Posts

Showing posts from March, 2007

Essay - WARTAWAN TIDAK BOLEH BUTA WARNA?

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Belum lama ini saya baca iklan penerimaan wartawan baru Harian Kompas. Salah satu syarat di sebutkan disitu: "Tidak buta warna." Saya jadi bertanya-tanya, apa sih makna tak boleh buta warna di situ? Kalau untuk jadi dokter, ahli farmasi, dsb, saya bisa paham. Ahli kimia atau farmasi yang tak bisa membedakan warna bisa membahayakan keselamatan orang, karena keliru membedakan zat kimia atau campuran obat. Untuk desainer grafis, soal buta warna jelas ada pengaruhnya. Tapi reporter? Kenapa saya bertanya ini? Karena faktanya: saya adalah mantan wartawan Harian Kompas yang menderita buta warna. Meskipun bukan buta warna total (saya masih bisa membedakan warna lampu lalu lintas). Toh selama saya kerja di Harian Kompas (1988-1995), tidak pernah ada masalah dengan kebutawarnaan tersebut. Saya mungkin malah termasuk salah satu wartawan yang paling produktif di masa itu (bisa dicek dari ketebalan ordner arsip tulisan-tulisan saya). Mungkin kriteria Kompas itu ag…

TRANS CORPORA, PARA GROUP, DAN VISI INDONESIA 2030

Image
Oleh Satrio Arismunandar Sebagai jurnalis yang bekerja di sebuah perusahaan media, kita tidak cuma dituntut untuk tahu segi teknis-operasional kerja jurnalistik, yang kita lakukan sehari-hari. Namun, kita juga perlu tahu bagaimana nature, budaya perusahaan (corporate culture), posisi dan visi-misi perusahaan tempat kita bekerja di industri media bersangkutan.

Pemahaman ini penting karena sebuah perusahaan media tidaklah hidup dalam ruang vakum. Perusahaan media selalu berada dalam tarik-menarik antara idealisme jurnalistik dan kepentingan bisnis yang menghidupinya, dan semua dinamika itu ditempatkan dalam konteks sosial-ekonomi, budaya, dan politik di lingkungan tempat ia hidup. Hal ini juga berlaku untuk Trans TV dan Trans-7.

Trans TV dan Trans-7 merupakan perusahaan media yang berada di bawah payung Trans Corpora. Trans Corpora sendiri adalah bagian dari Para Group, yang memfokuskan diri pada bisnis di bidang media, lifestyle dan entertainment. Oleh karena itu, dalam mengamati kiprah T…

Essay - MEMBANGUN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DI TENGAH RESISTENSI PUBLIK

Image
Oleh Satrio Arismunandar

“Kita tidak dapat membangun suatu masyarakat yang makmur, tanpa bisnis yang menguntungkan. Namun, di sisi lain, kita juga tidak bisa menumbuhkan suatu ekonomi yang kompetitif di lahan sosial yang gersang.” Hmm, kedengarannya puitis, bukan? Namun, pernyataan di atas bukanlah sekadar retorika atau ucapan pemanis mulut.
Ungkapan itu sebenarnya ingin menggarisbawahi perlunya tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR (corporate social responsibility), di tengah lingkungan sosial dan publik, yang kini semakin kritis menyoroti berbagai praktik bisnis yang dilakukan perusahaan.
Tidak usah jauh-jauh mencari contoh. Di Indonesia, perusahaan pertambangan Freeport di Papua kerap dikecam dengan tuduhan perusakan lingkungan. Sedangkan, perusahaan sepatu Nike sering dituduh menggunakan buruh anak-anak, di pabrik-pabriknya yang berlokasi di negara berkembang. Masih ada segudang contoh lagi, yang tak perlu kita sebut satu-persatu.
Citra perusahaan yang buruk, yang sering dimuncu…

Essay - MY LIFE'S GOAL AND ITS RELATIONSHIP WITH MY ETHICAL BEHAVIORS

Image
Satrio Arismunandar
(Submited to the faculty, Prof. Edmundo M. Martinez, SJ, PhD at the Asian Institute of Management, Manila, Philippines, February 2007)

My life’s goal

Since my childhood, I always wonder about where would have I been after I have died? Is there really any life after death? The supposed to be answer must have given significant influences on how I have been getting along with my life. I am now 45 years old, married and having two children. Before I have died, I want to do, create, and establish –as much as possible- good things for me, my family, my company, my community, and my environment. That is my life’s goal.
According to the teachings of my religion (Islam), every people have to take responsibility of all of his/her behaviors and actions. In this worldly life, we are not only responsible to ourselves and our family, but also to our society and our state, by obeying the law and Constitution. In the end of time, we submit our ultimate responsibility to our God.
In …

PERKEMBANGAN INDUSTRI MEDIA DAN KURIKULUM ILMU KOMUNIKASI DI PERGURUAN TINGGI

Image
Oleh Satrio Arismunandar[1]

Pengantar
Perkembangan terkini dalam dunia jurnalistik dan industri media menuntut penyesuaian dan pembaruan dalam kurikulum pendidikan Ilmu Komunikasi di perguruan tinggi. Hal ini khususnya berlaku bagi mahasiswa program S-1 yang memilih konsentrasi Jurnalistik, selain Public Relations dan Periklanan.
Tulisan ini mencoba memberi masukan kepada dunia akademis, tentang perkembangan terkini di dunia jurnalistik dan industri media massa, dari sisi pandang seorang praktisi yang biasa bergelut di dunia tersebut.
Sebagai orang yang telah cukup lama menggauli media cetak (suratkabar dan majalah), dan kemudian menjadi produser di sebuah stasiun televisi swasta, saya ingin menyampaikan sejumlah pandangan tentang perkembangan terkini di industri media. Semoga dari sejumlah pandangan dan masukan ini, dapat dipetik manfaatnya bagi pengembangan kurikulum Ilmu Komunikasi di perguruan tinggi.
Kurikulum Ilmu Komunikasi di perguruan tinggi diharapkan mampu mengakomodasi kebutu…

Essay - MENULIS DENGAN HATI

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Pernahkah engkau membaca sebuah puisi, novel, essay, atau artikel, dan dadamu kemudian terasa sesak? Engkau ingin menangis, ingin berjuang, ingin marah, ingin mengubah dunia?

Tetapi di sisi lain, banyak sekali bacaan yang sambil lalu lewat di kepalamu, dan segera terlupakan tanpa kesan apapun. Apa yang membedakan keduanya?

“Kemampuan menggerakkan hati pembaca”. Inilah kualitas yang membedakan tulisan yang dibuat sekadar jadi, sebagai bagian dari produk massal industri media, dan tulisan yang dibuat dengan “menggunakan hati.”

Tulisan “dengan hati” yang kumaksud adalah tulisan yang mengalir dari jiwa, dari sukmamu. Begitulah menulis yang benar, menulis dari getar hati terdalam. Getaran hati itu mengalir ke sekujur tubuhmu, ke tanganmu, ke jari jemari yang menekan keyboard komputer, atau menggoreskan pena di kertas. Dan akhirnya ke untaian kalimat dan kata-kata yang dibaca orang lain.

Suatu tulisan bisa menggetarkan jiwa si pembaca, jika ia memang ditulis dengan gera…

Essay - KETIKA PAK CHAIRUL TANJUNG MENETESKAN AIR MATA

Image
Oleh Satrio Arismunandar

“Ada tissue, nggak?” ujar Pak Chairul Tanjung. Matanya berair. Selama hampir lima tahun bekerja di Trans TV, itulah pertama kalinya saya melihat CT –demikian sebutan akrab untuk pemimpin tertinggi Grup Para yang membawahi Trans TV ini—meneteskan air mata.

Ini bukan adegan sinetron, tapi betul-betul terjadi pada hari kedua Rapat Kerja gabungan Trans TV dan Trans-7 di Hotel Sheraton, Bandung, 11-13 Januari 2007. Sesaat sebelum ia memberi sambutan di podium, CT tampaknya begitu terharu melihat presentasi keberhasilan yang spektakuler dari Trans TV dalam tahun 2006.

Betapa tidak? Pada tahun 2006, Trans TV berhasil menanjak menjadi stasiun TV nomor satu untuk SES AB, dan nomor dua untuk all SES di bawah RCTI. Trans TV sendiri sudah melampaui SCTV, Indosiar, dan lain-lain.

Yang lebih mengejutkan, Trans TV berhasil meraup angka sales di atas Rp 1 trilyun, atau persisnya Rp 1,035 trilyun. Berarti Trans TV telah masuk di klub eksklusif stasiun TV yang pernah meraih nilai …