Posts

Showing posts from April, 2007

Essay - SULTAN HAMENGKUBUWONO X, SULTAN TERNATE, DAN KEARIFAN LOKAL

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Panggung politik Indonesia menghadapi perkembangan menarik akhir-akhir ini, setelah Sri Sultan Hamengkubuwono X pada 3 April 2007 menyatakan tekadnya, untuk tidak lagi bersedia menjadi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satu alasannya, Sultan HB X berencana berkiprah di kancah nasional.
Pernyataan Sultan HB X ini menjadi menarik, karena khusus di DIY, UU No. 32/2004 yang mengatur pemilihan langsung gubernur tidak berlaku. Gubernur dan wakil gubernur dijabat secara ex officio dan turun-temurun oleh Sultan Yogya dan Paku Alam. Malah, sedang ada upaya oleh Pemerintah DIY untuk menggolkan RUU Keistimewaan DIY di DPR, untuk menjadi dasar hukum keistimewaan DIY pada tahun 2008 dan seterusnya.
Salah satu keistimewaan yang diusulkan dalam RUU itu adalah Sultan dan Paku Alam ditetapkan sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah, tanpa lewat pemilihan umum, dan tidak terikat masa jabatan. Dengan penyikapan Sultan HB X, yang tak mau lagi menjadi Gubernur…

Essay - SAYA DITAWARI BERGABUNG KE KABINET BARU SBY

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Dering handphone itu menyentakkan saya, persis ketika saya berbenah mau pulang dari kantor saya di Trans TV, Jl. Tendean, Jakarta Selatan. Waktu itu hari Selasa, 24 April 2007, sekitar pukul 20.00 WIB. Suara laki-laki di ujung sana terdengar tenang, mantap, dan berwibawa: “Selamat malam! Bisa bicara dengan Pak Satrio Arismunandar?”
“Ya. Ini saya sendiri. Maaf, dari siapa ya?”
“Saya Sudi. Sudi Silalahi….”

“Hah? Pak Sudi Silalahi? Maksudnya, bapak ini Sekretaris Kabinet Indonesia Bersatu dan orang kepercayaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono?” Saya agak kaget. Masa sih, seorang jenderal setingkat Sudi Silalahi mau repot menelepon saya, yang cuma producer di Trans TV. Jangan-jangan cuma orang iseng. Tetapi, nada suara dan cara bicaranya terdengar sangat serius. Saya memutuskan untuk mendengarkan terus.

“Saya tidak pernah menyebut diri orang kepercayaan Presiden. Tetapi, kalau Anda menganggap begitu, ya boleh-boleh saja…” jawab orang itu.
“Baiklah. Apa yang bisa saya b…

WS RENDRA DI FENOMENA - TRANS-7

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Tahukah Anda bahwa ketika kecil, WS Rendra tak pernah bercita-cita jadi penyair atau seniman, tetapi malah ingin jadi jenderal? Nah, kisah Rendra ini, Insya Allah, akan ditayangkan dalam program Fenomena di Trans-7, pukul 23.30 WIB, hari Jumat (27 April 2007) ini. Fenomena akan menayangkan episode “WS. Rendra, Sebuah Sketsa.”

Rendra adalah seniman dan budayawan besar Indonesia yang komplit. Ia menjadi penyair, cerpenis, eseis, dramawan, sutradara, dan juga aktor film. Sumbangan Rendra pada seni dan kebudayaan Indonesia membuatnya pantas diprofilkan.

Bagi para seniman muda, sosok Rendra yang sudah berusia di atas 70 tahun ini memang sudah seperti legenda yang hidup (the living legend). Pada tahun 2007 ini, setelah sekian lama “menghilang,” Rendra muncul lagi dan bermain dalam film “Lari dari Blora,” yang mengangkat kehidupan dan perjuangan masyarakat Samin.

Sosok Rendra juga tak bisa dipisahkan dari keberadaan Bengkel Teater, yang pertama kali didirikan di Yogyaka…