PERAN PERISET DI BAGIAN PEMBERITAAN TRANS TV


Dalam pengalaman kerja di Bagian Pemberitaan Trans TV, kehadiran periset berita (News Researcher) sangat dirasakan manfaatnya. Antara lain:

Melacak narasumber atau orang yang diperlukan dalam pembuatan suatu berita:
Kehadiran periset sangat menghemat waktu bagi reporter/producer, khususnya dalam pembuatan “Breaking News” yang berpacu dengan waktu. Mereka Dapat melacak nomor kontak, alamat, ejaan yang benar dari nama seorang narasumber, jabatan narasumber, dsb. Sementara producer/reporter dapat berkonsentrasi pada materi beritanya.

Memberi latar belakang (Backgrounding):
Suatu berita tidak berdiri sendiri dalam ruang vakum, tetapi berada dalam konteks situasi tertentu. Untuk lebih memberi pemahaman kepada audience/penonton, berita perlu dilengkapi dengan latar belakang. Contoh: Ketika Trans TV memberitakan tentang ledakan bom di Hotel JW Marriott, periset melengkapi pemahaman dengan data tentang sejarah keberadaan Hotel Marriott, jumlah kamar, serta sejarah berbagai aksi peledakan bom di Indonesia.

Memberi rincian (details):
Untuk memperkuat suatu ide berita, fakta lebih kuat bicara ketimbang sekadar pernyataan. Suatu data atau fakta yang rinci dapat menegaskan, membantah, atau memperkuat sebuah berita. Di sinilah peran periset, yang bisa melengkapi rincian tersebut.

Mengecek “kabar”:
Dalam setiap rapat redaksi, sering terdengar usulan berita yang dimulai dengan kalimat “saya mendengar…” atau “kabarnya …,” dan sebagainya. Kabar angin, rumor, desas-desus semacam ini biasanya juga didengar oleh banyak orang di luar Trans TV. Namun, sejauh mana kabar angin, rumor, desas-desus itu mengandung kebenaran? Para producer dan reporter biasanya sudah “terjebak” dalam tugas rutin harian, dan tak sempat mengecek hal-hal semacam ini, yang mungkin hanya “berita kosong,” tetapi mungkin juga sesuatu yang sangat penting. Tugas perisetlah untuk menindaklanjutinya.

(Sumber: NewsLab Strategies)

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)