Posts

Showing posts from August, 2006

SEBUAH UCAPAN TERIMAKASIH

Image
Suatu malam, sehabis membuka account blogger-ku di komputer kantor News Trans TV, aku pulang setelah menutup windows. Tapi tidak menutup (sign-off) blogger-ku. Beberapa hari kemudian ketika membuka account ini aku menemukan tulisan di bagian posting, sebagai berikut:

"Mas Satrio yang terhormat,
mohon jangan lupa sign off bloggernya ya.. kalau sekedar di tutup windownya, orang selanjutnya yang membuka blogger akan langsung masuk ke halaman depan blogger mas Satrio. Mereka jadi punya kuasa untuk mengisi, mengubah atau bahkan mengganti password blogger mas Satrio, akibatnya Rajawali mungkin kehilangan pijakan untuk terbangnya.

Tulisan ini silahkan di delete saja. masuk lagi ke blogger halaman utama - pilih blogger yang ini - edit post - delete.

Saya baca blogger mas Satrio dan isinya luar biasa.
Entah kapan saya punya kemampuan menyimpan informasi dan memaparkannya seperti mas Satrio. Tapi saya terus akan berusaha..."

Itu saja. Tidak ada identitas apapun di tulisan ini. Aku ingin ber…

MENULIS RESENSI BUKU

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Menulis resensi buku sebenarnya mirip dengan memilih calon istri atau calon suami. Mengapa demikian? Karena suatu resensi, apapun obyeknya (resensi film, buku, drama, teater, pembacaan puisi, musik, dan sebagainya), pada akhirnya memberikan suatu penilaian, dan kemudian tentunya suatu pertimbangan, saran, rekomendasi kepada pembaca untuk menentukan sendiri sikapnya terhadap obyek yang diresensi tersebut.

Sebelum memilih istri, misalnya, si laki-laki akan membuat penilaian atas berbagai aspek. Aspek luar, yang bisa langsung terlihat: kecantikan, bentuk tubuh, cara bicara, cara makan, dan cara berpakaian, dari calon istrinya. Aspek dalam, yang membutuhkan pengamatan lebih intens: kesabaran, kebaikan hati, sikap pengertian, kesetiaan, kecerdasan, dan sebagainya.

Dalam meresensi buku dan karya-karya lain, hal serupa juga dilakukan. Apakah pertunjukan musik Dewa itu cukup bermutu? Apakah aksi panggungnya menarik? Bagaimana tata suaranya? Apakah dengan kualitas pertunj…

SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN SBY

Image
Surat Terbuka untuk Presiden SBY
dari Seorang Warga yang Dulu Bukan Pendukungnya,
Namun Kini Mengharapkan Kesuksesannya


Depok, 17 November 2004


Kepada Yth.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
di Istana Merdeka
Jakarta

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera untuk Anda dan seluruh rakyat Indonesia!

Saudara Presiden yang terhormat, sebelum saya menyampaikan berbagai harapan dan saran melalui surat ini, izinkanlah saya memperkenalkan diri. Saya adalah salah satu warga negara Indonesia, jurnalis sekaligus buruh di sebuah perusahaan siaran televisi swasta, dan ayah dari dua orang anak yang masih kecil-kecil. Sejak 1997, saya berdomisili di wilayah Depok, Jawa Barat. Terus terang saja, pada pemilihan presiden beberapa bulan lalu, saya tidak mendukung Anda untuk menjadi Presiden RI. Alasannya, bukan karena saya menganggap Anda kurang pintar, kurang bijak, atau kurang berkemampuan menjadi Presiden. Juga, bukan karena saya memandang Anda kurang bersih dalam masalah korupsi, kolusi dan nepoti…

KISAH SEEKOR RAJAWALI - Oleh Satrio Arismunandar

Image
AKU lahir di Semarang, 11 April 1961. Lulus dari SMAN 14, Jakarta Timur (1980), Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia (1989), dan menyelesaikan Program S-2 Pengkajian Ketahanan Nasional (PKN) Universitas Indonesia, Agustus 2000. Tesis S-2-nya berjudul "Peran Pers Mahasiswa dalam Gerakan Mahasiswa 1998: Studi Kasus Buletin Bergerak! Menjelang Berhentinya Presiden Soeharto.” Pada September 2005 sampai Februari 2007, aku mengikuti Program EMBA (Executive MBA) yang diselenggarakan Asian Institute of Management (AIM) Filipina bekerjasama dengan Grup PARA.

Sebagai mahasiswa S-1, aku pernah aktif di Badan Perwakilan Mahasiswa FTUI, Ikatan Mahasiswa Elektro, pencinta alam Kamuka Parwata (KAPA) FTUI, Resimen Mahasiswa Batalyon UI, Suratkabar Kampus Warta UI, ISAFIS (The Indonesian Student Association for International Studies), dan kepengurusan Masjid Arief Rachman Hakim UI di kampus Salemba. Pernah mengikuti masa penerimaan calon anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), 198…

SARANG RAJAWALI - TRANS TV & TV7

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Bahkan seekor rajawali, yang biasa terbang sendiri, juga membutuhkan sarang untuk sejenak mengistirahatkan sayap-sayapnya yang lelah. Bagiku, sayap itu adalah Trans TV, tempatku bekerja sekarang, setelah sempat mengembara di Harian Pelita (1986-1988), Harian Kompas (1988- Mei 1995), aktif penuh di AJI dan SBSI (1995-1997), Majalah D&R (1997-2000), Harian Media Indonesia (2000- Maret 2001), di LSM dan praktis menganggur (2001-Februari 2002), dan Trans TV (Februari 2002 - sekarang).

Dan inilah sedikit cerita tentang Trans TV, sarangku kini.....

Trans TV resmi mengudara pada 15 Desember 2001. Seluruh saham Trans TV dikuasai pengusaha Chairul Tanjung lewat kepemilikan 99,99 persen PT Para Inti Investindo (pada tahun 2006, diganti namanya menjadi PT Trans Corpora, atau Trans Corp), dan sisanya PT Para Investindo. Keduanya dari kelompok bisnis Grup Para milik Tanjung. Lahir di era reformasi, Trans TV tidak memiliki stigma negatif warisan rezim Soeharto. Perusahaan …

"RULES OF THE GAME" LIPUTAN MEDIA DI TIMUR TENGAH

Image
Sejumlah pernyataan di bawah ini saya kutip dari sebuah posting di Internet. Terkesan simpel, tapi bagi saya --yang kebetulan dulu sering meliput politik Timur Tengah-- memang ada kebenarannya. Hegemoni wacana pemikiran, yang merugikan posisi Palestina dan Arab, memang banyak menghinggapi insan media. Kita juga bisa membandingkan dengan pemberitaan media atas agresi Israel ke Lebanon, Juli-Agustus 2006.

Tetapi penilaian tentu terserah Anda masing-masing. Ini adalah sejumlah "rules" yang sering dipraktikkan media, dalam meliput konflik di Timur Tengah:

Rule No. 1: In the Middle East, it's always the Arabs that attack first and Israel that defends itself. That's called retaliation.

Rule No. 2: Arabs, whether Palestinian or Lebanese, have absolutely no right to kill Israeli civilians. That's called terrorism.

Rule No. 3: Israel has every right to kill as many Arab civilians as it wants. That's called legitimate self-defense.

Rule No. 4: When Israel kills too many civ…

Resensi Buku - MEMBEDAH TERORISME HINGGA BOM BALI

Image
Judul Buku : Terrorism, The New World War
Penulis : Llyod Pettiford & David Harding
Penerbit : Arcturus Publishing Ltd, Leicester, 2003
Tebal : 239 halaman

Di tengah banyaknya buku tentang terorisme, khususnya sejak serangan yang meruntuhkan gedung kembar World Trade Center (WTC) di New York, 11 September 2001, buku ini tampaknya termasuk yang paling baru. Terbukti, dalam bahasannya, ia sudah mencakup kasus ledakan bom di Legian, Kuta, Bali, 12 Oktober 2002, yang memakan korban lebih dari 200 jiwa dan sebagian besar warga asing.

Tampaknya ada nuansa personal dan kemanusiaan, yang ikut mendorong penulisan buku ini. Dalam bukunya, Pettiford dan Harding menyebutkan rasa kehilangan, akibat tewasnya seorang kawan dalam serangan ke gedung WTC, serta tewasnya seorang kawan lain dari kawannya dalam kasus bom Bali.

Secara umum, buku ini bertujuan memberi pegangan yang cukup komprehensif tentang terorisme, dengan mengulas secara jelas sejarah aksi terorisme, evolusinya, dan munculnya terminologi…

Resensi Buku - MENGGALI ALTERNATIF WACANA SYARIAT

Image
Judul : Politik Syariat Islam, Dari Indonesia Hingga Nigeria
Penulis : Taufik Adnan Amal & Samsu Rizal Panggabean
Penerbit : Pustaka Alvabet, Jakarta
Cetakan : Cetakan I, 2004
Tebal : 272 halaman

Penerapan syariat Islam selalu menjadi wacana yang menarik untuk diperdebatkan, khususnya di negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Wacana ini juga mengemuka di Indonesia, terutama sejak diterapkannya syariat Islam di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Untuk pertama kalinya sejak Indonesia merdeka, syariat Islam diterapkan secara formal oleh negara –yang resminya berideologi Pancasila-- di salah satu provinsinya.

Buku ini memberi tinjauan yang cukup komprehensif tentang wacana hubungan antara agama dan negara tersebut. Pada awalnya buku ini merupakan tinjauan kedua penulis terhadap beberapa peraturan daerah Provinsi NAD tentang penerapan syariat Islam, yang diterbitkan tahun 2002. Tinjauan itu lalu diperluas menjadi makalah tentang penerapan syariat Islam di NAD, dan me…

Resensi Buku - CERITA DETEKTIF TANPA PEMBUNUHAN

Image
Judul : Detective Diary
Penulis : Yokie
Penerbit : GagasMedia, Jakarta
Cetakan : Cetakan I, 2004
Tebal : viii + 227 halaman

Sebuah tawaran alternatif. Itulah kesan pertama, dengan terbitnya buku Detective Diary (DD) ini. Ketika pasar buku kita didominasi oleh komik-komik detektif terjemahan dari Jepang, seperti Detektif Kindaichi dan Detektif Conan, kehadiran buku pertama karya Yokie (21) ini patut disambut positif. DD memang bukan buku komik. Namun, struktur isinya sangat mirip pola komik Kindaichi atau Conan. Dua komik ini, yang edisi terjemahannya diterbitkan oleh PT. Elex Media Computindo, sudah beredar puluhan jilid.

DD berisi 12 kasus terpisah, dengan pemeran utama dan sebagian peran pembantu yang sama. Sebagai tokoh “detektif” di buku ini adalah Javit Adityo, pemuda bertubuh kecil, berkacamata minus, dan mahasiswa Fakultas Hukum di sebuah universitas di Depok, Jawa Barat. Tampaknya Javit adalah personifikasi dari Yokie sendiri, yang saat ini kuliah di Fakultas Hukum UI angkatan 2001…

Resensi Buku - KETIKA BARA IRAK MENGGELEGAK

Image
Pengarang : Trias Kuncahyono
Judul : Dari Damascus ke Baghdad
Penerbit : Penerbit Buku Kompas, Jakarta, Februari 2004
Jumlah hlm : xviii + 266 hlm

Pengarang : Trias Kuncahyono
Judul : Bulan Sabit di Atas Baghdad
Penerbit : Penerbit Buku Kompas, Jakarta, April 2005
Jumlah hlm : xxvi + 284 hlm

Pengarang : Trias Kuncahyono
Judul : Irak Korban Ambisi Kaum “Hawkish”
Penerbit : Penerbit Buku Kompas, Jakarta, Juli 2005
Jumlah hlm : l + 266 hlm

Konflik internasional yang mendominasi pemberitaan media massa sejak 2003 hingga sekarang tak pelak lagi adalah konflik di Irak. Mulai dari penyerbuan ilegal (tanpa dukungan resolusi PBB) oleh pasukan Amerika Serikat dan Inggris, 19 Maret 2003, jatuhnya ibukota Baghdad, disusul pendudukan militer di Irak, semua berlangsung cepat. Namun, perang yang sebenarnya justru baru dimulai kemudian, sesudah rezim Saddam Hussein jatuh, dengan bangkitnya perlawanan rakyat terhadap pasukan pendudukan yang dipimpin AS.

Dalam kaitan perkembangan di Irak khususnya dan Timur Tengah …

SERANGAN DIGITAL KE STASIUN TV HIZBULLAH

Image
Oleh Satrio Arismunandar Pada 31 Juli 2006, stasiun televisi Al-Manar milik Hizbullah menjadi korban serangan digital, yang membahayakan sinyalnya selama beberapa menit. Serangan dari pihak Israel ini terjadi, sewaktu siaran berita di Al-Manar sedang berlangsung. Siaran tiba-tiba terganggu dan gambar-gambar para pejuang Hizbullah yang tewas ditunjukkan di layar TV.Sebuah pesan dalam bahasa Arab juga muncul di bawah gambar pemimpin Hizbullah dan tokoh Shiah Lebanon, Sheikh Hassan Nasrallah, yang isinya menuduh Nasrallah sebagai pembohong. Karikatur Nasrallah itu tampil, disertai keterangan gambar berbunyi: “Kamu tinggal menunggu hari” dan “Nasrallah, waktumu sudah habis. Kamu akan segera tidak bersama kami lagi.”Menurut majalah online Israel, Ynetnews.com, serangan itu dilancarkan oleh Unit Intelijen militer Israel atau IDF (Israeli Defence Force), yang di masa lalu sudah beberapa kali berusaha melumpuhkan stasiun TV milik Hizbullah, tetapi belum pernah berhasil.[1]Struktur sistem sia…

CYBER-WAR ANTARA ISRAEL VS. HIZBULLAH

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Perang di dunia maya atau cyber-war antara Israel versus Hizbullah, dengan para sekutu dan simpatisan masing-masing, bukan cuma dalam bentuk upaya mempengaruhi isi wacana chatroom dan menang-menangan suara di berbagai polling pendapat umum. Namun, perang informasi itu telah beranjak ke serangan terhadap situs Web atau institusi pengelola situs itu sendiri.

Cyber-war antara Israel vs. Hizbullah pada Juli-Agustus 2006 hanyalah salah satu episode dari perang panjang, yang sudah dimulai sejak tahun 2000. Meskipun perang di dunia maya ini tidak mengalirkan darah dan tidak perlu mengorbankan jiwa, seperti perang antarmiliter biasa, cyber-war ini melibatkan banyak orang dengan gairah bertarung yang sama kuatnya.

Ribuan kaum muda Israel dan Arab tampaknya terlibat dalam kontes ini. Masing-masing saling mengirim e-mail yang isinya kasar, rasis, dan kadang-kadang berbau pornografi ke pihak lawan. Sedangkan, di antara teman dan kubu mereka sendiri, mereka berbagi informasi …