Essay - SELEBRITI, ARTIS DAN CREW PROGRAM TV


(Fotomodel Oki [atas] dan presenter Ine Febriyanti dalam syuting Fenomena di Bali)
Oleh Satrio Arismunandar

Kaum selebriti atau artis adalah dunia glamour bagi masyarakat awam. Mereka bak dewa-dewi yang kita ketahui ceritanya, kehebohannya, skandalnya, sensasinya, dari Infotainment yang banyak ditayangkan di layar kaca. Atau mereka sendiri sering menjadi presenter atau host dari suatu program TV, sehingga wajah, sosok dan perilakunya seolah-olah sudah kita ketahui semua.

Mereka menjadi menarik karena tetap ada "aura misteri", yang membuat jarak antara masyarakat awam dan kaum selebriti. Fakta bahwa honor mereka sangat besar, dan gaya hidup mereka yang mungkin tidak terjangkau oleh banyak orang, makin merentangkan jarak ini. Namun, bagi para pekerja di industri TV siaran, "aura misteri" itu menghilang.

Mengapa? sederhana. Karena, nature dari pekerja di stasiun TV mengharuskan mereka untuk berinteraksi erat dengan artis dan kaum selebriti. Di lift Trans TV atau di kantin Grup Para, setiap hari saya terkadang bisa berpapasan dengan Cut Tari, Indy Barends, Tora Sudiro, Maia Ahmad Dhani, dan sebagainya.

Para crew program TV, misalnya, bisa melihat bagaimana wajah asli dan penampilan para artis, sebelum mereka dipulas dengan make-up dan didandani dengan berbagai busana (biasanya) pinjaman dari sejumlah butik terkenal. Sejumlah jurnalis yang biasanya membawa artis untuk suatu program TV ke syuting di luar kota, bisa mengetahui dengan baik berbagai macam perilaku artis. Dari yang tidak menuntut macam-macam, gampang diatur, selalu tepat waktu, sampai yang sulit diatur, sering terlambat atau sulit mengatur jadwal (karena banyak show atau acara di stasiun-stasiun TV lain), dan sebagainya.

Sebagai producer di News Trans TV, yang pernah membawahi berbagai program (di antaranya: Sisi Lain, Cerita Sore, Fenomena), saya tentu pernah dan sampai saat ini masih berurusan dengan banyak artis. Banyak cerita yang menarik tentang mereka.

Foto model Olga Lydia, misalnya, ternyata sangat penyayang binatang, dan relatif tidak berjarak dengan crew saya. Ketika syuting di kota Bagan Siapiapi tahun 2005, Olga mau diajak sarapan pagi dengan nasi goreng di warung pinggir jalan. Dia juga tidur sekamar berdua dengan crew bagian make-up (perempuan), dan tidak menuntut kamar sendiri, padahal saya sebagai producer dapat kamar sendiri.

Tentu banyak cerita lain tentang para artis dan selebriti, yang tak bisa saya sebutkan satu-persatu. Namun, yang jelas, "aura misteri" mereka kini tidaklah seseram ketika kita belum kenal secara pribadi. Pada akhirnya, kita semua sama-sama manusia biasa, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Perbedaannya ya tentu saja pada income. Dengan tampil satu jam di tayangan program TV, mereka bisa memperoleh honor lebih besar ketimbang gaji sebulan seorang crew program TV yang menjalankannya. Yah, kalau yang satu itu sih sudah soal "garis tangan!"

Manila, 20 Februari 2007

Comments

IRA LATHIEF said…
Menurut seorang teman saya yg (kebetulan) jg seorang artis, profesi artis adalah profesi yg "mahal" . Duit yg dikeluarkan buat mendukung aktivitasnya gila-gilaan..biaya utk penampilan, biaya utk networking "menjaring" client, biaya utk sosialisasi disana sini..akhirnya duit hasil honor pas-pasan :)

Tapi teteup, honor mereka sekali tampil sih ...jauh bgt dengan gaji para crew TV ! Yah, namanya jg standar broadcast :)
w.purnomosidi said…
Membaca blog ini, melayang-layang dipikiran saya justru kenapa blog ini cepat diload dan tampil menawan.

So asyik banget nge-blognya. Kalo boleh nih Mas Satiro, saya juga mau donk masuk ke daftar link.

Sebagai hadiah kunjungan, saya sudah pasang link blog ini di blogroll saya.

Thanks
Anonymous said…
kak,aq mw tanya klo bagian crew itu ambil jurusan apa ya kak??
broadcasting atau jurnalistik??

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)