Posts

Showing posts from July 28, 2006

KORAN "TEMPO" DAN GERAKAN REFORMASI

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Sepanjang tahun 2003 hingga Februari 2004 ini tampaknya menjadi “tahun bencana” bagi pers Indonesia. Sejumlah jurnalis tewas ketika meliput konflik di Aceh. Salah satunya adalah jurnalis RCTI, Ersa Siregar, yang tewas dalam baku tembak antara TNI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Desember 2003. Kamerawan RCTI, Ferry Santoro, hingga saat artikel ini ditulis masih ditawan oleh gerilyawan GAM.

Di sisi lain, sejumlah institusi media dan para pengelolanya mendapat cobaan berat. Mereka dihantam lewat jalur hukum, dengan tuduhan “pencemaran nama baik.” Bisa Hanya kasus Texmaco lawan Harian Kompas, yang relatif bisa diselesaikan dengan baik. Texmaco mencabut kembali tuntutannya kepada Kompas. Namun, dalam kasus-kasus lain, media massa betul-betul “dilibas”.

Koran Tempo adalah yang divonis paling keras. Dalam kasus tuduhan pencemaran nama baik Texmaco dan bos Grup Texmaco Marimutu Sinivasan, Koran Tempo divonis bersalah, dan harus menyiarkan permintaan maaf di sejumlah med…

LIPUTAN TENTANG LINGKUNGAN DAN PERLINDUNGAN SATWA LIAR DI MEDIA TV

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Agaknya banyak orang akan sepakat, jika dikatakan bahwa lingkungan hidup adalah masalah penting, karena berkaitan dengan masa depan bumi kita dan kelangsungan hidup umat manusia yang ada di bumi. Dalam jangka yang lebih dekat, isyu lingkungan berkaitan dengan nasib anak cucu kita, karena merekalah yang akan mewarisi langsung berbagai masalah lingkungan dan langkah solusi yang kita lakukan sekarang.

Namun, jarak antara retorika dan praktek, ternyata cukup jauh. Hal ini terlihat jika kita memantau liputan media massa di Indonesia. Dari segi kuantitas, isyu lingkungan jarang diangkat dan kalah dengan isyu politik, sosial-ekonomi, kriminalitas, hiburan, mistik, dan sebagainya. Sebagai praktisi media televisi, dalam tulisan ini penulis akan lebih menyorot liputan lingkungan umumnya, dan masalah perlindungan satwa liar khususnya, di media televisi.

Penulis mencoba melakukan survei kecil, dengan mengamati program acara yang ditayangkan oleh empat stasiun televisi utama…

KAMPANYE ANTI-SERIKAT KARYAWAN DI MEDIA INDONESIA

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Kalau pemilik perusahaan menentang pembentukan serikat karyawan, itu soal biasa. Tetapi kalau karyawan, apalagi karyawan itu seorang wartawan senior yang bukan pemilik dan tidak punya saham sepeser pun, berkampanye menolak pembentukan serikat karyawan, itu tampaknya cuma terjadi di Media Indonesia.
Kasus di MI bermula sesudah Harian Kompas meresmikan didirikannya unit Serikat Pekerja pada 16 Februari 2001, dengan persetujuan dari pimpinan Kelompok Kompas-Gramedia, Jakob Oetama. Berita ini dimuat di detik.com, lalu dikutip di milis AJI, dan akhirnya sampai ke tangan karyawan MI.

Pada 23 Februari 2001, terjadi diskusi di antara sejumlah staf Litbang tentang perlunya serikat karyawan, yang selama tidak pernah ada di MI. Yang ada hanya koperasi karyawan (Kokarmindo). Sebagai anggota AJI yang pernah jadi pengurus serikat karyawan, saya –yang saat itu menjabat Asisten Kalitbang MI—membantu membuatkan surat pengantar untuk pengumpulan tanda tangan, untuk menjajaki seber…