Posts

Showing posts from August 4, 2006

TAHAPAN WAWANCARA

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Persiapan.
Banyak orang sering meremehkan tahapan awal ini, padahal tanpa persiapan yang baik wawancara tidak akan menghasilkan sesuai harapan. Persiapan teknis, seperti tape recorder untuk merekam wawancara, notes, kamera, dan sebagainya. Wartawan umumnya menggunakan catatan tertulis (notes) dan tidak boleh terlalu tergantung pada alat elektronik. Tapi alat elektronik seperti tape recorder cukup penting untuk mengecek ulang, apabila ada yang terlupa atau ada informasi yang meragukan, sehingga dikhawatirkan bisa salah kutip.

Di Indonesia, banyak kasus di mana pejabat pemerintah mengingkari lagi pernyataan yang diberikan kepada wartawan, sesudah pernyataan yang dimuat media massa itu menimbulkan reaksi keras di masyarakat. Wartawan disalahkan dan dituding “salah kutip,” bahkan diancam akan diperkarakan di pengadilan. Untuk menghindari risiko ini, banyak gunanya jika wawancara itu direkam dan setiap saat dibutuhkan bisa diputar kembali. Rekaman elektronik memang be…

TUJUAN SPESIFIK WAWANCARA

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Tujuan wartawan melakukan wawancara adalah untuk memperoleh informasi. Namun informasi macam apa yang ingin digali, bisa dirinci sebagai berikut:
Untuk memperoleh fakta. Guna memperoleh fakta yang penting dari suatu wawancara, reporter harus menemukan sumber yang kredibel dan bisa dipercaya, dengan informasi akurat. Wartawan bisa saja mewawancarai orang yang kebetulan ditemui di jalan untuk dimintai pendapatnya tentang kondisi krisis ekonomi Indonesia. Ucapan orang itu mungkin bagus untuk dikutip, namun tidak memiliki kredibilitas. Seorang ekonom jelas lebih kredibel diwawancarai tentang kondisi ekonomi, walaupun ekonom sering bicara dengan jargon-jargon disiplin ilmunya yang harus diterjemahkan ke bahasa yang mudah dimengerti.

Untuk mencari kutipan. Begitu wartawan sudah menyelesaikan riset faktual untuk tulisannya, wartawan itu perlu menambahkan sesuatu agar tulisannya lebih menarik. Misalnya, wartawan itu sudah mengumpulkan data statistik tentang penyaluran kr…

TEKNIK WAWANCARA

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Apakah yang dinamakan wawancara itu? Wawancara adalah tanya-jawab dengan seseorang untuk mendapatkan keterangan atau pendapatnya tentang suatu hal atau masalah. Wawancara sering dihubungkan dengan pekerjaan jurnalistik untuk keperluan penulisan berita yang disiarkan dalam media massa. Namun wawancara juga dapat dilakukan oleh pihak lain untuk keperluan, misalnya, penelitian atau penerimaan pegawai.

Orang yang mewawancarai dinamakan pewawancara (interviewer) dan orang yang diwawancarai dinamakan pemberi wawancara (interviewee) atau disebut juga responden. Seperti percakapan biasa, wawancara adalah pertukaran informasi, opini, atau pengalaman dari satu orang ke orang lain. Dalam sebuah percakapan, pengendalian terhadap alur diskusi itu bolak-balik beralih dari satu orang ke orang yang lain. Meskipun demikian, jelas bahwa dalam suatu wawancara si pewawancara adalah yang menyebabkan terjadinya diskusi tersebut dan menentukan arah dari pertanyaan-pertanyaan yang dia…

TEKNIK OBSERVASI INVESTIGATIF

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Peliputan investigasi pada akhirnya melibatkan observasi langsung di lapangan. Inilah ukuran yang paling nyata dalam sebuah tugas jurnalistik. Untuk mengetahui seberapa jauh dampak kerusakan lingkungan terhadap penduduk sekitar akibat ulah sebuah pabrik bahan kimia, wartawan tidak cukup hanya dengan mewawancarai pemilik pabrik, pejabat pemerintah, atau sejumlah penduduk. Namun wartawan harus datang dan mengobservasi langsung pabrik tersebut dan lokasi sekitarnya yang tercemar.

Hasil observasi bisa tiga macam. Pertama, hasilnya sama dengan informasi sebelumnya, yang sudah diperoleh lewat wawancara, studi kepustakaan, dan sumber lain. Kedua, hasil observasi bersifat komplementer atau melengkapi informasi yang sudah ada dari sumber lain. Ketiga, hasil observasi bersifat kontras atau sangat berbeda dengan informasi yang sudah diperoleh sebelumnya.

Perbedaan-perbedaan ini bisa disebabkan berbagai macam faktor. Dalam melakukan observasi dengan pengecekan langsung di la…

RISET LAPORAN INVESTIGATIF

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Wartawan yang mau melakukan investigasi, seperti orang yang mau melakukan perjalanan jauh, harus membawa “bekal.” Bekal itu berupa data dan informasi awal, yang merupakan batu pijakan pertama untuk menggali data dan informasi lain yang dijadikan fokus investigasi. Ada beberapa sumber untuk memperoleh data atau informasi awal tersebut.

Wartawan. Cara yang paling sederhana untuk memperoleh informasi awal adalah dengan menanyakan kepada wartawan lain, yang sedikit-banyak pernah meliput kasus serupa atau yang berhubungan. Misalnya, untuk menginvestigasi praktek penyelewengan dana non-budgeter Bulog di era Presiden Abdurrahman Wahid, kita bisa mencari informasi awal pada wartawan-wartawan lain yang pernah menyelidiki penyelewengan dana serupa di Bulog pada periode Presiden BJ Habibie.

Wartawan yang dimaksud di sini bisa wartawan dari media yang sama atau dari media lain. Pemimpin redaksi, redaktur pelaksana, atau redaktur bidang liputan di media yang sama biasanya den…

TEKNIK PELAPORAN INVESTIGATIF

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Sebelum bicara tentang teknik pelaporan, harus disadari bahwa peliputan investigatif pada umumnya adalah kerja tim, bukan kerja perorangan. Tentu saja seorang wartawan mungkin saja melakukan investigasi seorang diri, tetapi akan sangat memakan energi dan waktu.

Faktor lain yang menyulitkan kerja perorangan adalah peliputan investigatif biasanya membutuhkan komitmen tenaga, waktu, dan mungkin juga biaya yang cukup besar. Selama investigasi, reporter bersangkutan dibebaskan dari tugas-tugas rutin lain dan harus terfokus pada kasus yang diinvestigasi. Sementara hasil dari investigasi itu sendiri belum bisa dipastikan. Hal yang membutuhkan banyak komitmen tanpa hasil yang pasti ini sulit dilakukan tanpa persetujuan dan dukungan pimpinan redaksi media bersangkutan.

Menyadari bahwa peliputan investigatif pada dasarnya merupakan kerja besar, pimpinan redaksi biasanya membentuk tim khusus untuk menjalankannya. Dalam kerja tim, sejumlah reporter akan dikoordinasikan oleh…

JURNALIS-AKTIVIS PADA PEMILU 2004

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Kemungkinan bangkitnya kembali kekuatan politik Orde Baru dalam Pemilihan Umum 2004 mendatang, telah mencemaskan banyak kalangan. Situasi ini muncul akibat kegagalan dari kelompok yang mengaku pro-reformasi, dalam mengkonsolidasikan kekuatan dan melaksanakan agenda-agenda reformasi secara tegas dan konsisten, sejak berhentinya Soeharto, Mei 1998.

Berbagai gerakan telah digalang untuk membendung kembalinya kekuatan Orde Baru. Salah satu elemen yang diharapkan berperan penting, dalam membendung kebangkitan kembali kekuatan Orde Baru ini adalah pers dan media massa, dengan para jurnalis sebagai ujung tombaknya.

Bagi mereka yang sangat meyakini kekuatan pemilik modal, dalam menentukan arah kebijaksanaan redaksional suatu media massa, biasanya akan skeptis membahas peran media dalam membendung kekuatan Orde Baru pada Pemilu mendatang. Bagi mereka, persoalannya sederhana. Dalam iklim kapitalisme dan persaingan antar-media massa yang sangat ketat saat ini, pemilik media…