RISET MUSIK UNTUK STASIUN RADIO DAN MEDIA SIARAN



Foto: Crew JELAJAH dan SISI LAIN Trans TV sehabis taping di Bali, 2005

Riset musik penting bagi penjadwalan program stasiun radio. Tujuannya adalah agar audience mendapat suguhan musik yang mereka sukai, dan menyisihkan lagu-lagu lama yang sudah membosankan.

Untuk riset ini, kepada audience atau sample audience diperdengarkan segmen singkat dari lagu bersangkutan atau hook (sekitar 5-15 detik, sekadar cukup bagi audience untuk mengenali lagu yang diperdengarkan). Dari riset ini, stasiun radio mengetahui, lagu mana yang disukai dan tidak disukai pendengar. Tapi tidak bisa menentukan, seberapa sering suatu lagu harus diputar. Riset ini juga tak berlaku untuk lagu-lagu yang baru dirilis.

Metode Riset Musik ada dua:

Testing Auditorium: Sekitar 75-100 audience ditempatkan dalam ruang tertentu dan diperdengarkan segmen lagu-lagu dimaksud. Persyaratan bagi audience yang ikut tes ini ditentukan oleh stasiun radio (misalnya, usia 25-40 tahun, dan mereka diberi honor untuk partisipasinya.) Dalam waktu 60-90 menit, kepada responden dites antara 200-400 hook. Tapi pada 300 hook, biasanya responden sudah lelah, dan di atas 300 hook hasilnya tak bisa diandalkan.

Riset call-out: Responden yang dipilih secara acak ditelepon, dan diberi instruksi yang sama seperti dalam Testing Auditorium. Kepada mereka diperdengarkan hook tertentu, dan diminta memberi komentar langsung lewat telepon pada pewawancara. Keterbatasan cara ini adalah maksimal hanya bisa dites 20 hook. Namun cara ini lebih murah ketimbang Testing Auditorium.
Berbagai riset lain bagi stasiun siaran menyangkut:

Station image: Manajemen stasiun perlu tahu tentang bagaimana pandangan publik terhadap stasiun dan layanannya. Salah persepsi oleh publik terhadap stasiun itu bisa menurunkan jumlah audience, dan ujung-ujungnya adalah turunnya pendapatan iklan. Riset ini diadakan secara periodik, untuk mengetahui bagaimana publik memposisikan stasiun itu di pasar.

Advertiser (account) analysis: Untuk meningkatkan nilai layanan kepada pengiklan, banyak pengelola stasiun memberi kuesioner kepada eksekutif bisnis setempat. Info yang diperoleh dari kuesioner ini digunakan untuk membantu menulis narasi iklan yang lebih efektif dan proposal iklan yang lebih baik.

Account executive research: Manajer stasiun radio dan televisi mengadakan survey terhadap personel agency periklanan, biasanya para pembeli, untuk mengetahui bagaimana pandangan mereka terhadap sales executive stasiun bersangkutan.

Sales research: Riset ini diadakan bagi client lokal, untuk meningkatkan penjualan (sales). Misalnya, sebuah stasiun mengadakan riset tentang citra perbankan di kawasan setempat, dan hasilnya digunakan untuk membuat proposal periklanan ke bank-bank bersangkutan.

Diversification analysis: Tujuan setiap bisnis adalah untuk berkembang dan mencapai keuntungan yang lebih tinggi. Untuk mencapai tujuan ini, sebagian besar stasiun siaran dan perusahaan mengadakan berbagai studi, untuk menentukan ke mana investasi harus dilakukan. Misalnya, apakah stasiun radio lain harus dibeli? Jenis aktivitas lain mana yang layak didanai? Dst…

Dirangkum dari berbagai sumber oleh: Satrio Arismunandar

Comments

Sadkin said…
Salut. Salam Kenal. Rumah Kiri, Sadikin.

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI