi. Mereka harus memiliki pemahaman yang luas tentang dimensi teknis, kurikulum, administratif, keuangan, dan sosial dari penggunaan ICT dalam bidang pendidikan.

Spesialis Dukungan Teknis. Apakah disediakan oleh staf di dalam sekolah, atau oleh penyedia jasa dari pihak luar, atau kedua-duanya, spesialis dukungan teknis sangat penting bagi ketersediaan yang berkesinambungan dalam penggunaan ICT di sekolah bersangkutan. Persyaratan dukungan teknis dari sebuah lembaga akhirnya memang tergantung pada apa dan bagaimana teknologi itu dikerahkan dan digunakan. Meski demikian, kompetensi umum yang dibutuhkan adalah dalam instalasi, operasi, dan pemeliharaan perlengkapan teknis (termasuk perangkat lunak), administrasi jejaring, dan keamanan jejaring. Tanpa dukungan teknis di lokasi, banyak waktu dan uang akan terbuang sia-sia akibat kegagalan teknis.

Di Filipina, misalnya, salah satu penghambat utama pengoptimalan penggunaan komputer di sekolah menengah adalah kurangnya dukungan teknis yang sewaktu-waktu dibutuhkan. Dalam beberapa kasus ekstrem yang terjadi di sekolah-sekolah di daerah terpencil, komputer yang rusak butuh waktu berbulan-bulan untuk diperbaiki, karena tidak ada teknisi yang tersedia di lokasi berdekatan. Akibatnya, komputer itu harus dikirim ke kota terdekat yang jaraknya ratusan kilometer dari sekolah tersebut.

Pengembang Konten. Pengembangan konten adalah masalah kritis yang juga sering diabaikan. Sebagian besar materi pendidikan berbasis-ICT yang tersedia kemungkinan dalam bahasa Inggris, dan tidak begitu relevan dengan pendidikan di negara berkembang, khususnya di tingkatan sekolah dasar dan menengah (SD dan SMP).

Ada kebutuhan untuk mengembangkan konten pendidikan yang orisinal (misalnya, program radio, materi pembelajaran multimedia yang interaktif dengan CD-ROM atau DVD, kursus berbasis Web, dan sebagainya). Juga, kebutuhan untuk mengadaptasi (menyesuaikan) konten yang sudah ada, dan mengubah konten yang berbasis cetakan ke media digital.

Ini adalah tugas-tugas yang membutuhkan spesialis pengembangan konten, seperti perancang instruksional, penulis naskah, spesialis produksi audio dan video, pembuat program (programmer), pengarang kursus multimedia, dan para pengembang-Web.

Seperti spesialis pendukung teknis, pengembang konten adalah profesional yang sangat terampil dan bukan orang yang dipekerjakan oleh sekolah dasar atau menengah bersangkutan (terkecuali perancang instruksional). Banyak universitas yang menyelenggarakan program pendidikan jarak jauh, dan mereka yang menggunakan ICT, mendedikasikan dukungan teknis dan unit-unit pengembangan konten.

Apa Tantangan yang Perlu Ditangani dalam Bidang Bahasa dan Konten?


Bahasa Inggris adalah bahasa dominan di Internet. Diperkirakan, 80% dari konten online adalah dalam bahasa Inggris. Sebagian besar perangkat lunak pendidikan yang diproduksi di pasar dunia adalah dalam bahasa Inggris. Untuk negara-negara berkembang di Asia-Pasifik, di mana kefasihan berbahasa Inggris tidaklah tinggi, khususnya di luar wilayah metropolitan, hal ini menjadi penghambat yang serius dalam memaksimalkan manfaat-manfaat World Wide Web bagi pendidikan.

Bahkan di negara-negara di mana bahasa Inggris adalah bahasa kedua (seperti Singapura, Malaysia, Filipina, dan India), ada kewajiban untuk dikembangkannya materi pengajaran dan pembelajaran, yang harus cocok dengan persyaratan kurikulum nasional dan secara lokal memiliki konten yang bermakna (bisa dimengerti), lebih disukai dalam bahasa lokal.

Hal ini akan memastikan bahwa Web pada dasarnya adalah ruang multikultural, dan bahwa orang yang berasal dari budaya yang berbeda-beda memiliki saham dan suara yang setara, dalam komunitas global untuk pembelajaran dan praktik online. Kelompok yang rawan dikucilkan dari peluang pembelajaran ini adalah penduduk pedesaan yang terisolasi, kaum minoritas budaya, dan kaum wanita pada umumnya. Maka perhatian harus diberikan bagi kebutuhan khusus mereka.

Salah satu tren yang membesarkan hati adalah munculnya jejaring sekolah nasional dan regional, atau SchoolNets, yang memfasilitasi pembagian konten dan informasi. Antara lain, bimbingan kurikulum, sumber pengajaran dan pembelajaran, pendaftaran telekolaboratif, petunjuk sekolah dan guru, materi dan kurikulum pengajaran, makalah riset dan kebijakan, bimbingan manajemen teknologi, dan perangkat awal cara penggunaan alat (start-up toolkits).

Negara-negara seperti Australia, Perancis, Finlandia, Jepang, Kanada, Thailand, Ghana, Afrika Selatan, dan Zimbabwe, untuk menyebut sebagian kecil saja, semua memiliki SchoolNets nasional. Program Enlaces di Amerika Latin menghubungkan sekolah-sekolah dari negara berbahasa Spanyol, seperti Chile, Paraguay, Costa Rica, Colombia, dan Peru. Di Asia Tenggara, upaya-upaya sedang dilakukan untuk percontohan SchoolNets di Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam, dan untuk menghubungkan semua itu dengan ScholNets nasional yang sudah ada, guna membentuk sebuah SchoolNet ASEAN berskala regional.

Dalam pembelajaran berbasis-Web, standarisasi teknis dari konten juga menjadi isu yang mendesak. Standarisasi memungkinkan aplikasi-aplikasi yang berbeda untuk berbagi konten dan sistem pembelajaran. Spesifikasi dalam konten, struktur, dan format test diusulkan agar bisa terjadi kecocokan operasional (interoperability) antara sistem-sistem manajemen yang berbeda, yang akan menghasilkan efisiensi biaya.

Standar itu harus cukup umum untuk mendukung semua jenis sistem pembelajaran dan konten. Layak disebutkan di sini beberapa prakarsa yang diselenggarakan oleh Instructional Management System (IMS), Advanced Distributed Learning /Shareable Courseware Object Reference Model (ADL/SCORM), Aviation Industry Computer Based Training Committee (AICC), dan proyek ARIADNE dari Eropa, mengingat beberapa standar yang mereka usulkan itu sudah dipergunakan secara meluas.

Kemudahan di mana konten edukasi berbasis-Web bisa disimpan, dikirimkan, diduplikasi, dan dimodifikasi, juga mengangkat keprihatinan tentang perlindungan hak atas kekayaan intelektual (HaKI). Misalnya, apakah hak-hak ini akan dilanggar ketika suatu kuliah disiarkan di televisi atau di Web, manakala kuliah itu memasukkan materi-materi yang sebelumnya sudah ada? Atau, bagaimana jika seorang siswa merekam siaran pendidikan di televisi dalam tape, untuk ditonton kemudian?

Sejumlah sekolah dan universitas mungkin sudah memiliki perjanjian, yang secara jelas memberi wewenang bagi penggunaan materi tertentu untuk digunakan di ruang kelas. Namun, persetujuan ini mungkin tidak cukup luas untuk mengakomodasi transmisi telekomunikasi, rekaman videotape, atau distribusi materi terkait-kursus (kuliah) yang melampaui lingkungan ruang kelas. Dalam kaitan ini, informasi dan pelatihan bagi guru dan siswa, tentang aspek etis penggunaan karya intelektual, patut menjadi komponen yang penting dalam program-program berbasis-ICT.

Apa Tantangan yang Terkait dengan Pembiayaan Penggunaan ICT?

Salah satu tantangan terbesar dalam penggunaan ICT untuk pendidikan adalah menyeimbangkan antara tujuan-tujuan edukasi dengan realitas ekonomi. ICT dalam program pendidikan membutuhkan investasi modal yang besar. Maka negara-negara berkembang perlu hati-hati dalam membuat keputusan tentang model-model penggunaan ICT yang akan diterapkan, dan mereka juga harus sadar tentang pemeliharaan kelayakan ekonomi karena skalanya yang besar (economies of scale).

Pada akhirnya, ini adalah isu tentang apakah nilai tambah yang diperoleh dari penggunaan ICT cukup layak dan seimbang dengan biaya yang dikeluarkan, dibandingkan dengan biaya bagi alternatif lain. Jika dinyatakan lewat ungkapan lain, apakah pembelajaran berbasis-ICT merupakan strategi yang paling efektif untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan? Dan, jika demikian, modalitas (pilihan cara) dan skala penerapan yang seperti apa, yang dapat didukung, berdasarkan ketersediaan sumberdaya keuangan, SDM, dan sumber lain yang ada?

Whyte menyarankan daftar berikut ini, sebagai sumber dana dan sumberdaya bagi program-program yang menggunakan ICT:
1. Hibah
2. Subsidi publik
3. Donasi swasta, acara-acara penggalangan dana
4. Dukungan niat baik (misal, berbentuk perlengkapan, sukarelawan)
5. Dukungan komunitas (misalnya, bangunan bebas sewa)
6. Iuran keanggotaan
7. Pendapatan yang diperoleh dari bisnis inti: Konektivitas (telepon, faxcimile, Internet, halaman Web); akses langsung komputer ke pengguna (fotokopi, scanning, bantuan audiovisual)
8. Pendapatan yang diperoleh dari aktivitas penyokong: Layanan bisnis (layanan pengetikan, spreadsheet, penyiapan anggaran, percetakan, jasa resepsi); layanan pendidikan (pendidikan jarak jauh, kursus-kursus pelatihan); layanan komunitas (ruang rapat, peristiwa sosial, informasi lokal, kiriman uang dari pekerja migran); kerja jarak jauh dan konsultasi; aktivitas khusus (pengobatan jarak jauh); penjualan (alat perkantoran, perangko, penyegaran, dan lain-lain).

Kemitraan sektor swasta dan sektor publik untuk mengawali atau mengikuti secara cepat proyek-proyek berbasis-ICT, adalah strategi yang telah beredar di kalangan Kementerian Pendidikan di negara-negara berkembang.

Kemitraan ini bisa berbentuk berbagai macam, termasuk hibah sektor swasta dengan kontribusi mitra pemerintah, sumbangan perlengkapan dan konten terkait-pendidikan oleh perusahaan untuk sekolah-sekolah negeri, dan ketentuan bantuan teknis bagi perencanaan, manajemen, dan penguatan sumberdaya manusia di tingkatan akar rumput. Organisasi multilateral dan badan-badan bantuan internasional juga telah mendorong banyak ICT yang paling signifikan dalam upaya pendidikan di negara berkembang.

Namun ujian keberhasilan finansial dari program-program berbasis-ICT adalah seberapa jauh mereka bisa bertahan, suudah uang hasil sumbangan itu habis. Banyak program edukasi berbasis-ICT yang didanai badan-badan bantuan atau oleh perusahaan, tidak mampu bertahan terus karena pemerintah gagal memberi dukungan, dengan pembiayaan yang dibutuhkan. Atau, komunitas lokal setempat tidak sanggup membangkitkan sumberdaya yang dibutuhkan untuk meneruskan program-program tersebut. Ini terjadi pada beberapa proyek Instruksi Radio Interaktif yang diprakarsai USAID. Karena itu, strategi dua sisi adalah kunci: dukungan pemerintah dan mobilisasi komunitas lokal.

Apakah Penggunaan ICT akan Mampu Melenyapkan Semua Problem Pendidikan di Negara Berkembang?

Jika ada kebenaran yang tak dapat disangkal, yang muncul dari sejarah singkat penggunaan ICT dalam pendidikan, maka kebenaran itu adalah bahwa permasalahannya bukan terletak pada teknologi, tetapi pada bagaimana manusia menggunakan teknologi!

Dengan kata lain: Bagaimana Anda menggunakan teknologi adalah jauh lebih penting daripada soal apakah Anda menggunakan atau tidak menggunakan teknologi sama sekali. Kecuali pemikiran kita tentang persekolahan juga berubah --di sepanjang proses perluasan dan keberlangsungan penggunaan ICT di ruang kelas-- maka investasi teknologi itu akan gagal membangkitkan seluruh potensi yang dimilikinya.

Jadi, teknologi tidak boleh mengarahkan atau mengendalikan pendidikan. Namun, justru tujuan-tujuan dan kebutuhan pendidikan, serta ekonomi yang cermat, itulah yang harus mengarahkan penggunaan teknologi. Hanya dengan cara ini, institusi pendidikan di negara-negara berkembang secara efektif dan layak dapat mengatasi kebutuhan-kebutuhan kunci dari penduduk, untuk membantu mereka keseluruhan menanggapi tantangan-tantangan dan peluang baru, yang diciptakan oleh ekonomi global.

Karena itu, ICT tidak dapat dengan sendirinya memecahkan problem-problem pendidikan di negara berkembang, seperti problem-problem berat yang berakar pada isu kemiskinan, ketidaksetaraan sosial, dan pembangunan yang tidak merata. Yang bisa dilakukan ICT sebagai alat pendidikan, jika ICT digunakan secara hati-hati, adalah membuat negara berkembang itu meluaskan akses dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Kehati-hatian membutuhkan pertimbangan yang seksama, dari berbagai isu yang berinteraksi satu sama lain, yang menentukan penggunaan ICT di sekolah. Seperti: Kebijakan pemerintah dan politik, pembangunan infrastruktur, kapasitas manusia, bahasa dan konten, budaya, ekuitas, biaya, dan --yang tidak kalah penting-- kurikulum dan pedagogi. ***

Jakarta, 20 Januari 2012
Diterjemahkan secara bebas oleh Satrio Arismunandar
Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UI
HP: 0819 0819 9163

Thursday, January 19, 2012

TEKNIK PENULISAN ESSAY OPINI


Oleh Satrio Arismunandar

Banyak orang merasa punya segudang ide atau opini tentang suatu hal atau masalah. Mulai dari hal/masalah yang menyangkut seni, budaya, ilmu pengetahuan, ekonomi, politik, fenomena sosial, dan sebagainya. Persoalannya, kita sering menghadapi kesulitan dalam menuangkan ide atau opini tersebut dalam bentuk tulisan atau esei (essay). Padahal, lewat tulisan tersebut kita berharap bisa menyebarkan ide atau opini itu ke khalayak yang lebih luas, melalui media massa.

Essay adalah sebentuk tulisan yang sering ditulis dari sudut pandang pribadi seseorang. Tujuan utama dari setiap essay adalah penyampaian pesan yang jelas, padat dan utuh.

Penulisan essay itu sendiri adalah proses yang melibatkan pengorganisasian informasi dan opini. Informasi yang dimaksud di sini tentunya harus berlandaskan fakta, bukan khayalan. Maka penulis essay harus memahami dulu, apa perbedaan antara pernyataan faktual dan opini.

Pernyataan faktual adalah pernyataan yang bisa dibuktikan benar-tidaknya. Contohnya: ada apel di atas meja. Jika isi pernyataan itu memang sesuai fakta (yang dengan gamblang bisa dilihat oleh semua orang), maka semua pihak akan setuju dan tak ada seorang pun yang bisa membantah Anda.

Sedangkan, opini adalah pernyataan yang menunjukkan perasaan atau keyakinan seseorang, namun itu tidak bisa dibuktikan. Misalnya: lebih enak makan apel daripada durian. Pernyataan ini tidak bisa dibuktikan. Tidak semua orang akan setuju bahwa apel lebih enak daripada durian, karena ini adalah soal selera yang memang sulit diperdebatkan.

Kadang-kadang pernyataan faktual bisa tercampur dengan opini. Misalnya: apel yang dibeli dari toko buah itu rasanya lebih enak daripada jeruk. ”Dibeli dari toko buah” adalah pernyataan faktual, yang bisa dibuktikan benar-tidaknya. Tetapi, ”rasanya lebih enak daripada jeruk” adalah opini yang tidak bisa dibuktikan.

Dalam penulisan essay opini terdapat dua aspek yang perlu diperhatikan. Yaitu, aspek pendekatan personal (sudut pandang pribadi si penulis) dan aspek pendekatan argumentatif (mengedepankan argumen-argumen untuk mendukung opini dalam penulisan).

Berikut ini adalah unsur-unsur utama sebuah essay opini:
1. Topik/permasalahan yang mau ditulis.
2. Opini/pandangan pribadi si penulis tentang topik/permasalahan itu.
3. Argumen-argumen yang menjelaskan dan mendukung opini/pandangan tesebut.

Sedangkan struktur sebuah essay opini secara sederhana dapat dibagi menjadi tiga bagian: Pengantar/pendahuluan; tubuh tulisan; dan kesimpulan/penutup. Isi tiap bagian itu dapat dirinci sebagai berikut:

Pengantar/Pendahuluan:

- Penjelasan tentang topik/permasalahan
- Topik ini terkadang disajikan dalam bentuk pertanyaan (yang akan dijawab secara lebih mendalam dalam tubuh tulisan)
- Pandangan penulis secara umum tentang topik itu.
- Pembaca perlu mendapat kejelasan tentang sikap dan pandangan penulis tentang masalah tersebut sejak awal tulisan.

Si penulis sendiri sejak awal harus paham betul tentang apa yang mau ditulisnya. Kejelasan tentang topik dan gagasan itu bisa diperoleh dengan, misalnya, mengajukan pertanyaan sebagai berikut:
- Apa tujuan utama Anda menulis essay ini?
- Pembelajaran apa yang sekiranya akan diperoleh para pembaca sehabis membaca tulisan ini?
- Apa pesan utama tulisan ini?

Tubuh Tulisan:

- Penjelasan secara lebih rinci dari penulis tentang opininya
- Argumentasi yang dikedepankan untuk mendukung opini tersebut.

Ada dua macam argumentasi yang mendukung opini si penulis:
Pertama, argumentasi yang berbasis pada pribadi si penulis (latar belakang budaya, usia, status keluarga, pengalaman pribadi, aktivitas di organisasi, dan sebagainya). Biarkan pembaca menempatkan dirinya dalam situasi Anda, dalam kaitan dengan topik/permasalahan yang sedang dibahas.

Kedua, penggunaan berbagai sumber informasi untuk memvalidasi opini atau pandangan penulis. Penggunaan perspektif dari berbagai disiplin ilmu dapat digunakan untuk membuat permasalahan makin mudah dipahami, misalnya, pendekatan sosiologis, ilmu budaya, dan sebagainya. Lewat cara berargumentasi seperti ini, di mata khalayak pembaca, si penulis terkesan otoritatif, dan memiliki kapasitas yang layak untuk membahas topik/masalah bersangkutan. Selain itu, pemikiran si penulis terkesan telah dipertimbangkan dengan matang, dan bisa dibenarkan oleh pembaca.

Tapi harus diingat pula bahwa suatu pernyataan bisa didukung, namun juga bisa ditentang, dengan menggunakan referensi sejarah, ilmiah, aksiologis (nilai-nilai), dan sebagainya.

Kesimpulan/Penutup

Kesimpulan menjadi penutup essay dan memberi tanda pada pembaca bahwa si penulis telah mengakhiri diskusi/pembahasannya. Kesimpulan ini merangkum seluruh argumen dan pembahasan yang telah disajikan pada tubuh tulisan, dan bagaimana argumen-argumen itu mendukung sikap atau opini si penulis. Sering terjadi, dan hal ini tidak jadi masalah, jika kesimpulan itu tampak mirip dengan pengantar/pendahuluan tulisan.

Bagi Anda yang baru belajar menulis essay opini, bisa belajar bisa lebih mudah dengan bantuan outline (garis besar isi tulisan). Essay yang mau ditulis tidak usah panjang-panjang. Cobalah membuat sebuah ”essay opini lima paragraf.” Kira-kira outline itu seperti contoh di bawah:

Paragraf 1:
Pernyataan tesis (topik/masalah) dan opini Anda terhadapnya.

Paragraf 2:
Argumen yang mendukung opini penulis berdasarkan fakta/rincian, dengan menggunakan unsur:
Pemaparan
Contoh-contoh
Elaborasi, perluasan/penambahan informasi
Penjelasan rinci
Bantahan

Paragraf 3:
Argumen yang mendukung opini penulis berdasarkan fakta/rincian, dengan menggunakan unsur:
Pemaparan
Contoh-contoh
Elaborasi, perluasan/penambahan informasi
Penjelasan rinci
Bantahan

Paragraf 4:
Argumen yang mendukung opini penulis berdasarkan fakta/rincian, dengan menggunakan unsur:
Pemaparan
Contoh-contoh
Elaborasi, perluasan/penambahan informasi
Penjelasan rinci
Bantahan

Paragraf 5:
Kesimpulan, yang terdiri dari:
Penyebutan kembali tesis essay Anda
Penyebutan kembali rangkuman argumen
Doronglah pembaca ke arah tindakan (action)

Tentang Penggunaan dan Gaya Bahasa

Penulis harus menghindari gaya bahasa yang terlalu personal. Jangan ungkapkan terlalu banyak atau terlalu rinci tentang kehidupan pribadi Anda kepada pembaca.
Hindari uraian yang terlalu melantur atau melebar ke mana-mana. Setiap argumen yang ditulis harus mendukung tesis Anda.

Hindari pernyataan emosional yang berlebihan. Karena, pada dasarnya, essay opini itu menyajikan pandangan si penulis, serta bagaimana pandangan itu dibangun oleh penulis berlandaskan pada argumen-argumen yang mendukungnya. Tulisan yang bernada terlalu emosional akan terlihat kurang profesional.

Penulis juga harus menghindari nada yang agresif, penghakiman moral, dan sebagainya. Jangan menyerang pihak lain yang berbeda pandangan. Cukuplah opini penulis dan argumen yang mendukung opini tersebut diajukan dalam tulisan. Di situlah letak kekuatan tulisan, bukan pada caci maki atau serangan personal.

Sebagai saran tambahan: Walaupun opini Anda sebagai penulis sangat kuat, tidak perlu terlalu berapi-api atau emosional dalam mengekspresikannya. Fokuslah pada penyusunan alur yang logis dari argumen-argumen yang Anda ajukan, serta contoh-contoh yang penting untuk mendukung opini Anda, jika ada.

Jakarta, 19 Januari 2012


Daftar Pustaka:
http://daria-przybyla.suite101.com/how-to-write-an-opinion-essay-a104337
http://www.ehow.com/how_5619030_write-opinion-essay.html
http://custom-writing.org/blog/writing-tips/free-essay-writing-tips/231.html
http://homeworktips.about.com/od/essaywriting/a/opinion.htm
http://www.essay-paper.net/opinion_essay.html
http://opinion-essay.com/

Satrio Arismunandar, adalah Executive Producer di News Division TRANS TV. Pernah menjadi wartawan Harian Pelita (1986-1988), Harian Kompas (1988-1995) dan Media Indonesia (2000-2001).

E-mail: satrioarismunandar@yahoo.com
Blog: http://satrioarismunandar6.blogspot.com
HP: 081908199163

DIEGO MARADONA - Riwayat Trans TV, Sabtu 21 Jan 2012, Pkl.7.00 WIB


DIEGO MARADONA – Pahlawan Sepakbola Argentina
Saksikan di RIWAYAT, Trans TV, Sabtu, 21 Januari 2012, pukul 7.00 WIB


Anda boleh tidak setuju, tetapi banyak orang berpendapat, salah satu pesepakbola terbaik dunia dalam seabad terakhir ini adalah Diego Armando Maradona. Pahlawan sepakbola Argentina ini layak disejajarkan dengan pemain seperti Pele, Johan Cruyff, dan Christian Vieri.

Lahir dari keluarga miskin di Buenos Aires, Argentina, pada 30 Oktober 1960, Maradona adalah anak keempat dari enam bersaudara. Bakatnya dalam sepakbola sudah terlihat sejak usia 10 tahun. Pada usia 12 tahun, ia menjadi maskot klub Argentinos Juniors. Ketika berusia 18 tahun, ia berpartisipasi pada Piala Dunia Junior di Jepang.

Pada 1981, Maradona dibeli oleh klub Boca Juniors. Setelah unjuk kemampuan di pentas Piala Dunia 1982, ia ditransfer ke FC Barcelona dengan harga 5 juta poundsterling, rekor transfer termahal saat itu. Maradona lalu ditransfer ke SSC Napoli tahun 1984 dan mengantar klub itu menjadi Juara UEFA pada 1988. Maradona tampil bermain di Piala Dunia 1982, 1986, 1990 dan 1994.

Kehebatan Maradona, yang ditunjuk menjadi kapten tim, adalah pada Piala Dunia 1986 di Meksiko. Saat itu, hampir sendirian ia mengantarkan Argentina menjadi Juara Dunia untuk kedua kalinya. Ia membuat gol terbaik sepanjang masa versi FIFA, yaitu ketika Argentina bertemu Inggris di babak perempat final.

Maradona melakukan sprint sambil membawa bola dari tengah lapangan, kemudian melewati 5 pemain Inggris (Glenn Hoddle, Peter Beardsley, Steve Hodge, Peter Reid, Terry Butcher) dan menaklukkan kiper kenamaan Inggris, Peter Shilton. Semua itu dilakukan Maradona hanya dalam waktu sekitar 10 detik!

Sayangnya, di Italia, karir cemerlang Maradona merosot karena dinodai oleh kebiasaan buruknya mengonsumsi kokain. Ia juga sering tidak disiplin dalam latihan dan pertandingan, sehingga beberapa kali kena sanksi oleh klubnya.

Sesudah pensiun sebagai pemain sejak 1997, Maradona sempat menjadi pelatih timnas Argentina mulai November 2008 sampai Juli 2010. Ia dipecat setelah Argentina kalah telak 4-0 oleh Jerman pada babak perempat final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Lika-liku kisah Maradona ini dapat disaksikan di program Riwayat, Sabtu, pukul 7.00 WIB, hanya di Trans TV.

Jakarta, 19 Januari 2012

Satrio Arismunandar
Executive Producer, News Division, Trans TV
HP: 081908199163

Friday, January 13, 2012

Joke - Satgas Penanggulangan Koruptor Kebal Tembakan

Joke - Satgas Penanggulangan Koruptor Kebal Tembakan

Alkisah, di Indonesia mulai diberlakukan hukum tembak mati untuk para terpidana koruptor. Maka, untuk kepentingan pencitraan, di lapangan Monas ditunjukkan bagaimana seorang koruptor besar diiikat di tiang dan satu regu penembak melepas tembakan.

Tapi anehnya, si koruptor tidak mati. Dia cuma kesakitan sebentar tapi tetap tegak, sehat, tak kurang satu apa. Maka ngamuklah rakyat dan heboh di media massa.

Seperti biasa, Presiden SBY membentuk Satgas Penanggulangan Koruptor Kebal Tembakan. Seperti biasa pula, Satgas ini diketuai Denny Indrayana dengan penasehat Menkumham. Cuma, karena menyangkut ilmu kekebalan dan hal gaib, dilibatkan pula Ki Joko Bodo sebagai Wakil Ketua I dan Deddy Corbuzier sebagai Wakil Ketua II.

Nah, Satgas ini pun bertemu si koruptor untuk menginterogasi.

Ketika itu, si koruptor bilang: "Nggak usah repot-repot, Pak. Saya mengaku, pengadaan peluru untuk regu tembak itu memang disupply oleh perusahaan saya. Isi mesiunya sudah saya ganti dengan serbuk gabus..."

Jakarta, 13 Januari 2012
Satrio A.

BARACK OBAMA - Saksikan Kisahnya di Riwayat Trans TV, Sabtu 14 Jan 2012, Pkl.7.00 WIB


BARACK HUSSEIN OBAMA – Presiden Kulit Hitam Pertama di AS
Saksikan di RIWAYAT, Trans TV, Sabtu, 14 Januari 2012, pukul 7.00 WIB


Menjadi Presiden AS itu sebenarnya seperti menjadi Presiden dunia. Hal ini terasa karena posisi dan pengaruh AS sebagai negara adidaya, yang memiliki kekuatan militer dan ekonomi terbesar di dunia. Itulah sebabnya, dunia ikut gempar dan merasakan euforia ketika Barack Hussein Obama, seorang warga kulit hitam, terpilih menjadi Presiden ke-44 Amerika. Ini sejarah baru karena dunia politik AS biasanya didominasi kalangan WASP (White, Anglo-Saxon, Protestant).

Lahir di Honolulu, Hawaii, pada 4 Agustus 1961, Obama meraih pendidikan di Columbia University dan Harvard University. Ia menjadi aktivis sosial, sebelum menjadi Senator dari Illinois. Empat tahun menjadi Senator, Obama akhirnya terpilih menjadi Presiden AS. Ia dengan Wakil Presiden Joe Biden dilantik pada 20 Januari 2009.

Munculnya Obama di tampuk kepemimpinan AS mendapat reaksi hangat di Indonesia. Obama kecil memang pernah tinggal di Jakarta bersama ibunya Ann Dunham dan ayah tirinya Lolo Soetoro, sekitar tahun 1967-1971. Ayah kandung Obama, yakni mendiang Barrack Hussein Obama, Sr, adalah muslim asal Kenya yang menikahi Ann Dunham di Hawaii, tapi lalu mereka berpisah ketika Obama yunior masih berusia 2 tahun.

Ketika awal berkuasa, Obama menjanjikan bentuk hubungan baru antara AS dan dunia Islam. Semula begitu banyak harapan ditujukan pada Obama, dan ini terwujud dalam bentuk pemberian penghargaan Nobel Perdamaian untuk Obama. Namun, realitas politik domestik Amerika, yakni ketergantungan Obama pada dana dan dukungan lobi Yahudi, membuat langkah Obama untuk mendamaikan Palestina dan Israel jadi tersendat. Karena pertimbangan pragmatis, Obama tak bisa tegas terhadap kesewenang-wenangan dan pelanggaran HAM, yang terus-menerus dilakukan Israel.

Pemilihan presiden AS mendatang menjadi tantangan tersendiri bagi Obama. Apakah ia bisa terpilih lagi, atau cukup satu masa jabatan saja? Perjalanan hidup Obama yang penuh kisah menarik ini dapat disaksikan di program Riwayat, Sabtu, pukul 7.00 WIB, hanya di Trans TV.

Jakarta, 13 Januari 2012

Satrio Arismunandar
Executive Producer, Divisi News Trans TV
HP: 0819 0819 9163

Thursday, January 05, 2012

SADDAM HUSSEIN - Saksikan Kisahnya di Riwayat Trans TV, Sabtu 7 Jan 2012, pkl. 7.00 WIB


SADDAM HUSSEIN – Pemimpin Irak yang Berani Melawan AS dan Israel
Saksikan di RIWAYAT, Trans TV, Sabtu, 7 Januari 2012, pukul 7.00 WIB


Pemimpin Arab yang dua kali terlibat dalam perang melawan militer Amerika dan para sekutunya di Timur Tengah adalah Saddam Hussein. Saddam Hussein Abd al-Majid al-Tikriti adalah Presiden kelima Irak, yang menjabat sejak 16 Juli 1979 sampai kejatuhannya pada 9 April 2003. Meski dikenal sebagai pemimpin otoriter yang ditakuti, Saddam juga dikagumi oleh rakyat di dunia Arab, karena keberaniannya melawan AS dan Israel.

Saddam --yang beretnis Muslim Sunni-- lahir di al-Awja, 13 km dari kota kecil Tikrit, Irak, pada 28 April 1937. ”Saddam” dalam bahasa Arab berarti ”orang yang keras kepala” atau ”dia yang menentang”. Ia adalah tokoh Partai Ba’ath Irak, yang menganjurkan nasionalisme Pan-Arab yang sekular, modernisasi ekonomi, dan sosialisme Arab. Saddam berperan penting dalam kudeta tak berdarah 1968, yang menaikkan Partai Ba’ath ke kekuasaan di negeri penghasil minyak tersebut.

Memerintah dengan tangan besi, dan sering dituduh melakukan pelanggaran HAM dalam skala luas, Saddam menjadikan Irak negara yang kuat secara militer. Irak terlibat dalam perang melawan Iran pada 1980-1988. Serbuan Irak ke Kuwait pada 2 Agustus 1990, memicu terjadinya Perang Teluk 1991, yang menghancurkan ekonomi Irak. Tetapi Saddam tetap bertahan di kekuasaan, meski pada 1991 terjadi pemberontakan warga Kurdi di sebelah utara dan warga Syiah di selatan Irak.

Dengan tuduhan bohong bahwa Irak menyembunyikan senjata pemusnah massal, AS kembali menyerbu Irak pada 2003. Nasib Saddam kali ini berakhir tragis. Pada 13 Desember 2003, Saddam ditangkap oleh pasukan AS yang menginvasi Irak. Ia dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan di bawah pemerintahan baru Irak yang didukung AS, dan lalu dieksekusi pada 30 Desember 2006.

Perjalanan hidup Saddam yang dramatis dan penuh gejolak ini dapat disaksikan di program Riwayat, Sabtu, pukul 7.00 WIB, hanya di Trans TV.

Jakarta, 4 Januari 2012

Satrio Arismunandar
Executive Producer, News Division Trans TV
HP: 0819 0819 9163

Sinopsis dan Konsep Program SEPENGGAL SEJARAH - News Trans TV


Sepenggal Sejarah adalah sebuah program magazine dokumenter berdurasi 30 menit, yang dibuat oleh Divisi News Trans TV. Program ini mengangkat berbagai peristiwa dalam sejarah, baik yang terjadi di Indonesia maupun di negara-negara lain, berdasarkan tanggal kejadiannya. Selalu ada peristiwa yang patut diangkat untuk setiap tanggal di kalender, meskipun dengan tahun kejadian yang berbeda-beda.

Diupayakan, penyajian kisah-kisah itu bersifat utuh, bukan sekadar kaleidoskop. Hal ini karena sebuah peristiwa sejarah pada dasarnya tidaklah terjadi dalam ruang vakum, tetapi terjadi dalam konteks situasi tertentu. Peristiwa itu pastilah juga tidak berdiri sendiri, tetapi terkait dengan peristiwa-peristiwa lain.

Yang diangkat di program Sepenggal Sejarah bukan cuma peristiwa yang “berat” dan “serius,” seperti peristiwa sosial-politik dan ekonomi. Tetapi bisa juga peristiwa yang menyangkut perkembangan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, kebudayaan, sastra, dan film. Selain itu, bisa juga peristiwa yang mengandung drama kemanusiaan, seperti bencana alam tsunami, gempa bumi, kecelakaan pesawat terbang, tenggelamnya kapal penumpang, dan sebagainya.

Sepenggal Sejarah dijadwalkan tayang perdana pada Senin, 9 Januari 2012. Seterusnya, program ini akan tayang setiap Senin sampai Jumat, pukul 16.30 WIB.

Perbedaan Sepenggal Sejarah dengan program dokumenter Riwayat, yang tayang tiap Sabtu pagi pukul 7.00 WIB, adalah Riwayat mengangkat person atau individu yang muncul dalam sejarah. Seperti: Soekarno, Hatta, Soeharto, Nelson Mandela, Che Guevara, Bunda Teresa, Imelda Marcos, Barack Obama, David Beckham, Rudy Hartono, dan sebagainya.

Sedangkan Sepenggal Sejarah lebih berfokus pada peristiwanya. Seperti: Proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945, jatuhnya bom atom di Hiroshima, awal pecahnya perang di Bosnia-Herzegovina, invasi militer Amerika ke Irak, bencana tsunami di Aceh, jatuhnya pesawat Garuda di Yogyakarta, tenggelamnya kapal Tampomas, dan sebagainya. ***


Jakarta, 5 Januari 2012.

Satrio Arismunandar
Executive Producer, News Division Trans TV
HP : 0819 0819 9163

Wednesday, December 28, 2011

Essay - SIAPAKAH KITA?



Siapakah orang yang paling sibuk?
Orang yang paling sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu sholatnya, seolah-olah ia harus mengurus kerajaan sebesar kerajaan Nabi Sulaiman a.s

Siapakah orang yang manis senyumannya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabb, Aku ridha deng...an ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.

Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang yang tidak puas dengan nikmat yang ada, selalu menumpuk-numpukkan harta.

Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadah dan amal-amal kebaikan.

Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan diperluaskan sejauh mata memandang.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikan lalu kuburnya menghimpitnya.

Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak
karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.

Siapakah KITA ?

(Dikutip dari sebuah posting di Multiply, yang juga mengutip dari FB. Entah, siapa penulis awal posting ini, tapi saya hanya ingin mengucapkan terimakasih dan apresiasi)

Desember 2011

Essay - MALING, POLISI DAN WARTAWAN


Untuk bisa menangkap maling yang lihay, polisi harus memahami cara berpikir maling, bahkan harus bisa berpikir seperti maling.... Maka batas antara maling dan polisi sebetulnya sangat tipis, tergantung pilihan pemihakan saja.

Kalau Anda memilih kebejatan, Anda jadi maling lihay yang memahami cara berpikir polisi/penegak hukum. Kalau Anda memilih kebajikan, Anda jadi polisi yang memahami cara berpikir maling.

Namun, mungkin yang paling hebat adalah wartawan. Karena untuk bisa menulis tentang kebaikan dan kejahatan, Anda harus memahami cara berpikir maling dan cara berpikir polisi, tanpa harus menjadi salah satu dari mereka.....

Jakarta, Desember 2011
Satrio Arismunandar

Jangan Selalu Melihat Tulisanku dari Perspektif Jurnalistik...


Profesi wartawan yang kusandang membuat orang sering mengaitkan tindakanku dan tulisanku dengan kewartawanan.

Kalau aku bikin pernyataan atau memposting sesuatu di suatu milis atau di Facebook, kadang-kadang ada saja yang berkomentar "kok tulisan Anda tidak mengikuti kaidah 5W+1H" atau "sebagai wartawan senior seharusnya Anda cek dan recek dulu sebelum memposting" atau "tulisan Anda sepihak, tidak balance," dan sebagainya...

Padahal aku sedang melakukan gerilya politik, promosi diri, pencitraan, penggalangan, kampanye, agitasi-propaganda, dan sebagainya... Komentar-komentar mereka jadi tidak nyambung.

Mohon maaf, aku jadi malas kalau harus menanggapi atau menjelaskan panjang lebar pada pemberi komentar semacam itu, karena pada dasarnya mereka hanyalah "orang-orang yang baik" dan "berpikir lurus"....

Jakarta, Desember 2011
Satrio Arismunandar

Friday, December 23, 2011

WARKOP DKI - Saksikan Legenda Lawak Ini di Riwayat Trans TV, Sabtu 24 Des 2011, pkl.7.00 WIB


WARKOP DKI – Grup Lawak Indonesia yang Intelektual
Saksikan di RIWAYAT, Trans TV, Sabtu, 24 Desember 2011, pukul 7.00 WIB


Dari sekian banyak grup lawak yang sempat eksis di panggung dunia hiburan Indonesia, Warkop DKI –yang awalnya disebut Warkop Prambors—menempati posisi tersendiri. Grup lawak ini dibentuk oleh Nanu (Nanu Mulyono), Rudy (Rudy Badil), Dono (Wahjoe Sardono), Kasino (Kasino Hadiwibowo) dan Indro (Indrodjojo Kusumonegoro). Kecuali Indro yang kuliah di Universitas Pancasila, semuanya adalah mahasiswa UI.

Warkop berawal dari acara santai Obrolan Malem Jumatan di Radio Prambors tahun 1973, yang waktu itu hanya melibatkan Badil, Nanu dan Kasino. Tahun 1974, Dono dan Indro ikut bergabung. Grup Warkop ini akhirnya tampil di panggung, masuk dapur rekaman, dan secara bertahap meraih popularitas dan kesuksesan. Ketika Warkop mulai tampil di panggung, Badil yang tak tahan demam panggung tidak ikut lagi di grup ini. Tahun 1980, Badil jadi wartawan Kompas.

Salah satu keunggulan grup lawak ini adalah tingkat intelektualitas para personelnya, karena berlatar belakang mahasiswa (yang lalu menjadi sarjana). Gaya lawakannya tak jarang ”menyerempet” hal yang porno atau isyu politis. Mereka mengritik pemerintah lewat parodi dan humor. Warkop juga sadar betul tentang perlunya profesionalitas dan pengembangan diri. Warkop bahkan membentuk staf tersendiri, yang ditugasi mencari bahan lawakan.

Setelah sekian lama eksis di panggung dan siaran radio, Warkop terjun ke film. Pada dekade 1980-an dan 1990-an, mereka sukses membintangi lebih dari 30 film komedi, yang laris manis ditonton masyarakat. Ketika era produksi film merosot, Warkop pun hadir di serial komedi di televisi swasta.

Sementara itu, sejak meninggalnya Nanu karena sakit ginjal pada 1983, anggota Warkop berkurang jadi tiga orang. Tahun 1986, Warkop lepas dari Radio Prambors dan menjadi Warkop DKI (Dono-Kasino-Indro). Berikutnya, Kasino meninggal pada 1997, disusul Dono pada 2001. Sehingga pada Desember 2011 ini, tinggal Indro yang tersisa dari personel Warkop.

Kisah Warkop DKI yang melegenda dan para personelnya ini dapat disaksikan di program Riwayat, Sabtu, pukul 7.00 WIB, hanya di Trans TV.

Jakarta, 23 Desember 2011
Satrio Arismunandar
Executive Producer, Divisi News Trans TV
HP: 0819 0819 9163

Thursday, December 15, 2011

NELSON MANDELA - Saksikan kisahnya di Riwayat Trans TV, Sabtu 17 Des 2011, pkl.7.00 WIB


NELSON MANDELA – Pejuang Anti-Apartheid Afrika Selatan
Saksikan di RIWAYAT, Trans TV, Sabtu, 17 Desember 2011, pukul 7.00 WIB

Perjuangan melawan rasisme dan politik apartheid di Afrika Selatan tak mungkin dipisahkan dari nama Nelson Mandela. Lahir di desa kecil Mvezo, distrik Umtata, Afsel pada 18 Juli 1918, Mandela adalah aktivis anti-apartheid, yang memimpin sayap militer Kongres Nasional Afrika (ANC). Karena aksi perlawanannya itu, ia diganjar hukuman seumur hidup oleh penguasa kulit putih, meski akhirnya ”hanya” menjalani hukuman 27 tahun penjara sejak 1962.

Sesudah pembebasannya dari penjara pada 11 Februari 1990, Mandela memimpin partainya dalam perundingan, yang akhirnya melahirkan demokrasi multi-ras pada 1994. Mandela pun terpilih menjadi presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan, dan ia menjabat pada 1994-1999.

Sebagai presiden, Mandela banyak memberi prioritas pada rekonsiliasi antara warga kulit hitam dan kulit putih. Ia juga menaruh perhatian khusus pada kebijakan, untuk mengatasi problem kemiskinan dan ketidaksetaraan di Afrika Selatan.

Mandela sudah menikah tiga kali dan memiliki enam anak. Ia juga memperoleh lebih dari 250 penghargaan selama empat dasawarsa, dan mendapat Nobel Perdamaian pada 1993. Kisah kehidupan Mandela dan perjuangannya dapat disaksikan di program Riwayat, Sabtu, pukul 7.00 WIB, hanya di Trans TV.


Jakarta, 15 Desember 2011
Satrio Arismunandar
Executive Producer, Divisi News Trans TV
HP: 0819 0819 9163

Friday, December 09, 2011

YASSER ARAFAT - Saksikan Kisahnya di Riwayat Trans TV (Sabtu, 10 Des 2011, pkl.7.00)


YASSER ARAFAT – Simbol Perjuangan Kemerdekaan Palestina
Saksikan di RIWAYAT, Trans TV, Sabtu, 10 Desember 2011, pukul 7.00 WIB


Perjuangan rakyat Palestina untuk lepas dari cengkeraman penjajahan Israel masih berlanjut sampai saat ini. Dari seluruh pejuang pembebasan Palestina, Yasser Arafat adalah tokoh yang paling menonjol perannya. Bahkan sosoknya seolah-olah sudah menjadi ikon perjuangan.

Pendiri gerakan perlawanan Fatah, pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina PLO (sejak 1969), dan kemudian menjadi Presiden Otoritas Nasional Palestina (sejak 1993), ini bisa dibilang menghabiskan umurnya dalam perjuangan. Ia sekian lama tidak menikah, sehingga tokoh nasionalis yang punya nama julukan Abu Ammar ini pernah menyatakan: ia sudah menikah dengan Palestina.

Gebrakannya untuk bersedia menerima solusi dua-negara, dan menandatangani kesepakatan damai Oslo (1993), membuat Arafat diberi penghargaan Nobel Perdamaian pada 1994, bersama dua tokoh Israel: Shimon Peres dan Yitzhak Rabin. Sayangnya, Arafat keburu meninggal pada 11 November 2004, sebelum sempat melihat negara Palestina merdeka, cita-cita yang terus diperjuangkannya.

Kisah perjuangan Yasser Arafat, serta pernikahanya dengan Suha Tawil yang berbeda keyakinan, dapat disaksikan di program Riwayat, Sabtu, pukul 7.00 WIB, hanya di Trans TV.

Jakarta, 9 Desember 2011

Satrio Arismunandar
Executive Producer, Divisi News Trans TV
HP: 0819 0819 9163

Friday, December 02, 2011

Forum Lingkar Pena (FLP) Tolak Pelecehan Terhadap Pecinta Buku


Forum Lingkar Pena (FLP) Tolak Pelecehan Terhadap Pecinta Buku
Ditulis tanggal : 27 - 11 - 2011 | 21:41:03

Acara Indonesia Book Fair (IBF), bagi penerbit dan pecinta buku telah menjadi acara rutin tahunan. Ajang ini adalah momentum bagi bertemunya para pecinta buku, penulis, sekaligus promosi bagi para penerbit buku untuk secara langsung menyapa pembaca. Namun, tahun 2011 ini acara rutin tersebut telah digeser secara semena-mena oleh penguasa (Presiden SBY) padahal tempatnya jelas berbeda.

Dalam pengumumunnya, panitia IBF 2011 menginformasikan bahwa IBF yang diadakan di Istora Senayan Jakarta tanggal 26 November yang jatuh hari Sabtu, diliburkan karena pada hari/tanggal tersebut ada acara kenegaraan yang berlangsung di Gedung JCC. Kita semua tahu, acara yang disebut acara kenegaraan itu sebenarnya acara pribadi presiden yang menikahkan anaknya.

Atas dasar itu pihak istana menggeser acara pameran buku itu dengan semena-mena sehingga banyak menimbulkan kekecewaan bagi para pengunjung dan pecinta buku pada umumnya.

Alasan bahwa liburnya IBF 2011 pada tanggal 26 November telah dikoordinasikan karena ada acara pernikahan tidak dapat diterima. Sebab, IBF 2011 merupakan acara rutin yang tanggal penyelenggaraannya biasanya sudah ditentukan satu tahun sebelumnya.

Pihak istana mungkin berpikiran acara pameran buku bukan sesuatu yang penting. Jadi enteng saja menggeser acara semaunya. Tapi, bagi dunia perbukuan dan penerbitan, peristiwa ini adalah tragedi. Sebuah wajah nyata pelecehan terhadap para pecinta buku telah dipertontonkan.

Mensikapi hal tersebut, Badan Pengurus Pusat (BPP) Forum Lingkar Pena (FLP) Pusat yang membawahi 29 wilayah, 130 cabang dengan lebih dari 5000 anggota di dalam maupun luar negeri, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap tindakan semena-mena tersebut. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa pemerintahan SBY lebih mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan rakyatnya. Juga menegaskan ketidakberpihakan pemerintah dalam memajukan dunia literasi di Indonesia.

FLP berharap semua pemimpin bangsa baik dari tingkat bawah sampai atas, benar-benar peduli pada dunia perbukuan, sebab hal ini adalah bagian dari dunia pendidikan yang ikut menentukan nasib baik Indonesia ke depan.

Jakarta, 28 November 2011

Setiawati Intan Savitri
Ketua Umum FLP Pusat

CP: Humas FLP Pusat (Yons Achmad) 021 9487 1657 atau redaksiflp(at)gmail.com

Doa Rahasia untuk Allah SWT


Ya, Allah. Posting Facebook ini menjadi saksi di dunia bahwa di tengah malam ini, aku telah berdoa untukmu.

Sengaja aku tak menuliskan isi doaku di sini karena aku tetap ingin agar isi doa ini menjadi rahasia di antara kita berdua saja.

Ada doa-doa yang tak terkatakan, tak tersurat, karena ketersuratan justru akan menimbulkan kesalahpahaman. Bahasa manusia sangat terbatas dan tak cukup untuk menjelaskan....

Namun, aku percaya Engkau dapat membaca relung-relung isi hatiku ini, ya Allah... Bacalah hatiku, ya Allah...

Kabulkanlah bisikan doa hati ini, ya Allah, jika apa yang tersirat dalam desahan hati ini memang membawa kebaikan untukku, keluargaku, orang-orang yang kucintai dan orang-orang yang mencintaiku, untuk masyarakatku....

Engkau Maha Kuasa, Maha Bijaksana, Maha Mengetahui yang Terahasia dari yang Rahasia, Maha Mengabulkan Doa Hamba-hamba-Mu.

Demi Kebesaran dan Kemuliaan NamaMu, kabulkanlah doa hamba-Mu yang lemah, hina dan rendah ini, ya Allah.

Izinkanlah sebutir debu hina rendah ini tenggelam dalam matahari-Mu sehingga ia lenyap, fana, hilang, senyap dalam kecemerlangan matahari....Amin ya Rabbal Alamin.....

Jakarta, 29 Nov 2011
Satrio Arismunandar

Mataku Terpejam, tetapi Hatiku Melek...


Mataku terpejam, tetapi InsyaAllah hatiku melek. Seperti tokoh silat Badra Mandrawata, Si Buta dari Gua Hantu (komik karya Ganes TH), yang memilih membutakan matanya sendiri demi menguasai "ilmu membedakan suara." Itulah satu-satunya ilmu untuk bisa mengalahkan Mata Malaikat, si penjahat durjana.

Dalam kebutaan matanya itulah, Badra akhirnya memperoleh pencerahan, yaitu ia melihat dunia melalui "mata hatinya". Perlawanannya terhadap Mata Malaikat bukan lagi dilandasi niat balas dendam atas kematian ayahnya (yang dibunuh Mata Malaikat), tetapi dilandasi niat membela kemanusiaan...

Jakarta, 29 November 2011
Satrio Arismunandar

FREDDIE MERCURY - Saksikan di Riwayat, Trans TV, Sabtu 3 Des, Pkl. 7.00 WIB


FREDDIE MERCURY – Vokalis Queen yang Jadi Korban AIDS
Saksikan di RIWAYAT, Trans TV, Sabtu, 3 Desember 2011, pukul 7.00 WIB


Siapa yang tak kenal lagu ”We Are the Champions?” Ini adalah lagu grup band rock Inggris, Queen, yang hampir selalu dinyanyikan di berbagai event olahraga akbar. Freddie Mercury adalah vokalis Queen, yang melantangkan lagu dahsyat ini. Wafat pada usia 45 tahun karena komplikasi penyakit HIV/AIDS, pada 24 November 1991, Mercury telah meninggalkan karya lagu yang seolah-olah abadi.

Lahir sebagai warga Parsi di Zanzibar, Afrika, pada 5 September 1946, Mercury tumbuh sebagai remaja di India. Sejak kecil ia sudah mahir bermain piano. Pemuda yang memiliki nama asli Farrokh Bomi Bulsara ini, lalu hijrah bersama keluarganya ke Inggris pada 1969. Di sinilah ia akhirnya membentuk grup band Queen, bersama Roger Taylor, Brian May, dan John Deacon.

Queen adalah grup band yang semua personilnya sarjana. Sebagai penyanyi utama dan pengarang lagu, posisi Mercury cukup menonjol di sini. Mercury memiliki karakter vokal yang kuat, yang bisa mencapai empat oktaf. Berbagai media musik ternama, seperti majalah Rolling Stone (2008) dan Classic Rock (2009), telah menjulukinya sebagai salah satu penyanyi terbesar di sepanjang sejarah.

Berkaitan dengan peringatan Hari AIDS se-Dunia 1 Desember, kisah hidup dan karya-karya Freddie Mercury dapat disaksikan di program Riwayat, Sabtu, pukul 7.00 WIB, hanya di Trans TV.


Jakarta, 2 Desember 2011

Satrio Arismunandar
Executive Producer Divisi News TransTV
HP: 0819 0819 9163

Monday, November 28, 2011

Essay - KALAH MENTAL (Oleh Satrio Arismunandar)


Beberapa hari lalu, aku kebetulan makan siang di sebuah restoran di kawasan Depok II, Jawa Barat, yang menjual mie bakso unik (mie yang diolah sendiri dengan campuran herbal, sehingga berwarna hijau, merah, dan sebagainya, dan diklaim sangat menyehatkan).

Ketika sedang enak-enaknya makan, tiba-tiba ada seorang laki-laki pengemis tua berdiri di ambang pintu sambil menadahkan tangan. Merasa proses makanku terganggu, aku pun merogoh dompet mencari uang receh dan menemukan selembar Rp 2.000-an.

Namun, ketika aku mau menyerahkan uang itu, seorang ibu muda (sekitar 35 tahun) berjilbab, yang makan mie dan duduk tak jauh dariku, lebih dulu bangkit. Di luar dugaanku, dia bukan cuma memberi recehan, tetapi malah menawarkan makanan pada pengemis itu. “Bapak mau mie bakso? Jangan khawatir, Pak, nanti biar saya yang bayar!” ujarnya ramah. Mungkin si ibu merasa iba pada pengemis itu.

Pengemis itu tampak sangat bersyukur. Matanya berbinar. Mie bakso pun disiapkan dan dibungkuskan untuk si pengemis, dan si pengemis tua itu lalu pergi setelah mengucapkan terimakasih. Si ibu pun kembali duduk dan meneruskan makannya, seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Namun, justru aku yang terhenyak. Aku merasa kalah mental.

Kalau dilihat dari tampilannya, secara status sosial ekonomi aku tidak kalah dari ibu itu, bahkan mungkin aku dalam posisi lebih. Aku datang ke restoran itu memakai mobil, meski ”cuma” sedan Baleno keluaran 2003 milik kantor. Sedangkan ibu itu tampaknya tidak punya mobil. Namun, dalam kasus penanganan terhadap pengemis tadi, dia bisa dan mau memberi lebih banyak, sedangkan aku hanya siap dengan pemberian ”paket standar buat pengemis,” yaitu uang receh terkecil yang bisa ditemukan di dompet!

Aku lalu membayangkan, bagaimana jika situasi ”kalah mental” ini diangkat ke skala pribadi yang lebih luas, atau bahkan ke skala anggaran nasional. Majalah Forbes belum lama mengeluarkan daftar nama 40 orang terkaya di Indonesia. Tidak ada yang salah dengan menjadi kaya raya. Namun, apakah sumbangsih para orang kaya Indonesia ini –termasuk para anggota DPR, yang tiap hari ngantor memakai Bentley, Hummer, Alphard, Lexus, dan mobil-mobil mewah senilai sampai Rp 7 milyar itu—sudah proporsional dengan kekayaan yang mereka miliki?

Demi gengsi dan status diri, kita tidak merasa sayang membeli mobil, yang hanya buat dipakai mengantor tiap hari, senilai Rp 7 milyar. Tetapi kita merasa sayang jika diminta menyumbang Rp 10 juta rupiah untuk yatim piatu, meski Rp 10 juta itu sebetulnya cuma satu per 700 dari harga mobil kita.

Kita lebih bangga membuat pesta perkawinan seharga milyaran rupiah untuk anak-anak kita, dengan menggusur pedagang kecil sekitar lokasi pesta, serta mengganggu kenyamanan orang-orang kecil di sekitar acara perhelatan. Itu lebih dipilih ketimbang mengadakan resepsi pernikahan yang relatif lebih sederhana, tetapi InsyaAllah memperoleh keberkahan, karena membagi rezeki dan kelebihan harta kita dengan warga miskin sekitar, dan mendapat ucapan doa syukur dari mereka.

Kita lebih suka mengalokasikan anggaran negara yang super besar untuk gedung megah, mobil dinas, rumah dinas pejabat, ”studi banding” ke luar negeri yang tak jelas hasilnya, ketimbang mengalokasikan anggaran untuk mengentaskan kemiskinan, menanggulangi anak-anak terlantar, kalangan yang menderita sakit dan tak punya asuransi kesehatan, dan warga kita yang hidup di bawah garis sederhana di pelosok-pelosok nusantara.

Jumlah mereka yang membujtuhkan dukungan kita ini ada puluhan juta, tetapi mereka cuma menjadi angka statistik yang tidak bisa bicara. Mereka hanya diperhitungkan ketika menjelang pemilu untuk menjadi obyek penggalangan suara dan bagi-bagi BLT (bantuan langsung tunai), yang toh BLT itu juga dikutip dari uang negara, tetapi untuk kepentingan penguasa.

Singkat kata, banyak dari kita sebetulnya menderita kondisi ”kalah mental” yang parah. Dampaknya bukan cuma pada diri pribadi, tetapi begitu melebar, mencakup kepentingan masyarakat, rakyat dan bangsa yang lebih luas. Tidak bisa tidak, kita harus merombak kondisi mental ini jika ingin bangsa Indonesia ini maju, memiliki martabat kemanusiaan, dan posisi terhormat di antara bangsa-bangsa lain.

Kondisi kita sekarang sudah di titik nadir. Tetapi masih ada waktu untuk memperbaiki diri. Tidak pernah ada kata terlambat untuk tobat. Marilah kita membuat perbaikan bersama-sama, dan dimulai dari diri masing-masing. InsyaAllah, Tuhan akan meridhoi setiap langkah ke arah kebaikan. Hari ini, kini, detik ini, mulailah selangkah kecil dari diri Anda sendiri....

Jakarta, 29 November 2011
Satrio Arismunandar

Friday, November 25, 2011

Ciri-ciri Presiden Republik Indonesia Menurut Ramalan Ronggowarsito



Ciri-Ciri Presiden Republik Indonesia menurut Ramalan Ronggowarsito :

1. SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO. Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.

2. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR. Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998.

3. SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR. Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.

4. SATRIO LELONO TAPA NGRAME. Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000.

5. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004.

6. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO. Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong / dari menteri menjadi presiden) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil.

7. SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU.
Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati. Tokoh ini adalah.......... (masih rahasia, belum terbaca....)

(Dikutip dari posting Anton Dwisunu di FB, dengan sedikit modifikasi/perubahan di alinea terakhir)

Jakarta, 25 November 2011
Satrio Arismunandar - 081908199163

TEKNIK PRESENTASI YANG BERHASIL - Materi untuk Pelatihan


Materi pelatihan untuk crew RCD, Divisi News Trans TV, Jumat, 25 November 2011

Teknik presentasi adalah bagian dari ilmu komunikasi. Komunikasi itu sendiri adalah penyampaian pesan dari pengirim kepada penerima, melalui suatu media.
Jadi, mengapa kita perlu belajar teknik presentasi? Dengan belajar, memahami, dan menguasai teknik presentasi, kita dapat berkomunikasi atau menyampaikan pesan kepada audiens dengan lebih efektif.

Ada empat hal yang perlu kita kuasai untuk bisa disebut memiliki kompetensi presentasi. Empat hal itu adalah: Analisis audiens (audience analysis), presentasi terstruktur (structured presentation), keterampilan komunikasi (communication skill), dan pemahaman/kepekaan antarpribadi (interpersonal sensitivity).

1) Analisis Audiens
Proses untuk mendapatkan informasi dan mengembangkan pemahaman terhadap pendengar yang akan dihadapi, supaya dapat merencanakan, membawakan, dan mempersiapkan berbagai informasi dengan efektif.

Memahami A-U-D-I-E-N-C-E
A = Analysis. Siapakah mereka? Berapa banyak yang akan hadir?
U = Understanding. Seberapa jauhkan pemahaman mereka terhadap subject yang akan disampaikan?
D = Demographic. Berapa usia, latar belakang, komposisi lelaki-perempuan, dan latar belakang pendidikan mereka?
I = Interest. Untuk tujuan apa mereka hadir? Mengapa mereka duduk di ruang ini? Atas keinginan siapa mereka hadir di sini?
E = Environment. Di mana saya akan berdiri? Dapatkah mereka semua melihat dan mendengar saya? Lingkungan yang ada akan seperti apa?
N = Need. Apakah kebutuhan mereka? Apakah kebutuhan saya selaku pembicara/presenter?
C = Customized. Kebutuhan atau tujuan khusus apa yang perlu untuk didapatkan?
E = Expectation. Apakah yang sekiranya ingin mereka dengar atau dapatkan dari saya?

Empat Tipe Audiens
Sebenarnya ada banyak tipe audiens, tetapi untuk menyederhanakan, kita sebut saja ada empat tipe. Sejumlah tipe ini kemungkinan besar akan Anda jumpai ketika melakukan presentasi:
Tipe Pemerhati: Ini adalah audiens yang paling baik. Mereka serius memerhatikan, mencatat, dan betul-betul berminat pada materi atau topik yang Anda sampaikan.
Tipe Sandera: Ini adalah audiens yang merasa ”terpaksa” atau ”tersandera” untuk hadir di presentasi Anda. Mungkin dia adalah mahasiswa pemalas, yang terpaksa ikut kuliah karena takut dilarang ikut ujian jika data absensinya parah. Atau, bisa jadi dia adalah karyawan, yang sekadar ditugaskan atau dipaksa atasannya untuk hadir dan mendengarkan presentasi Anda.
Tipe Turis: Ini adalah audiens yang mengikuti presentasi sambil lalu, seperti turis yang singgah di kota atau lokasi wisata untuk menikmati kesenangan, tanpa mau diajak berpikir terlalu serius. Bagi mereka, lumayan ikut di acara presentasi Anda, karena disediakan kopi, kue, dan makan siang gratis.
Tipe Teroris: Ini adalah audiens yang siap memberondong Anda dengan pertanyaan-pertanyaan tajam, kritis, dan keras. Motivasinya tidak selalu karena betul-betul antusias atau berminat pada informasi, tetapi dia mungkin memang sekadar ingin “mengetes’ kemampuan Anda. Mereka menikmati, saat Anda keteteran tak bisa menjawab pertanyaan.

Tujuan Analisis Audiens

Untuk mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai pendengar seperti apa, yang akan dihadapi.

2) Presentasi Terstruktur

Kemampuan untuk mempresentasikan ide atau gagasan kepada seseorang atau sekelompok orang, sesuai waktu yang disediakan, dengan cara yang memudahkan pendengar untuk memahaminya.

Unsur-unsur Presentasi yang Terstruktur
• Menyatakan tujuan dengan jelas
• Menyampaikan dalam urutan yang logis
• Menggunakan berbagai media komunikasi
• Membuat transisi antar-topik
• Membuat kesimpulan
• Mengatur waktu dengan efektif

Tujuan Presentasi Terstruktur
Untuk memastikan apakah pendengar dapat memahami bagaimana alur materi akan disampaikan.

3) Keterampilan Komunikasi
Kemampuan untuk dapat menyampaikan informasi dan ide secara jelas kepada seseorang/sekelompok orang, dengan cara yang dapat membuat pendengar menjadi tertarik dan mudah menangkap pesan yang diberikan, serta menjaganya selama berinteraksi.

Unsur-unsur Keterampilan Komunikasi
• Komunikasi Verbal: Bahasa yang sesuai (bukan bahasa ”alay”), volume suara (untuk menguatkan volume suara, Anda bisa berlatih menggunakan napas perut), intonasi (naik-turunnya suara), tempo/pacing (cepat-lambatnya bicara), artikulasi (kejelasan kata), pausing (jeda).
• Komunikasi Non-Verbal: Penampilan, eye contact, jarak, ekspresi wajah, nada suara, gerakan tubuh. Sikap tubuh (body gestures) harus menunjukkan kesantunan, rasa hormat, dan memancarkan rasa percaya diri (confidence). Ketika melakukan eye contact, tataplah 3-5 detik agar audiens bersangkutan merasa diperhatikan. Untuk banyak audiens di ruangan yang luas, lakukan tatapan ke audiens dengan W atau M sweeping. Cara menatap juga harus terkesan profesional (bukan tatapan ”mesum” atau jenis lain, yang bisa disalahartikan).
• Dampak ke Audience: a) Manusia memiliki keterbatasan persepsi; b) Kesan pertama sangat penting; c) Bangunlah kredibilitas dengan cara menunjukkan tingkat pengetahuan yang cukup, menampilkan kesan profesional dan percaya diri, serta menjaga anti-diskriminasi, hukum dan standar etika.
• Menjaga Perhatian Audience: Rumus AISHA (Analogi, Ilustrasi, Story, Humor, Aktivitas).
• Mengecek Pemahaman: Apakah Anda sudah paham? Apakah saya memahami Anda?

Tujuan Keterampilan Komunikasi
Untuk memastikan bahwa kita dapat mempertahankan ketertarikan pendengar dan membuat mereka paham tentang pokok bahasan yang disampaikan.

4) Pemahaman/Kepekaan Antarpribadi
Menggunakan pemahaman interpersonal dalam presentasi untuk mengembangkan kenyamanan, dan rasa aman bagi pendengar, sehingga tercipta saling percaya dan keterbukaan.

Unsur-unsur Pemahaman/Kepekaan Antarpribadi

• Apresiatif (menghargai audiens)
• Berpandangan luas
• Mengetahui isu dan keprihatinan audiens
• Mengklarifikasi suatu situasi atau kondisi

Menghargai Audiens
Dalam menghargai audiens, kita harus jujur dan tulus. Dan akan lebih baik lagi, jika ucapan penghargaan itu bersifat spesifik (dalam menyebut aspek dari audiens yang kita hargai tersebut).

Menghargai audiens bisa dilakukan cukup dengan Anda mengucapkan kalimat seperti:
”Ini adalah pertanyaan yang paling kritis, yang saya terima sejak memulai ceramah pagi tadi...”
”Komentar Anda menunjukkan bahwa Anda sudah mempersiapkan diri untuk kuliah ini...”
”Saya berharap, mahasiswa lain bisa belajar dari cara presentasi yang dilakukan Dewi tadi!”

Tujuan Pemahaman/Kepekaan Antarpribadi
Untuk menciptakan suasana yang nyaman, khususnya bagi audiens.


Sumber:
Satrio Arismunandar, berdasarkan materi pelatihan dari Humanis Group, 21-24 Februari 2011.

Thursday, November 24, 2011

DAVID BECKHAM - Saksikan di Riwayat, Trans TV, Sabtu 26 Nov, Pkl. 7.00 WIB


DAVID BECKHAM – Pesepakbola yang Juga Ikon Mode
Saksikan di RIWAYAT, Trans TV, Sabtu, 26 November 2011, pukul 7.00 WIB


Bagi penggemar sepakbola, nama David Beckham pastilah sudah tidak asing. Beckham, yang dibesarkan di klub sepakbola Manchester United, dan mantan kapten tim nasional Inggris, kini sudah melejit melebihi pemain sepakbola biasa. Ia sudah menjadi selebritas kelas dunia, menjadi ikon mode dan gaya hidup. Pernikahannya dengan salah satu anggota Spice Girls, Victoria Caroline Adams, membuat Beckham makin berkibar.

Beckham, yang lahir pada 2 Mei 1975 di Leytonstone, London, ini mahir dalam umpan silang dan tendangan bebas melengkung. Keterampilannya mengolah bola membawa banyak kemenangan untuk timnya. Ayah dari empat anak ini pada 2005 juga menjadi duta organisasi anak sedunia UNICEF.

Beckham membeli rumah yang karena ukuran dan kemegahannya dikenal dengan nama Beckingham Palace, sebagai anekdot dari Buckingham Palace, yang di dalam rumahnya dipekerjakan lebih dari 400 orang.

Kisah Beckham, yang diharapkan kedatangannya bersama klub LA Galaxy ke Indonesia pada penghujung November 2011 ini, dapat disaksikan di program Riwayat, Sabtu, pukul 7.00 WIB, hanya di Trans TV.


Jakarta, 24 November 2011
Satrio Arismunandar
Executive Producer, News Trans TV
HP: 0819 0819 9163

Friday, November 18, 2011

Bertanya ke Ustadz tentang Keadilan Tuhan


Saya bertemu seorang Ustadz tak terkenal, dan bertanya tentang keadilan Tuhan. Kenapa sih di Indonesia ada orang yang kaya banget, dan ada yang miskin banget.

Yang korupsi petantang-petenteng. Rakyat lain hidup sulit, meski jujur dan kerja keras. Kok nggak dibikin makmur saja semua rakyat Indonesia yang berada di bawah rezim neoliberal ini.

Sang Ustadz tersenyum. "Pertanyaan sampeyan mirip-mirip pertanyaan murid SD, yang bertanya: Mengapa di dunia binatang itu kok ada bebek, sapi, kerbau, babi, macan, gajah, burung beo, ikan, singa, jerapah, komodo, dsb... Kok Tuhan tidak menciptakan seluruh binatang di dunia cuma satu jenis, yaitu kambing saja..." jawabnya.

Jakarta, 18 November 2011
Satrio Arismunandar

Perlukah Perkawinan Ibas Yudhoyono - Aliya Rajasa Diliput Media?


Kalau Ibas Yudhoyono bukan anaknya Presiden SBY dan Aliya bukan putrinya Menko Perekonomian sekaligus Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa, maka perkawinan Ibas-Aliya akan menjadi perkawinan biasa saja, seperti ribuan perkawinan yang terjadi tiap hari, dan tidak diliput media. Apalagi jadi liputan eksklusif di media TV.

Dampak perkawinan itu juga tak penting-penting amat buat rakyat. Mereka lebih pusing dengan meningkatnya harga kebutuhan pokok sehari-hari, naiknya biaya pendidikan, mahalnya sarana kesehatan, dan lain-lain.

Jadi liputan media terhadap "perkawinan agung" Ibas-Aliya pada dasarnya adalah liputan elitis. Tapi liputan ini memang cocok dengan salah satu kriteria kelayakan berita menurut teori jurnalistik: orang terkenal menjadi berita karena keterkenalannya, bukan karena arti pentingnya buat rakyat.

Tetapi, sebagai sesama warga Indonesia, saya tentu mengucapkan selamat menempuh hidup baru buat Ibas dan Aliya, semoga bahagia. Tetapi maaf, saya tidak bisa datang ke resepsi perkawinanAnda. Selain karena saya masih sibuk dengan urusan mencari nafkah, saya juga tidak diundang. Ya, tentu saya tahu diri dong. ***

Jakarta, 18 November 2011

Satrio Arismunandar
Filsuf jalanan

IMELDA MARCOS - Saksikan di Riwayat, Trans TV, Sabtu 19 Nov, Pkl.7.00 WIB


IMELDA MARCOS – Si ”Kupu-Kupu Besi” dari Filipina
Saksikan di RIWAYAT, Trans TV, Sabtu, 19 November 2011, pukul 7.00 WIB


Siapa tak kenal Imelda Marcos? Kombinasi kecantikan, kekuasaan, ketenaran, dan kekayaan pernah dimiliki mantan ratu kecantikan dan istri Presiden Filipina ke-10 Ferdinand Marcos ini. Imelda, yang diberi berbagai jabatan pemerintahan oleh suaminya, adalah perempuan yang mewarnai panggung politik Filipina di era kekuasaan otoriter Presiden Marcos.

Gaya hidupnya yang suka pesta dan menghamburkan uang, serta memiliki sampai 3.000 pasang sepatu, sering menjadi pemberitaan media. Tetapi, Imelda, yang saat ini masih aktif di politik (ia menjadi anggota DPR Filipina mewakili distrik kedua Ilocos Norte), memang bukan perempuan sembarangan. Ia dipercaya Marcos melakukan misi diplomatik penting, untuk membujuk pemimpin Libya Muammar Qaddafi, agar berhenti mendukung gerakan separatis di Filipina.

Kisah hidup Imelda yang penuh warna, mulai dari kebangkitan, pasang-surutnya, sampai kejatuhan Marcos dan meninggalnya tokoh Filipina itu (1989), dapat disaksikan di program Riwayat, Sabtu, pukul 7.00 WIB, hanya di Trans TV.

Jakarta, 18 November 2011

Satrio Arismunandar
Executive Producer, News Trans TV
HOP: 081908199163

Thursday, November 10, 2011

CHE GUEVARA - Saksikan Riwayat, Trans TV, Sabtu (12 November 2011), Pkl. 7.00



ERNESTO CHE GUEVARA – Ikon Revolusioner Bangsa Tertindas
Saksikan di RIWAYAT, Trans TV, Sabtu, 12 November 2011, pukul 7.00 WIB

Sebuah pertemuan bersejarah terjadi di Havana, Kuba, 13 Mei 1960. Yakni, pertemuan antara para revolusioner masyhur, Presiden Soekarno dengan Fidel Castro serta Ernesto Che Guevara. Yang istimewa, ini adalah kunjungan kepala negara asing pertama di Kuba, setelah tumbangnya rezim Batista. Bung Karno pun meresmiklan hubungan diplomatik antara kedua negara.

Sebelum Bung Karno ke Kuba, “Che” –begitu panggilan akrab untuk Che Guevara—telah diutus Castro untuk menemui Bung Karno di Indonesia. “Che” merupakan sapaan akrab untuk orang Argentina, yang artinya “sobat” atau “teman.” Sapaan ini populer sejak ia bergabung dalam perjuangan revolusi Kuba. Di tengah kunjungannya ke Indonesia itu, Che sempat mengunjungi Candi Borobudur, tahun 1959.

Saat itu Che baru menginjak usia 33 tahun. Namun di usia belia, ia sudah memperoleh peran sentral di Kuba. Che adalah orang muda dengan beragam peran, bukan hanya dalam memori sejarah Kuba, tetapi juga Amerika Latin, bahkan dunia. Figurnya sudah menjadi ikon perjuangan bangsa-bangsa tertindas dunia dalam melawan kapitalisme dan penjajahan.

Che lahir pada 14 juni 1928 di kota Rosario, Argentina, dari pasangan Ernesto Guevara Lynch dan Celia De La Serna. Anak pertama dari lima bersaudara ini lahir dari kerluarga kelas menengah, yang berkecukupan secara ekonomi. Di usia 19 tahun, Che menimba ilmu di Fakultas Kedokteran Universitas Buenos Aires.

Di pertengahan masa studinya, Che berkeliling Amerika Latin dengan mengendarai sepeda motor tua bersama sahabatnya Alberto Granado. Keputusan, yang didorong rasa ingin tahu lebih mendalam tentang kehidupan, inilah yang kemudian mengubah sejarah Che. Perjalanan sejauh 8.000 km selama hampir 10 bulan itu melintasi wilayah Argentina, Cile, Kolombia, hingga Venezuela. Kelak catatan harian Che tentang perjalanannya ini dibukukan, dan dikenal sebagai ”The Motorcycle Diaries.”

Perjalanan ini merupakan perjalanan penemuan diri Che untuk memahami Amerika Latin. Ia kagum dan getir melihat penderitaan rakyat yang ditemuinya selama perjalanan. Ia tergetar melihat ketidakadilan yang diderita orang miskin. Ia juga melihat dominasi perusahaan Amerika Serikat di tengah penderitaan buruh tambang di Cile. Pandangan hidup Che pun berubah. Anak dari kelas menengah ini berpaling menjadi pejuang untuk rakyat kelas bawah.

Terlalu banyak kisah yang bisa disampaikan tentang Che, mulai dari cerita perjuangan, kemenangan menggulingkan rezim Batista di Kuba, pilihannya untuk mundur dari pemerintahan, dan sampai kematiannya ketika membantu sebuah gerakan revolusioner secara pribadi.

Che adalah figur yang unik, berani, dan inspiratif. Ia orang yang berani melakukan ”bunuh diri kelas,” yakni melepaskan kenikmatan hidup sebagai kelas menengah demi sebuah idealisme membela masyarakat kelas bawah.

Di tengah krisis kapitalisme dunia sekarang, bangkitnya perlawanan rakyat di berbagai negara melawan rezim korup-kapitalis, serta kehausan kita pada hadirnya sosok-sosok idealis yang betul-betul mau berjuang demi kepentingan rakyat, maka figur semacam Che diharapkan bisa mengisi kekosongan. Che sangat layak diprofilkan untuk program Riwayat di Trans TV.

Jakarta, 11 November 2011

Satrio Arismunandar
HP: 081908199163

Joke - Gaya Pencitraan Pemerintah Menjelang Kiamat

Alkisah stasiun pengamat antariksa milik NASA di Amerika dan sejumlah negara maju lain telah mendeteksi kedatangan sebuah meteor raksasa, yang dipastikan akan menghantam bumi. Dampak hantaman meteor itu akan setara dengan ledakan ratusan bom atom. Artinya, kiamat bagi kehidupan di bumi sudah tinggal menghitung hari.

Maka PBB meminta seluruh negara untuk mengumumkan pada rakyat masing-masing, agar bersiap menghadapi bencana tersebut. Indonesia pun tidak terkecuali. Maka atas instruksi Presiden, Menkominfo, juru bicara kepresidenan, dan tim pencitraan pemerintah pun mengadakan rapat darurat khusus, guna membahas bagaimana cara terbaik untuk penyampaian kabar buruk tersebut.

Namun, karena penguasa sedang pusing oleh berbagai kasus korupsi yang terungkap di media, pesan pun dikemas sedemikian rupa agar meningkatkan citra pemerintah. Pesan untuk rakyat, yang sedianya akan dibacakan oleh presiden itu, akhirnya menjadi seperti berikut:

”Rakyat Indonesia yang kucintai, saya memiliki kabar baik dan kabar buruk untuk kita semua. Kabar buruknya, sebuah meteor raksasa akan menghantam bumi kita, dan itu berarti kiamat. Tetapi, alhamdulillah, saya memiliki kabar baik untuk kita semua. Yaitu, beberapa hari mendatang Indonesia akan 100 persen bebas dari korupsi.” ***

Jakarta, 11 November 2011

Friday, November 04, 2011

Essay - SALAH SATU KAKI WARTAWAN BERADA DI NERAKA


Oleh Satrio Arismunandar


Ini cerita tentang ibunda dari rekan saya, Fauzan Mukrim (Ochan), wartawan Trans TV, penulis cerpen, yang juga alumnus Komunikasi FISIP Universitas Hasanuddin Makassar. Ketika Ochan memutuskan ingin masuk jurusan komunikasi (jurnalistik), yang berimplikasi bahwa Ochan akan menjadi wartawan sesudah lulus nanti, ibunya tidak menyatakan setuju atau tidak setuju dengan keputusan Ochan. Tetapi ibunya hanya menyatakan, ”Salah satu kaki wartawan itu sebenarnya berada di neraka.”

Mengapa ibunda Ochan mengatakan demikian?
”Kata ibu, seorang wartawan itu jika menulis sesuatu yang tidak benar, atau tidak sesuai fakta, berpotensi menjurus ke melakukan fitnah. Sedangkan, jika dia menulis sesuatu yang benar, atau sesuai fakta, berpotensi menjurus ke ghibah,” kata Ochan.

Secara bahasa, ghibah berarti menggunjing. Pengertian lengkapnya, ghibah adalah menyebutkan sesuatu yang terdapat pada diri seorang muslim, sedang orang itu tidak suka (jika hal itu disebutkan). Baik dalam keadaan soal jasmaninya, agamanya, kekayaannya, hatinya, akhlaknya, bentuk lahiriyahnya dan sebagainya. Cara ghibah pun bermacam-macam. Di antaranya dengan membeberkan aib, menirukan tingkah laku atau gerak tertentu dari orang yang dipergunjingkan dengan maksud mengolok-ngolok (saya kutip dari Wikipedia).

Dengan mengatakan hal itu, saya menduga, ibunda Ochan bukan berarti mau mengecilkan atau merendahkan profesi wartawan. Tetapi ia sekadar mau mengingatkan anaknya bahwa profesi wartawan itu bukanlah profesi biasa, tetapi profesi yang penuh tantangan, cobaan, dan godaan, sehingga diperlukan ikatan rambu aturan di kanan-kiri serta etika. Begitu rawannya, sehingga jika si wartawan tidak hati-hati, ia bisa tergelincir melakukan dosa. Tentu saja, semua profesi pasti memiliki tantangan, cobaan dan godaan tersendiri. Namun, profesi wartawan –seperti juga profesi hakim, jaksa, pengacara, petugas bea cukai—memang memiliki kadar godaan yang tak bisa dianggap remeh.

Menyadari hal itu, jauh-jauh hari, ketika Ochan baru memilih jurusan jurnalistik, ibundanya sudah wanti-wanti mengingatkan agar Ochan berhati-hati. Ochan beruntung memiliki orangtua yang mencintai dan sangat memperhatikan kebaikan masa depannya. Semoga kita semua, para jurnalis dan praktisi media, juga dianugerahi sikap hati-hati yang sama. ***

Jakarta, 4 November 2011

HP Satrio : 081908199163