PENGGALANGAN OPINI PRO-ISRAEL DI WEB


Oleh Satrio Arismunandar

Dengan perkembangan teknologi informasi dan keberadaan media baru Internet, Israel pun dengan sigap memanfaatkannya untuk perang opini dan propaganda. Menyadari bahwa aksi agresinya ke Lebanon, Juli-Agustus 2006, memicu banyak kecaman dari masyarakat internasional, Kementerian Luar Negeri Israel berupaya mengalahkan apa yang disebutnya sebagai “bias negatif” dan “gelombang propaganda pro-Arab” terhadap Negara Yahudi tersebut.

Caranya, dengan mengajak warga Yahudi atau para pendukung Israel di seluruh dunia untuk aktif bergerilya di dunia maya, serta mematahkan opini siapa pun yang dianggap memojokkan Israel. Untuk perang informasi di dunia maya, Israel pun meluncurkan situs giyus.org. Giyus merupakan akronim dari Give Israel Your United Support (Berikan Dukungan Kompak Anda untuk Israel). Selain menggunakan bahasa Inggris, situs ini juga menggunakan versi bahasa Hebrew (Ibrani), Spanyol dan Perancis.

Para “prajurit cyber” Israel sangat sadar akan arti penting kemenangan lewat perang informasi. Tak heran, jika di situs giyus.org itu terpampang tulisan: Today's conflicts are won by public opinion. Now is the time to be active and voice Israel's side to the world (konflik-konflik dewasa ini dimenangkan lewat opini publik. Sekarang adalah saatnya untuk aktif dan menyuarakan sisi pihak Israel kepada dunia). Di situs giyus.org ini juga tersedia perangkat lunak yang bisa di-download dan diinstal secara gratis, bernama Megaphone.

Perangkat lunak ini dimanfaatkan untuk melacak artikel dan polling pendapat yang tersebar di dunia maya, khususnya yang bersifat kritis terhadap kebijakan atau kepentingan Negara Yahudi Israel. Berkat perangkat ini, ribuan orang Yahudi di seluruh dunia bisa digalang untuk ikut survei di suatu situs web, dan memberikan suara yang pro-kebijakan Israel. Atau mereka secara beramai-ramai dapat membantai opini yang berkembang di situs-situs media liberal, yang kritis terhadap kebijakan politik Israel, khususnya dalam kasus agresi Israel ke Lebanon, tahun 2006.

Kementerian Luar Negeri Israel bahkan telah memerintahkan para diplomat mudanya untuk melacak dan mengamati berbagai situs web dan chatroom. Dari situ, jaringan kelompok-kelompok di AS dan Eropa, yang beranggotakan ratusan ribu aktivis Yahudi, dapat mengisinya dengan pesan-pesan yang mendukung posisi Israel.[1]

Ketika agresi Israel ke Lebanon sedang berlangsung, pada minggu terakhir Juli 2006, hampir 5.000 anggota Serikat Mahasiswa Yahudi Dunia atau WUJS (World Union of Jewish Students) telah men-download perangkat lunak Megaphone. Mereka mempengaruhi isi chatroom atau polling Internet, dengan cara memasukkan pandangan-pandangan yang berlawanan dari isi yang semula kritis pada Israel. Sebuah tim mahasiswa di Jerusalem menelusuri web pada sebuah host, yang menggunakan berbagai bahasa, untuk menandai situs-situs tertentu yang akan dijadikan sasaran.

Anggota kelompok mahasiswa internasional, Jonny Cline, mengatakan, para mahasiswa dan kelompok pemuda Yahudi, dengan pemahaman mereka terhadap lingkungan web, sengaja ditempatkan untuk memberi “pandangan yang berbeda” (baca: pandangan pro-Israel) dalam perdebatan yang berlangsung di dunia maya.

"Kami mengatakan pada orang-orang ini bahwa jika Israel dikecam, jangan berdiam saja. Lawanlah!" ujar Cline. "Sebuah polling pendapat seperti di CNN hanya butuh beberapa detik untuk memberikan suara. Namun, jika ribuan orang sambil bagian, hasilnya akan berubah. Yang vital adalah bahwa wajah internasional dari konflik itu dibuat berimbang (baca: menguntungkan posisi Israel).”[2]

Kementerian Luar Negeri Israel harus menghindari keterlibatan langsung dengan kampanye itu. Namun, kementerian ini mengadakan kontak dengan kelompok-kelompok Yahudi dan Kristen evangelis internasional, serta mendistribusikan paket-paket informasi via Internet.

Amir Gissin, Direktur Humas kementerian ini, menyatakan: “Internet telah menjadi alat utama untuk berita, membentuk pandangan dunia dari jutaan orang. Problem kami adalah media asing menunjukkan penderitaan orang Lebanon, bukan orang Israel. Kami menerobos filter itu dengan mendistribusikan gambar-gambar yang menunjukkan, bagaimana warga di Israel Utara menderita akibat serangan roket-roket Katyusha (oleh Hizbullah).”

[1] Untuk lebih lengkapnya, lihat: http://expresscheckout.wordpress.com/2006/08/02/israels-cyber-war-campaign/.
[2] Lihat http://www.rys2sense.com/anti-neocons/viewtopic.php?p=13823..13823

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI