Posts

Showing posts from October, 2006

Puisi - GADIS SEKELEBAT

Image
Aku selalu melihatnya sekelebat di newsroom
di aula makan karyawan di basement Bank Mega
di lobby tempat menunggu mobil liputan
di elevator kantor Trans TV
di papan reklame sebelah masjid Pasar Minggu
di hari-hari sibukku
di hari-hari sepiku
Dia gadis yang selalu berkelebat dalam ingatanku

Trans TV, Oktober 2006
Satrio Arismunandar

KONVERGENSI MEDIA

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Convergence: Konvergensi; pengertian harfiahnya adalah dua benda atau lebih bertemu/bersatu di suatu titik; pemusatan pandangan mata ke suatu tempat yang amat dekat.

Secara umum, konvergensi adalah penyatuan berbagai layanan dan teknologi komunikasi serta informasi (ICTS – Information and Communication Technology and Services).

Dalam arti paling umum, konvergensi berarti runtuhnya penghalang lama yang sebelumnya memisahkan ICTS menurut sejumlah dimensi: antara industri dan industri, antara aplikasi dan aplikasi, antara produser dan konsumen, antara negara dan negara.
Masing-masing mempengaruhi kepemilikan minoritas, penggunaan dan akses teknologi informasi (IT) dengan berbagai cara.

Industri-Industri: Konvergensi teknologi-teknologi baru melenyapkan perbedaan fundamental antara berbagai industri: Antara industri telepon dan industri komputer, antara pencipta content (isi pesan) dan pentransmisinya, dll. Industri-industri yang dulunya berbeda dan terpisah, kini ber…

DIVERSITAS DAN PEMBERITAAN MEDIA

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Diversity : Diversitas, keanekaragaman, perbedaan

Diversitas, baik di Amerika maupun di negara-negara lain, merujuk ke perhatian, nilai-nilai, minat, kepentingan dan perspektif dari kelompok-kelompok yang lebih kecil (sub-groups) dalam masyarakat yang lebih besar, serta hakikat hubungan mereka dengan masyarakat yang lebih besar.

Hubungan itu dapat menyangkut sejumlah perbedaan, antara lain:

Diversitas Lokal: Ini merujuk ke ikatan yang dirasakan orang terhadap desa, kota, atau daerahnya, dan kepada berita dan informasi yang melaporkan tentang dan mencerminkan kepentingan dan nilai-nilai lokal. Kepentingan dan nilai-nilai lokal ini sering dicerminkan dalam dan paling baik diekspresikan lewat suratkabar, stasiun radio dan televisi yang dikelola dan dimiliki lokal.

Diversitas Etnis/Rasial (Kultural): Ada tradisi lama di Amerika di mana para imigran baru mempublikasikan dalam bahasa lokalnya, seperti Jerman, Polandia, Yahudi atau Spanyol.

Diversitas Religius: Ada tradis…

BANK UNTUK ORANG MISKIN

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Krisis ekonomi dan berbagai kesalahan penanganannya telah menambah jumlah rakyat miskin di Indonesia. Untuk mengurangi jumlah rakyat miskin ini, Indonesia tak perlu mengikuti ”titah” Dana Moneter Internasional (IMF), yang anjurannya lebih banyak tidak nyambung dengan kondisi nyata rakyat kita. Sebaliknya, Indonesia mungkin justru harus belajar pada negara yang lebih miskin dari kita: Banglades!

Kok Banglades? Begini ceritanya. Seperti juga di Banglades, puluhan juta rakyat miskin kita tinggal di pedesaan, dan sebagiannya lagi terlibat dalam berbagai sektor usaha mikro. Untuk mengangkat taraf kehidupan mereka, perlu dukungan modal. Namun bank-bank yang ada enggan memberi kredit tanpa jaminan (collateral), misalnya: tanah. Padahal, persoalan rakyat miskin justru tiadanya kemampuan menyediakan jaminan tersebut.

Maka yang terjadi adalah lingkaran setan kemiskinan: pendapatan rendah—tabungan rendah—investasi rendah—pendapatan rendah (lagi)—d…

RISET MUSIK UNTUK STASIUN RADIO DAN MEDIA SIARAN

Image
Foto: Crew JELAJAH dan SISI LAIN Trans TV sehabis taping di Bali, 2005

Riset musik penting bagi penjadwalan program stasiun radio. Tujuannya adalah agar audience mendapat suguhan musik yang mereka sukai, dan menyisihkan lagu-lagu lama yang sudah membosankan.

Untuk riset ini, kepada audience atau sample audience diperdengarkan segmen singkat dari lagu bersangkutan atau hook (sekitar 5-15 detik, sekadar cukup bagi audience untuk mengenali lagu yang diperdengarkan). Dari riset ini, stasiun radio mengetahui, lagu mana yang disukai dan tidak disukai pendengar. Tapi tidak bisa menentukan, seberapa sering suatu lagu harus diputar. Riset ini juga tak berlaku untuk lagu-lagu yang baru dirilis.

Metode Riset Musik ada dua:

Testing Auditorium: Sekitar 75-100 audience ditempatkan dalam ruang tertentu dan diperdengarkan segmen lagu-lagu dimaksud. Persyaratan bagi audience yang ikut tes ini ditentukan oleh stasiun radio (misalnya, usia 25-40 tahun, dan mereka diberi honor untuk partisipasinya.) Dalam wa…

RISET RATING DAN RISET NON-RATING DI MEDIA ELEKTRONIK

Image
Foto: Crew SISI LAIN Trans TV (lama) dalam acara taping di Kuta, Bali.

Studi riset media elektronik terbagi dalam dua kategori utama: riset rating dan riset nonrating.

Riset Rating:

Ketika radio mulai populer pada 1920-an, dan para pengiklan mulai melihat potensinya untuk menarik pelanggan, mereka menghadapi problem untuk mengukur jumlah audience. Berbeda dengan media cetak, yang memiliki angka sirkulasi yang jelas, media elektronik tak punya data penonton yang memadai, kecuali angka perkiraan. Surat sukarela dari pendengar radio adalah sumber data pertama, namun sukarelawan jelas tidak mewakili audience umum.

Dari sinilah, mulai dikenal studi rating dengan pengambilan sample dari audience. Studi rating ini untuk waktu-waktu mendatang masih akan terus digunakan, namun ada beberapa hal mendasar yang perlu diketahui tentang sistem rating:
Rating hanyalah pendekatan atau perkiraan dari ukuran jumlah audience. Rating ini tidak mengukur kualitas program atau pendapat tentang program.
Rating tida…

RISET DAN PERANANNYA DI INDUSTRI MEDIA CETAK

Image
Foto: Crew program SISI LAIN lama dalam taping di Kuta, Bali.


Riset ilmiah punya peran dalam perkembangan industri media dan manajemen industri media. Khususnya, di media cetak (suratkabar). Jenis riset itu, antara lain:

Riset Pembaca (Readership Research):

Studi pembaca dilakukan di AS menjelang dan menyusul terjadinya Perang Dunia II. Perintisnya adalah George Gallup, dengan metode wawancara personal, di mana pembaca disodori suratkabar dan diminta menunjukkan artikel-artikel yang mereka baca.
Riset pembaca menjadi penting bagi manajemen selama 1960-an dan 1970-an, ketika tingkat sirkulasi suratkabar di daerah metropolitan mulai mendatar dan bahkan menurun.
Saat ini, riset pembaca suratkabar terutama dibagi dalam lima jenis: Profil pembaca, studi seleksi-item, studi pembaca-nonpembaca, studi uses and gratifications, dan perbandingan redaktur -pembaca.

1. Profil Pembaca:

Studi ini memberikan rangkuman demografis pembaca untuk suatu penerbitan (seperti: usia, jenis kelamin, pendidikan, penda…

KECENDERUNGAN PINDAH BAGI PEKERJA DI MEDIA TELEVISI SWASTA

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Latar belakang mereka yang baru masuk dan bekerja di industri media massa, khususnya media televisi, bermacam ragam. Ada yang berasal dari kalangan ekonomi lemah, atau dari keluarga yang betul-betul susah. Sebaliknya, juga ada yang berasal dari kalangan ekonomi atas, atau dari keluarga yang betul-betul kaya dan berkecukupan.

Di antara dua ujung ekstrem ini, banyak pekerja di media TV yang berasal dari keluarga tingkat ekonomi menengah. Kalau mau dibilang susah, ya hidup mereka sebenarnya tidak susah-susah banget. Tetapi, kalau mau mengaku kaya, ya tidak pas juga.

Menurut seorang praktisi Human Capital Trans TV, yang dituturkannya kepada saya, pada 3 Oktober 2006, persentase tertinggi kelompok karyawan yang “tidak stabil” alias cenderung mudah pindah kerja ke perusahaan lain umumnya berasal dari kalangan menengah ini. Mengapa demikian? Ada beberapa asumsi.

Mereka yang berasal dari kalangan bawah, cenderung bertahan karena kebutuhan ekonomi yang besar. Mereka cende…