Surat - RAKYAT INDONESIA YANG LUAR BIASA

Untuk kesekian kalinya, rakyat Indonesia (baca: rakyat kecil) menunjukkan kesabaran dan komitmen yang luar biasa, serta pengorbanan yang tak terkira, untuk apa yang disebut para pejabat kita sebagai “kepentingan nasional.” Yaitu kunjungan Presiden AS George W. Bush ke Bogor, pada 20 November 2006.

Koran “Warta Kota” (Selasa, 21/11) memberitakan, kalau dihitung secara uang, kerugian yang diderita pedagang kecil, pengelola angkot (ada 3.100 armada), bus kota, factory outlet, dan berbagai akitivitas lain yang terpaksa harus dihentikan akibat kunjungan Presiden George W. Bush ke Bogor, mencapai Rp 100 milyar. Menurut pengamatan Warta Kota, sekitar 90% aktivitas ekonomi itu berhenti sejak Minggu malam.

TV kita pagi tadi memberitakan, ada empat ibu hamil yang dengan susah payah ke rumah sakit, karena tiada angkutan hari itu (jalur ditutup). Mereka harus jalan kaki. Ironisnya, ada satu ibu hamil yang setengah mati untuk sampai ke RS, padahal jarak ke RS cuma 100 meter. Apa pasal? Ternyata karena jalan ke RS itu masuk dalam ring pengamanan 2, yang tak bisa ditembus karena ditutup dan dijaga ketat aparat keamanan.

Kita belum menghitung berapa kerugian karena tidak beroperasinya sinyal handphone selama beberapa jam. Kantor yang tidak beroperasi karena karyawannya (terpaksa) tak masuk kantor akibat sulitnya angkutan. Helipad yang dibangun di kebun raya Bogor, dan sempat menyulut kontroversi, akhirnya juga tidak terpakai.

Saya hanya bisa berdoa, semoga Allah SWT berkenan memberi pahala yang setimpal dan berlipat ganda untuk pengorbanan mereka.

Hidup rakyat Indonesia!

Satrio Arismunandar
Warga RT 02 RW 27 di Depok II Tengah,
Antara Bogor - Jakarta

Comments

Anonymous said…
Assalamualaikum wr wb

Salam kenal..

Bang Satrio... nggak tahu kenapa saya kok selalu ngintip weblognya Bang Satrio... mungkin karena memang isinya yang luar biasa atau juga ulasanya yang memikat. nggak tahu deh.. pokoknya saya selalu ngintip deh tulisannya Bang Satrio.

Wassalam

Olas Novel
Qom
RII [Islam Alternatif]
Emang bener Mas...Saya juga heran kenapa orang Bali gak pernah mau ngangkat peristiwa bom bali. Mereka bilang usdah memaafkan, tapi kejelasan kan perlu untuk dipelajari. Dan orang-orang Bogor, Bali dan seantero Indonesia mesti belajar memaafkan sambil menyatakan sikap.

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)