KONVERGENSI MEDIA



Oleh: Satrio Arismunandar

Convergence: Konvergensi; pengertian harfiahnya adalah dua benda atau lebih bertemu/bersatu di suatu titik; pemusatan pandangan mata ke suatu tempat yang amat dekat.

Secara umum, konvergensi adalah penyatuan berbagai layanan dan teknologi komunikasi serta informasi (ICTS – Information and Communication Technology and Services).

Dalam arti paling umum, konvergensi berarti runtuhnya penghalang lama yang sebelumnya memisahkan ICTS menurut sejumlah dimensi: antara industri dan industri, antara aplikasi dan aplikasi, antara produser dan konsumen, antara negara dan negara.
Masing-masing mempengaruhi kepemilikan minoritas, penggunaan dan akses teknologi informasi (IT) dengan berbagai cara.

Industri-Industri: Konvergensi teknologi-teknologi baru melenyapkan perbedaan fundamental antara berbagai industri: Antara industri telepon dan industri komputer, antara pencipta content (isi pesan) dan pentransmisinya, dll. Industri-industri yang dulunya berbeda dan terpisah, kini berkonvergensi menjadi industri yang lebih tercampur dan terpadu, baik lewat merger, akuisisi, dan persaingan pasar.

Aplikasi-Aplikasi: Konvergensi ini paling dirasakan oleh konsumen, ketika mereka secara pribadi merasakan runtuhnya pemisah antara berbagai teknologi dan aplikasi komunikasi dan informasi. Teknologi telepon, misalnya, kini sudah bercampur dengan mesin penjawab, fax, photocopy, printer, scanner, Internet. Handphone juga bisa digunakan untuk menerima e-mail dan melakukan transaksi perbankan. Kini banyak piranti informasi bisa melakukan apa saja.

Produser-Konsumen: Yang terutama penting bagi kalangan minoritas adalah perkembangan Internet telah membongkar tembok pemisah antara produser (pembuat pesan) dan konsumen. Kini siapa saja bisa membuat dan mengirim pesan lewat Internet ke audience yang jauh lebih besar. Dan pesan yang dibuat itu tidak melalui saringan dari pihak pemerintah ataupun swasta komersial.

Negara-Negara: Konvergensi ini menembus batas teritorial negara dan batas “budaya nasional”. Infrastruktur Informasi Nasional pada dasarnya telah berkembang menjadi infrastruktur informasi global. Kelompok-kelompok etnis tetap bisa berhubungan dengan “tempat tinggalnya”, yang menghubungkan masyarakat Minang yang tinggal dan hidup di Amerika dengan masyarakat Minang di kampung asalnya di Sumatra Barat.

Persoalan yang muncul:
Apakah konvergensi menjurus ke kompetisi (persaingan antarmedia dan media yang lebih beranekaragam) atau konsentrasi (penumpukan kepemilikan media dan monopoli)?
Ada dua pandangan:
Konvergensi mendorong terjadinya kompetisi yang lebih besar
Konvergensi mendorong terjadinya konsentrasi yang lebih besar

Konvergensi mendorong terjadinya kompetisi yang lebih besar

Digitalisasi membuka seluruh pasar bagi kompetisi, dengan merendahkan prasyarat masuk (entry barrier). Bahan mentah (raw masterial) bagi semua industri media ini kini adalah nol-dan-satu yang didigitalkan.
Jika media-media ini diibaratkan ikan, memang ada ikan-ikan yang jadi lebih gemuk karena memakan ikan-ikan lain. Tetapi ukuran kolam ikannya sendiri juga semakin besar. Ini berarti tingkat konsentrasi media tidak menjadi lebih besar, dan mungkin justru makin berkurang.

Konvergensi mendorong terjadinya konsentrasi yang lebih besar

Terjadinya banyak merger antar media, mendorong konsentrasi kepemilikan. Contoh, 75 persen dari seluruh suratkabar Amerika dimiliki oleh jaringan suratkabar nasional, dan empat dari jaringan tersebut mengontrol 21 persen pasar.
Kepemilikan silang perusahaan media dengan perusahaan non-media (perusahaan minyak, energi nuklir, dsb), membuat perusahaan media kurang kritis terhadap praktik perusahaan-perusahaan non-media yang “bersaudara” dengannya. ***

Comments

imamulki@gmail.com said…
Mas Satrio yang pandai menulis, perkenalkan saya adalah pengembara visual yang hanya dapat mengungkapkan kata2 lewat visual & sangat sulit menguraikan dengan kata2. Maksudnya sih, ehm.. boleh gak saya pinjem kata2nya utk disadur di website saya... hehehe.. makasih.

abah
Kalyani Site said…
Mas, saya ambil tulisannya untuk memperkaya makalah. Makasih
Joy Poniman said…
Mas Satrio, mohon ijin ya..saya ambil tulisan mas ini buat bahan kuis saya...makasiihhh..
Nico said…
mas mohon izin ya, menulis ulang beberapa kata mas untuk dijadikan bahan tugas kuliah stadium generale saya..makasih mas..
mas yang ganteng, mohon perkenankan saya pinjem artikelnya ini buat tambahan materi presentasi saya ya.. terimakasih :D
rizkinaadestya said…
Mas, saya ambil tulisannya untuk tambahan materi tugas saya yaaaa.....trima kasih banyak mas, Terus Berkarya ^_^
hari indrawan said…
kalau bisa kepustakaannya diperjelas, biar bisa di copas jadi referensi, hehehe

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI