Posts

Showing posts from August 11, 2006

Resensi Buku - CERITA DETEKTIF TANPA PEMBUNUHAN

Image
Judul : Detective Diary
Penulis : Yokie
Penerbit : GagasMedia, Jakarta
Cetakan : Cetakan I, 2004
Tebal : viii + 227 halaman

Sebuah tawaran alternatif. Itulah kesan pertama, dengan terbitnya buku Detective Diary (DD) ini. Ketika pasar buku kita didominasi oleh komik-komik detektif terjemahan dari Jepang, seperti Detektif Kindaichi dan Detektif Conan, kehadiran buku pertama karya Yokie (21) ini patut disambut positif. DD memang bukan buku komik. Namun, struktur isinya sangat mirip pola komik Kindaichi atau Conan. Dua komik ini, yang edisi terjemahannya diterbitkan oleh PT. Elex Media Computindo, sudah beredar puluhan jilid.

DD berisi 12 kasus terpisah, dengan pemeran utama dan sebagian peran pembantu yang sama. Sebagai tokoh “detektif” di buku ini adalah Javit Adityo, pemuda bertubuh kecil, berkacamata minus, dan mahasiswa Fakultas Hukum di sebuah universitas di Depok, Jawa Barat. Tampaknya Javit adalah personifikasi dari Yokie sendiri, yang saat ini kuliah di Fakultas Hukum UI angkatan 2001…

Resensi Buku - KETIKA BARA IRAK MENGGELEGAK

Image
Pengarang : Trias Kuncahyono
Judul : Dari Damascus ke Baghdad
Penerbit : Penerbit Buku Kompas, Jakarta, Februari 2004
Jumlah hlm : xviii + 266 hlm

Pengarang : Trias Kuncahyono
Judul : Bulan Sabit di Atas Baghdad
Penerbit : Penerbit Buku Kompas, Jakarta, April 2005
Jumlah hlm : xxvi + 284 hlm

Pengarang : Trias Kuncahyono
Judul : Irak Korban Ambisi Kaum “Hawkish”
Penerbit : Penerbit Buku Kompas, Jakarta, Juli 2005
Jumlah hlm : l + 266 hlm

Konflik internasional yang mendominasi pemberitaan media massa sejak 2003 hingga sekarang tak pelak lagi adalah konflik di Irak. Mulai dari penyerbuan ilegal (tanpa dukungan resolusi PBB) oleh pasukan Amerika Serikat dan Inggris, 19 Maret 2003, jatuhnya ibukota Baghdad, disusul pendudukan militer di Irak, semua berlangsung cepat. Namun, perang yang sebenarnya justru baru dimulai kemudian, sesudah rezim Saddam Hussein jatuh, dengan bangkitnya perlawanan rakyat terhadap pasukan pendudukan yang dipimpin AS.

Dalam kaitan perkembangan di Irak khususnya dan Timur Tengah …

SERANGAN DIGITAL KE STASIUN TV HIZBULLAH

Image
Oleh Satrio Arismunandar Pada 31 Juli 2006, stasiun televisi Al-Manar milik Hizbullah menjadi korban serangan digital, yang membahayakan sinyalnya selama beberapa menit. Serangan dari pihak Israel ini terjadi, sewaktu siaran berita di Al-Manar sedang berlangsung. Siaran tiba-tiba terganggu dan gambar-gambar para pejuang Hizbullah yang tewas ditunjukkan di layar TV.Sebuah pesan dalam bahasa Arab juga muncul di bawah gambar pemimpin Hizbullah dan tokoh Shiah Lebanon, Sheikh Hassan Nasrallah, yang isinya menuduh Nasrallah sebagai pembohong. Karikatur Nasrallah itu tampil, disertai keterangan gambar berbunyi: “Kamu tinggal menunggu hari” dan “Nasrallah, waktumu sudah habis. Kamu akan segera tidak bersama kami lagi.”Menurut majalah online Israel, Ynetnews.com, serangan itu dilancarkan oleh Unit Intelijen militer Israel atau IDF (Israeli Defence Force), yang di masa lalu sudah beberapa kali berusaha melumpuhkan stasiun TV milik Hizbullah, tetapi belum pernah berhasil.[1]Struktur sistem sia…

CYBER-WAR ANTARA ISRAEL VS. HIZBULLAH

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Perang di dunia maya atau cyber-war antara Israel versus Hizbullah, dengan para sekutu dan simpatisan masing-masing, bukan cuma dalam bentuk upaya mempengaruhi isi wacana chatroom dan menang-menangan suara di berbagai polling pendapat umum. Namun, perang informasi itu telah beranjak ke serangan terhadap situs Web atau institusi pengelola situs itu sendiri.

Cyber-war antara Israel vs. Hizbullah pada Juli-Agustus 2006 hanyalah salah satu episode dari perang panjang, yang sudah dimulai sejak tahun 2000. Meskipun perang di dunia maya ini tidak mengalirkan darah dan tidak perlu mengorbankan jiwa, seperti perang antarmiliter biasa, cyber-war ini melibatkan banyak orang dengan gairah bertarung yang sama kuatnya.

Ribuan kaum muda Israel dan Arab tampaknya terlibat dalam kontes ini. Masing-masing saling mengirim e-mail yang isinya kasar, rasis, dan kadang-kadang berbau pornografi ke pihak lawan. Sedangkan, di antara teman dan kubu mereka sendiri, mereka berbagi informasi …

PENGGALANGAN OPINI PRO-ISRAEL DI WEB

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Dengan perkembangan teknologi informasi dan keberadaan media baru Internet, Israel pun dengan sigap memanfaatkannya untuk perang opini dan propaganda. Menyadari bahwa aksi agresinya ke Lebanon, Juli-Agustus 2006, memicu banyak kecaman dari masyarakat internasional, Kementerian Luar Negeri Israel berupaya mengalahkan apa yang disebutnya sebagai “bias negatif” dan “gelombang propaganda pro-Arab” terhadap Negara Yahudi tersebut.

Caranya, dengan mengajak warga Yahudi atau para pendukung Israel di seluruh dunia untuk aktif bergerilya di dunia maya, serta mematahkan opini siapa pun yang dianggap memojokkan Israel. Untuk perang informasi di dunia maya, Israel pun meluncurkan situs giyus.org. Giyus merupakan akronim dari Give Israel Your United Support (Berikan Dukungan Kompak Anda untuk Israel). Selain menggunakan bahasa Inggris, situs ini juga menggunakan versi bahasa Hebrew (Ibrani), Spanyol dan Perancis.

Para “prajurit cyber” Israel sangat sadar akan arti penting kem…

STRATEGI HUMAS DAN BIRO PERS ISRAEL

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Israel dan AS sebenarnya sejak awal sudah lebih siap, dalam upaya penggalangan opini di media massa, dalam hal agresi ke Lebanon, Juli-Agustus 2006. Apalagi agresi Israel ke Lebanon ini sebenarnya sudah direncanakan dan dipersiapkan lama. Jadi, bukan aksi dadakan, karena semata-mata mau membebaskan dua prajurit Israel yang ditawan Hizbullah, seperti yang hendak dikesankan kepada media.

Israel dan AS juga memiliki sumberdaya yang jauh lebih banyak ketimbang Hizbullah. Para petugas humas dan Biro Pers Pemerintah Israel sangat piawai dalam melayani para jurnalis asing yang meliput ke Israel, dan mengarahkan para jurnalis agar membuat berita-berita yang menguntungkan pemerintah Israel. Hal ini diungkapkan Matthias Gebauer, koresponden Majalah Jerman Der Spiegel di Timur Tengah.[1]

Dalam menangani berita-berita yang terkait dengan agresi Israel ke Lebanon, harus diakui, petugas humas Israel memang bekerja keras. Begitu seorang jurnalis asing di Israel menerima kartu p…

BIAS DALAM PEMBERITAAN MEDIA

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Faktor-faktor kepentingan ekonomi, politik, dan ideologis, disadari atau tidak, dapat menghasilkan pemberitaan yang bias terhadap etnis, ras, kebangsaan, atau kewarganegaraan tertentu. Sebagai contoh, sebuah studi yang diselenggarakan Sonoma State University, Amerika, menunjukkan bias yang meluas dalam laporan-laporan kantor berita Associated Press (AP) mengenai konflik Palestina-Israel.[1]

Alison Weir, Joy Ellison, dan Peter Weir dari organisasi If Americans Knew telah mengadakan riset tentang laporan berita AP, mengenai konflik Israel-Palestina. Studi tersebut merupakan analisis statistik atas berita-berita AP selama tahun 2004, dengan melihat jumlah kematian warga Israel dan Palestina yang dilaporkan AP. Secara spesifik, tim peneliti mengamati berita utama (headline) dan paragraf pertama (lead) liputan, untuk menentukan apa yang sebenarnya akan dibaca oleh rata-rata khalayak pembaca.

Studi itu menunjukkan, ada korelasi yang kuat antara peluang kematian seseora…

ARTI PENTING MEDIA MASSA

Image
Tak bisa dipungkiri bahwa perang antara Israel dan Hizbullah telah menjadi fokus pemberitaan berbagai media massa di seluruh dunia. Secara objektif dari pendekatan jurnalistik, agresi Israel yang memakan banyak korban dan praktis telah menutup peluang perdamaian di Timur Tengah ini, memang layak dijadikan berita utama. Namun, bukan sekadar itu. Disadari atau tidak, selama proses perang yang berlangsung beberapa minggu, media massa sendiri sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari perang tersebut.

Dalam suatu peperangan atau konflik militer, yang memerlukan penggalangan dukungan moral, ekonomi dan politik dari publik, keberadaan media massa sangat penting untuk fungsi komunikasi politik. Ada beberapa aspek dari media massa yang membuat dirinya penting.[1]

Pertama, daya jangkaunya (coverage) yang amat luas dalam menyebarluaskan informasi politik, yang mampu melewati batas wilayah (geografis), kelompok umur, jenis kelamin, status sosial-ekonomi (demografis), dan perbedaan paham dan orienta…