Posts

Showing posts from February, 2007

Essay - MOBIL MEWAH DAN PRASANGKA TERHADAP TEMAN YANG KEBETULAN ANGGOTA DPR

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Prasangka di hati kita terkadang terlalu kuat, dan mempengaruhi penilaian kita pada hal-hal yang secara umum dianggap seolah-olah sudah pasti kebenarannya. Misalnya, anggapan bahwa anggota DPR hampir semuanya pasti korup, busuk, atau menerima uang haram. Padahal prasangka kita bisa jadi sangat keliru, atau minimal tidak seakurat yang kita bayangkan.

Hal ini pernah menimpa saya. Sebagai jurnalis dan mantan aktivis, yang merasa ikut andil dalam gerakan prodemokrasi menumbangkan kekuasaan Soeharto tahun 1998, saya punya rasa kecurigaan yang tinggi terhadap mereka yang menjadi pejabat negara, entah itu di pemerintahan atau pun di DPR.

Nah, suatu saat ada teman saya aktivis, yang melangsungkan pernikahan di Jakarta (2006). Saya sebagai teman lama seperjuangan tentu saja memerlukan hadir. Karena yang menikah ini aktivis yang punya jaringan luas, maka ramailah acara pernikahan itu dihadiri para mantan aktivis, termasuk yang sudah menjadi pimpinan di partai politik dan m…

FILIPINA, NEGARA PALING BERBAHAYA BAGI JURNALIS DI LUAR ZONA PERANG

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Kita sering mengeluh, bahwa kebebasan pers di Indonesia masih terancam. Namun, kondisi Indonesia sebenarnya belumlah seseram di Filipina, di mana nyawa para jurnalis terkesan tak ada harganya. Mungkin tak berlebihan jika dikatakan bahwa "Filipina adalah negara yang paling berbahaya bagi jurnalis di luar zona perang." Padahal pers Filipina sering disebut sebagai "pers yang paling bebas di Asia."

Suratkabar The Sunday Times, yang terbit di Filipina, pada edisi Minggu (18 Februari 2007) mengangkat Laporan Khusus dengan headline "Truth or Life? - Murdering the Messengers." Menurut suratkabar yang sudah terbit sejak 1898 tersebut, sudah 49 praktisi media yang terbunuh sejak tahun 2001, awal Presiden Gloria Macapagal Arroyo berkuasa. Jika angka ini bisa kita jadikan pegangan, artinya hampir 10 jurnalis terbunuh setiap tahunnya. Dari jumlah itu, mayoritas (47 jurnalis) bekerja sebagai jurnalis di daerah.

Angka 49 ini dibantah oleh Polisi Na…

Essay - SELEBRITI, ARTIS DAN CREW PROGRAM TV

Image
(Fotomodel Oki [atas] dan presenter Ine Febriyanti dalam syuting Fenomena di Bali) Oleh Satrio Arismunandar

Kaum selebriti atau artis adalah dunia glamour bagi masyarakat awam. Mereka bak dewa-dewi yang kita ketahui ceritanya, kehebohannya, skandalnya, sensasinya, dari Infotainment yang banyak ditayangkan di layar kaca. Atau mereka sendiri sering menjadi presenter atau host dari suatu program TV, sehingga wajah, sosok dan perilakunya seolah-olah sudah kita ketahui semua.

Mereka menjadi menarik karena tetap ada "aura misteri", yang membuat jarak antara masyarakat awam dan kaum selebriti. Fakta bahwa honor mereka sangat besar, dan gaya hidup mereka yang mungkin tidak terjangkau oleh banyak orang, makin merentangkan jarak ini. Namun, bagi para pekerja di industri TV siaran, "aura misteri" itu menghilang.

Mengapa? sederhana. Karena, nature dari pekerja di stasiun TV mengharuskan mereka untuk berinteraksi erat dengan artis dan kaum selebriti. Di lift Trans TV atau di kantin…

Wawancara - SERIKAT PEKERJA WARTAWAN

Image
Wawancara di Media Watch No.37/Sept 2005 tentang Serikat Pekerja Wartawan:

Profesi wartawan bergerak atas landasan idealisme, yakni melaporkan fakta apa adanya kepada khalayak. Namun, acap kali hal ini tidak dibarengi dengan pemenuhan hak-hak mereka sebagai pekerja. Ada perusahaan media yang tidak memberikan sistem penggajian yang jelas, jaminan kesehatan, asuransi hari tua, dll. Sehingga muncul budaya amplop. Di sisi lain, perusahaan media juga tidak mengizinkan karyawannya membentuk serikat pekerja. Dalam hal ini simak penuturan Satrio Arismunandar, salah satu anggota-pendiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Producer Program SISI LAIN, TransTV, kepada Intantri Kusmawarni (Media Watch Habibie Center):

Bagaimana taraf kesejahteraan wartawan di tanah air kita?

Satrio : Itu tergantung medianya, ada media yang sudah cukup mensejahterakan wartawannya, ada yang tidak. Kalau media yang mapan seperti Kompas atau Tempo, lumayan cukup. Demikian pula di media elektronik, seperti wartawan RCTI, S…

Essay - BERDANSA DENGAN TKW DI ATHENA

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Tugas sebagai wartawan yang meliput berita, terkadang banyak cerita sampingannya. Entah mau dinilai positif, ataupun negatif. Itu saya alami ketika bertugas meliput obyek-obyek pariwisata di Athena, Yunani, pada 25 Oktober – 4 November 2006.

Saya selaku news producer, didampingi Lestariana Sinaga alias Tary (reporter), dan Vincentia Yunita alias Ipung (camera person). Ceritanya, ketika sedang mengambil gambar di salah satu alun-alun kota tua dan eksotis tersebut, kami bertemu dengan sejumlah tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia, yang bekerja di Yunani.

Ngobrol punya ngobrol, ternyata ada sekitar 300-400 TKW yang mencari nafkah di sini. Gaji mereka cukup lumayan untuk ukuran Indonesia. Minimal tiap bulan mereka bisa mengantongi bersih 500 – 600 euro, atau sekitar Rp 6 juta. Wow! Lebih besar dari gaji sebagian besar wartawan di News Trans TV.

Tary, Ipung dan saya sepakat, kehidupan para TKW di Yunani ini menarik dijadikan bahan liputan. Kalau kisah TKW di negara…

Essay - PERSOALAN BANGSA INI ADALAH SOAL KARAKTER

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Krisis yang melanda Indonesia selama bertahun-tahun, dan seolah-olah tak kunjung berakhir, menimbulkan banyak skeptisisme. Kita sering bingung, dari mana kita harus mulai membenahi negeri yang porak-poranda ini. Namun, menurut saya, salah satu persoalan utama bangsa Indonesia ini adalah soal karakter.

Indonesia tak pernah kekurangan orang pintar, dari dulu sampai sekarang. Tetapi banyak orang pintar di Indonesia berkarakter lemah: Mau hidup enak, tapi tak mau kerja (maka korupsi); tidak percaya pada kekuatan diri sendiri (maka menghamba pada orang asing dan minder ketemu bule-bule); berpikiran pendek (makanya suka menjual pasir laut ke Singapura, dengan menerima kerusakan lingkungan + wilayah laut wilayah Singapura tambah luas, dengan kerugian menyempitnhya wilayah kedaulatan kita), dan seterusnya.

Para Founding Father kita -- Soekarno, Hatta, Sjahrir, Tan Malaka, dan lain-lain -- sudah jauh-jauh hari menyadari penyakit bangsa ini. Maka mereka bicara tentang pem…

TRANS TV DAN DAFTAR PERUSAHAAN IDAMAN

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Berdasarkan survey terhadap 1.103 karyawan level staf di berbagai perusahaan swasta di sejumlah kota, pada tahun 2005, Majalah Warta Ekonomi kembali membuat daftar 20 Perusahaan Idaman Sebagai Tempat Bekerja (The Best Company to Work for). Trans TV adalah salah satu yang masuk dalam daftar tersebut.

Urutannya sebagai berikut: 1. PT. Astra International Tbk (11,266 %); 2. PT. Pertamina (5,384 %); 3. PT. Unilever Indonesia Tbk (5,384 %); 4. PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (3,689 %); 5. PT. Caltex Pacific Indonesia (3,290 %); 6. PT. Indofood Sukses Makmur Tbk (2,891 %); 7. PT. Indosat Tbk (2,393 %); 8. Bank Mandiri Tbk (2,094 %); 9. PT. Telekomunikasi Seluler /Telkomsel (1,795 %); 10. Bank BCA Tbk (1,595 %); 11. Beyond Petroleum Indonesia (1,595 %); 12. PT. Freeport Indonesia (1,595 %); 13. PT. Schlumberger Indonesia (1,496 %); 14. Citibank Indonesia (1,296 %); 15. PT. IBM Indonesia (1,196 %); 16. PT. Microsoft Indonesia (1,196 %); 17. PT. Nestle Indonesia (1,196…

LEBIH DARI 100.000 ORANG MELAMAR KE TRANS TV & TRANS-7

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Lebih dari 100.000 orang telah melamar ke Trans TV dan Trans-7, sampai pendaftaran ditutup Desember 2006. Pada tahun 2007 ini, kedua stasiun TV itu memang melakukan rekrutmen bersama-sama, sejak bergabung dalam kemitraan strategis di bawah payung Trans Corpora.

Angka 100.00 tersebut saya peroleh dari ngobrol dengan teman-teman dari bagian Human Capital Trans Corpora, yang bertanggung jawab menangani rekrutmen. Angka 100.000 itu adalah berasal dari seluruh Indonesia. Karena jumlahnya yang sangat besar, maka ujian atau seleksi masuknya akan diadakan di sejumlah kota besar. Untuk pelamar yang tinggal di kawasan Jabodetabek sendiri (sekitar 65.000), tes seleksi masuk dipusatkan di Gelora Bung Karno, Senayan, pada 21 Januari 2007. Karena, hanya gedung stadion olahraga itulah yang sanggup menampung puluhan ribu peserta seleksi sekaligus.

Ini mengingatkan saya pada ujian masuk perguruan tinggi negeri (UMPTN), yang juga diikuti ratusan ribu peserta. Angka 100.000 itu sa…

MAKNA KONSOLIDASI STASIUN-STASIUN TV NASIONAL

Image
(Oki dan Ine Febriyanti, dua model yang sempat jadi host Fenomena - saat saya jadi producernya)

Oleh Satrio Arismunandar

Industri media televisi nasional kini mengalami perkembangan pesat, baik dari segi ternologi maupun bisnis. Selain makin banyak stasiun TV yang secara bertahap mulai menerapkan teknologi digital dalam operasionalnya, industri media TV juga ditandai dengan proses konsolidasi dan pengelompokan stasiun-stasiun TV.

Setidaknya saat ini sudah terbentuk tiga kelompok besar. Kelompok pertama, yang dikomandani Hary Tanoesoedibjo, dengan payung PT. Media Nusantara Citra (PT. Bimantara Citra, Tbk), membawahi: RCTI (PT. Rajawali Citra Televisi Indonesia), TPI (PT. Cipta Televisi Pendidikan Indonesia) dan Global TV (PT. Global Informasi Bermutu).

Kelompok kedua, yang dikomandani Anindya N. Bakrie, dengan payung PT. Bakrie Brothers (Grup Bakrie), membawahi: ANTV (PT. Cakrawala Andalas Televisi) dan Lativi (PT. Lativi Media Karya). Kelompok ketiga, yang dikomandani Chairul Tanjung, d…

JAKOB OETAMA HADIRI RAKER TRANS TV & TRANS-7

Image
(Foto: Sebagian dari Crew News Trans TV in action)

Bandung, Trans-News

Ada yang menarik dari Raker Tahunan TransTV & Trans-7 yang diadakan di Hotel Sheraton, Bandung, 11-13 Januari 2007. Yaitu kehadiran tokoh dan pimpinan tertinggi Kelompok Kompas-Gramedia (KKG), Jakob Oetama, yang ikut memberi sambutan pada hari kedua Raker itu. Sejak TV7 dibeli sebagian besar sahamnya oleh Trans Corpora (dan lalu diganti namanya menjadi Trans-7), KKG memang masih memegang jumlah saham cukup signifikan di Trans-7.

Dalam sambutannya, Jakob mengatakan, zaman sudah berubah. Artinya, ketika ia mulai merintis bisnis media cetak sejak 1960-an hingga kondisi tahun 2007 sekarang, sudah banyak terjadi perubahan. “Saya termasuk generasi yang sudah fading away, tapi masih punya komitmen,” ujarnya.

Menyinggung kurang berhasilnya TV7 ketika masih di bawah KKG, menurut Jakob, KKG dan Trans Corpora memiliki budaya kerja yang sama, hanya zaman memang sudah berubah.

Jakob mengakui, televisi adalah media yang sangat b…

TRANS TV KIRIM 11 KARYAWAN KE PROGRAM EMBA DI AIM - FILIPINA

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Hari Minggu pagi (4 Februari 2007), 11 karyawan Trans TV akan berangkat ke Manila, Filipina, untuk menyelesaikan “kuliah terakhir” program EMBA (Executive MBA), yang telah mereka ikuti sejak September 2005. Mereka berada di Manila sampai Sabtu (24 Februari 2007).

Program EMBA ini adalah kerjasama antara Grup Para (yang membawahi Trans TV, Bank Mega, dan Bandung Supermal) dengan lembaga pendidikan AIM (Asian Institute of Management) yang berpusat di Manila, Filipina.

AIM adalah lembaga pendidikan manajemen bisnis yang cukup terkemuka di Asia , dengan ciri khusus pada “manajemen bisnis dengan nilai-nilai Asia ”. Ciri inilah yang membedakan AIM dengan lembaga pendidikan manajemen umumnya. Selain di Indonesia dengan Grup Para, AIM telah melakukan kerjasama serupa dengan grup perusahaan lain di India dan Malaysia .

Program EMBA ini, kurikulumnya pada pokoknya sama dengan program MBA regular, namun kuliahnya sangat dipadatkan. Maklum, pesertanya adalah karyawan yang sud…