Essay - IRONI PERTANGGUNGJAWABAN Rp 20.000,-



Seorang UPM News Trans TV belum lama mengeluh ke saya, tentang sebuah laporan pertanggungjawaban keuangan, yang dikembalikan oleh Bagian Keuangan. Alasannya sepele, hanya gara-gara sebuah item kecil yang dianggap oleh bagian keuangan tak jelas "pembuktiannya."

Dari situ, saya lalu ingat sebuah cerita yang saya peroleh dari mengikuti program Executive MBA (dengan biaya kantor). Ceritanya kira-kira begini (ini cuma contoh saja, bukan kasus riil lho...):

Ada seorang karyawan yang dipercaya oleh kantornya untuk membuat deal pembelian film-film Hollywood senilai 2 juta dollar AS. Dia berangkat sendiri ke Amerika, dan lalu pulang ke Jakarta. sesampai di Bandara Cengkareng, ia menggunakan jasa porter dan membayar Rp 20.000, tapi tak ada bonnya.

Ketika menyerahkan laporan keuangan DLN (dinas luar negeri), bagian keuangan tak mau mengganti Rp 20.000 yang ia keluarkan untuk porter, dengan alasan tak ada bukti kwitansi atau bonnya.

Bisakah Anda bayangkan? Karyawan ini DIPERCAYA oleh perusahaan untuk meng-handle transaksi dengan pihak luar senilai 2 juta dollar, dan jika ada kesalahan dalam transaksi itu, perusahaan juga bisa rugi sangat besar (bisa dirupiahkan, bisa ratusan juta atau milyaran). Namun, ia TIDAK DIPERCAYA untuk urusan uang senilai Rp 20.000 saja!

Hmm....

Satrio Arismunandar
Trans TV - Jl. Kapten P. Tendean Kav 12-14A.
Jakarta Selatan 12790

Comments

agustam said…
20rb? hahaha..padahal cuma 20rb

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)