NEW FENOMENA YANG TANPA "ESEK-ESEK"


(Catatan dari Raker News Magazine – 22-23 Desember 2006)

Pengantar

Fenomena adalah program Majalah berita yang menyuguhkan informasi seputar sisi kehidupan kota Metropolitan yang sesungguhnya. Informasi dalam FENOMENA ditujukan untuk memenuhi kebutuhan intelektual dan emosional pria, namun dapat dinikmati kaum wanita.

Fenomena pertama kali tayang tanggal 4 April 2003 pukul 23.00 WIB di Trans TV. Satu episode berisi satu tema yang menyajikan visualisasi dan informasi dari berbagai nara sumber, sehingga diharapkan dalam satu episode, pemirsa memperoleh informasi secara utuh dan menyeluruh.

Saat ini (Desember 2006), Fenomena ditayangkan ulang (re-run) di Trans-7 (dulu TV7) pukul 23.30 – 24.00 WIB. Oleh pimpinan TransTV, kami diberi tugas untuk merancang ulang program Fenomena dengan format baru, yang akan ditayangkan di Trans-7 mulai 1 Januari 2007.

Konsep Fenomena Lama dan Baru :

Wilayah Tema (lama) :
1. Kehidupan remang-remang kota besar
2. Trend Lifestyle yang sedang dibicarakan warga kota, yang berpotensi mengubah Lifestyle sebelumnya.
3. Perilaku seks yang tadinya hanya bisa dibicarakan secara bisik-bisik, kemudian dapat disajikan lebih transparan.
4. Kisah penelusuran reporter Fenomena yang mengungkap lokasi-lokasi kehidupan malam yang menjadi pilihan favorit para pencari kenikmatan sesaat, maupun pertemuan dengan narasumber-narasumber dari dunia malam (Fenomena D’Journey).

Wilayah Tema (baru) :
1. Trend Lifestyle yang sedang dibicarakan warga kota, masih bisa diliput. Namun Lifestyle di sini maknanya luas, tidak diartikan atau difokuskan pada kehidupan malam dan “esek-esek." Fenomena Baru bisa mengangkat, misalnya, fenomena sosial di perkotaan.
2. Sebetulnya masih banyak tema yang bisa digarap. Sejumlah tema eks Fenomena lama masih bisa digunakan, seperti The Legend (Menyajikan sosok-sosok yang menjadi mitos atau legenda. Mengapresiasi dari segala sisi, kehidupan, jejak karya, pencapaian, mitos, hingga legenda yang melingkupi mereka).
3. Berkembangnya/bergesernya selera penonton, ditambah berbagai kritik dan kecaman dari KPI dan kelompok-kelompok masyarakat, mendorong tim New Fenomena meninggalkan tema “esek-esek”, yang sebelumnya justru dijadikan andalan.
4. Kisah penelusuran reporter Fenomena dan atau Host. Namun, tujuannya bukan mengungkap lokasi-lokasi kehidupan malam. Melainkan, di sini, reporter dan atau Host bersama-sama mengeksplorasi atau menggali masalah sosial, tokoh (legendaris), atau budaya, lewat dialog atau wawancara.

Produksi (lama & baru)
Presenter : outdoor/ indoor, recorded
Paket Liputan : dubbed, edited.

Hari dan waktu tayang
Senin-Jumat, pk. 23.30 s.d. 24.00 wib (durasi 30 menit)

Host
Ine Febriyanti (masih harus ditambah, minimal 1 host lagi)

Segmentasi
Tiga segment

Analisis SWOT :

Kekuatan:
1. Brand Fenomena cukup kuat dan sudah dikenal.
2. Dedikasi, motivasi dan kerja keras tim New Fenomena yang ada sekarang sangat tinggi.
3. Hubungan antar crew Fenomena relatif baik. Tak ada konflik/friksi yang berarti.

Kelemahan:
1. Tidak ditunjang fasilitas/peralatan yang memadai. Banyak kamera, tripod, dll yang sudah “busuk” dan harus dipensiunkan (pernah dalam satu taping, kamera jatuh karena salah satu kaki tripod “dol” dan hanya direkatkan dengan pita isolatip).
2. Crew New Fenomena tidak terlibat dalam perencanaan slot ataupun rapat, karena di stasiun lain (Trans-7).
3. Jumlah tim sangat kurang untuk program striping. Hanya ada 5 tim, padahal perlu minimal 8 tim.
4. Jumlah Asprod visual kurang 1.
5. Jumlah Production Assistant (PA) kurang 1.
6. Tak ada Researcher permanen.
7. Perlu ada UPM yang tidak terpecah perhatiannya ke banyak program lain.
8. Kadang-kadang sulit menjelaskan ke narasumber, soal crew dari TransTV kok programnya ditayangkan di TV lain. Kalau memberi souvenir, kaos, dll ke narasumber, semua juga berlogo TransTV (bukan Trans-7).

Peluang :
1. Sejauh ini belum terlihat program di stasiun TV lain, yang persis sama dengan kemasan New Fenomena yang sedang digarap.
2. Namun, untuk jujurnya, New Fenomena masih terus melakukan penyesuaian di sana-sini, sambil memantapkan format/kemasan yang mau dibentuk.

Ancaman :
1. Tindakan/langkah para kompetitor tetap harus diwaspadai.
2. Gugatan KPI dan aksi protes kelompok masyarakat lain masih berpengaruh, tapi sudah diatasi dengan kita menjauhi tema “esek-esek.”

Tim New Fenomena, Desember 2006:

Producer : Satrio Arismunandar
Asprod : Anie Rahmi
Agus Taqwa (Dodot)

Reporter : Priscilla Setyawati
Ida Ayu Okta
Alia Fauzia
RR. Ratih Dewanti
Gede Satria

Campers : Iqbal Alaik
Raden Harris
Dody Nasution
Novalia Santiago
Bobby Kurniawan (VJ)

PA : Novari Mursita
UPM : Oktri Sunarni

Comments

Anonymous said…
Selamat ya Mas Rio,

Saya menonton (secara tidak sengaja) acara Fenomena di Trans7 semalam (06/02/07), lebih dari 15 menit. Saya cukup terkejut dengan liputan ringan tapi dalam tentang etnis Betawi.

Saya juga rada terkejut, setelah baca di postingan Anda, producer Fenomena adalah Anda. (maafkan, semalam saya tak menyelesaikan nonton acara ini sampai tuntas. Kalau saya terkesan, bahkan credit-title di akhir acara, suka saya pelototin.) Kenapa saya rada terkejut, karena setahu saya, Anda tipe orang yg -- maafkan bila salah -- cara berfikirnya agak "Hitam Putih" (sesuai nama acara yg anda produseri?)

Benar liputan Betawi semalam itu karya Anda? Kalau benar, berarti saya boleh agak berharap pada The New Fenomena, dan tentu saja Anda.

Sekali lagi selamat, dan semoga tetap mendalam!

Salam.

PS. ohya, saya main ke blog Anda, setelah membaca posting di Pantau. Anda sebentar lagi ke FIlipina. Selamat for your new phenomenon of fate (hehe, Anda menulis ini perjalan nasib Anda. Tapi, terus gimana dong dengan The New Fenomena?

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)