Puisi - GADIS SEKELEBAT



Aku selalu melihatnya sekelebat di newsroom
di aula makan karyawan di basement Bank Mega
di lobby tempat menunggu mobil liputan
di elevator kantor Trans TV
di papan reklame sebelah masjid Pasar Minggu
di hari-hari sibukku
di hari-hari sepiku
Dia gadis yang selalu berkelebat dalam ingatanku

Trans TV, Oktober 2006
Satrio Arismunandar

Comments

Mimay said…
I can feel you. I can feel you. Good words. Luv this one a lot!
Mimay said…
I can feel you. ;)
Lovely words. Luv this one a lot!
udin said…
siapa gadis itu mas Rio?

sang mantan pacarkah, hehehe

lam kenal dari saya, Udin dari Semarang
hendra said…
ayah yang baik, putrinya udah berusia berapa tahuan? btw, mas yg nulis buku catatan bagdad yah?
Anonymous said…
Hai Mas Satrio,

Ini Ika. Ika Dewi Ana. Dulu pernah ketemu waktu Mas Satrio masih di Harian Pelita, dan kita sama-sama jadi pemenang Karya Tulis Kedirgantaraan Indonesia, 1986. Dulu masih SMA, sekarang sudah tua. He. He. Buku catatan saya barusan diterbitkan Mas Taufik Rahzen, judulnya "Tuntutlah Ilmu Sampai ke Nippon".

Kebetulan saja google nama kawan-kawan lama, dan nemu blog ini. Menarik.

Selamat, salam, dan doa dari Nijmegen.

Ika Dewi Ana
Anonymous said…
Hai Mas Satrio,

Ini Ika. Ika Dewi Ana. Dulu pernah ketemu waktu Mas Satrio masih di Harian Pelita, dan kita sama-sama jadi pemenang Karya Tulis Kedirgantaraan Indonesia, 1986. Dulu masih SMA, sekarang sudah tua. He. He. Buku catatan saya barusan diterbitkan Mas Taufik Rahzen, judulnya "Tuntutlah Ilmu Sampai ke Nippon".

Kebetulan saja google nama kawan-kawan lama, dan nemu blog ini.

Selamat, salam, dan doa dari Nijmegen.

Ika Dewi Ana

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)