PROGRAM "JIKA AKU MENJADI" TRANS TV TAYANG PERDANA




Oleh Satrio Arismunandar

Trans TV mulai hari Minggu, 25 November 2007, pukul 18.00 WIB, akan menayangkan program JIKA AKU MENJADI (JAM). Program magazine mingguan, berdurasi 30 menit, ini dengan demikian akan bertarung di prime time, berhadapan dengan berbagai sinetron yang sangat populer di stasiun-stasiun televisi lain. Keputusan bagian Programming, memasang JAM di slot pukul 18.00, dengan demikian adalah keputusan yang berani.

Saya selaku producer berharap, program JAM ini akan betul-betul memenuhi harapan KPI bagi munculnya program TV yang berkualitas, punya unsur edukasi, bukan semata-mata mengejar rating. Saya pribadi beranggapan, program JAM ini InsyaAllah akan ikut berperan dalam meningkatkan solidaritas sosial terhadap rakyat kecil.Yang dimaksud “rakyat kecil” di sini adalah mereka yang berprofesi "gurem," yang sering dipandang remeh dan tidak mendapat perhatian penuh dari pihak-pihak yang berwenang. Nara sumber JAM antara lain: buruh nelayan miskin (tidak punya perahu sendiri), nenek yang puluhan tahun jadi pemulung, pemain ludruk (kesenian khas Jawa Timur) yang tak pernah lagi dapat order, dan sebagainya.Program JAM pada hakekatnya adalah upaya melihat kehidupan rakyat kecil (dengan profesi gurem) dari mata rakyat juga. Meskipun, rakyat (diperankan oleh talent) yang melihat ini adalah mereka yang biasa hidup di kota, dan biasanya mungkin tidak terlalu aware dengan kehidupan rakyat kecil yang sebenarnya.

Sengaja kami pilih sebagai talent di sini adalah orang biasa (bukan artis). Mereka direkrut dari iklan pencarian talent yang belum lama saya sebar melalui berbagai milis. Mereka saya haruskan ikut menjalani kehidupan narasumbernya, yakni tidur di rumah mereka, makan bersama keluarga (sesederhana apapun makanannya), dan seterusnya. Jadi, mereka dipaksa untuk betul-betul menghayati kehidupan orang susah.

Kehidupan susah itu banyak terwujud dalam hal-hal yang sederhana, tapi tak terbayangkan bagi orang kota. Misalnya, rumah narasumber yang tidak ada WC atau jambannya, sehingga kita harus buang air besar di sawah atau kali kecil di pinggir jalan. Saya sendiri, ketika selaku producer ikut mengawasi proses syuting di Desa Gamping, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur (12-15 November 2007), juga sempat buang air besar di kali.

Kalau talent itu tampak terharu atau menangis di tayangan JAM, itu adalah tangisan asli dan alami karena situasi yang mereka hadapi. Jadi, bukan acting. Itulah sebabnya, saya tidak memilih talent yang sudah top atau artis sinetron, misalnya, karena bisa-bisa nanti penonton salah mengira, bahwa tangisan itu dianggap cuma acting.

Yang berat dalam menggarap program JAM bukanlah liputan atau syutingnya, tetapi justru risetnya. Saya tak bisa memperoleh narasumber yang tepat dengan hanya berbekal informasi dari Internet atau media massa, tetapi harus melihat langsung ke lapangan. Sebagai contoh: saya membutuhkan waktu tiga hari untuk menemukan seorang buruh nelayan, yang saya anggap paling miskin di Indramayu, Jawa Barat. Nelayan yang miskin di Indramayu itu banyak. Tetapi bagaimana menemukan nelayan, yang secara visual dan kondisi faktual betul-betul menggambarkan nelayan yang sangat miskin? Di sinilah letak kesulitannya.

Maka, pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya pada seluruh crew JIKA AKU MENJADI, yang telah bekerja keras dan serius, bagi perintisan awal program ini. Tanpa dukungan mereka, saya tak akan bisa berbuat banyak.

Saya merasa berbesar hati, bahwa pimpinan Trans TV percaya dengan kualitas program ini, sehingga memberi slot prime time. Namun, di sisi lain, saya juga merasa was-was tidak sanggup mempertahankan kualitas isi program, seperti diharapkan banyak orang. Saya cuma bisa bilang “bismillah” saja, semoga semua berjalan lancar.

Nah, untuk tidak berpanjang kata, silahkan saja menikmati tayangannya! Jangan lupa, Minggu, 25 November, pukul 18.00. Terimakasih atas perhatian dan apresiasi Anda semua!

Jakarta, 20 November 2007

Comments

Taufik said…
Bagus banget mas acaranya. Masuk acara wajib tonton. Cocok untuk melawan hedonisme yang sudah menjamur saat ini.

Kalau bisa sekalian diberi summary tiap episode nya di website.

Salut buat seluruh crew "Jika Aku Menjadi".
Mardha said…
Mas, kok di webnya Trans gak da link untuk acara ini seeh??!!!
diah said…
Saya suka sekali acara ini pak satrio, membuat saya bersyukur akan hidup saya dan mmeberi pengetahuan tentang kehidupan yang lain.

Sayang sekali jam tayangnya jam 6,menurut saya itu waktu untuk sholat dan mengaji. kalau boleh, dipindah saja jam tayangnya, jam 7 atau jam 5 sore begitu ^^.. terima kasih..
Anonymous said…
Programnya sarat makna....
sangat membumi, yang membawa kita ke kehidupan masyarakat ke bawah

Btw pak Satrio saya bisa/boleh minta peserta yag daftar di episode Aki Toha yang seorang pejuang....kalau tidak salah namanya Ganis - seorang mahasiswi bisa minta profilenya Ganis minimal email nya pak...eheh

bisa dikirim ke email: reflection_mind@yahoo.com

Terima kasih pak satrio

salam,
Donz
dELuNa said…
q suka banget ma acara ini
membuat aq lebih bersyukur pada apa yg tlah kumiliki

tp aq bingung
aq mo daftar jadi peserta
harus kirim biodata dimana??
priska said…
acaranya bagus bgd lho,,,

setiap nonton acara ini aku ampe nangis,,
hiks,,hiks,,

ngajarin kita harus lebih banyak mensyukuri atas apa yang kita miliki,,

Thanks God
Anonymous said…
subhanallah....

ngiris hati kalo nonton acara ni mas..
netes terus air mata..pas di akhir2 acara..

Saluttt buat JAM...

boleh dong mas kalo saya yg jd presnternya..terjun lgsung ma org2 yg kurang beruntung...

sallam.
Anonymous said…
mas tolong donk bi buatin group JAM di facebook...
smoga group itu dapat brmanfaat

terima kasih
Anonymous said…
salam kenal om aris..
ku seneng banget liat acara JAM nya
om klo gak salah di JAM itu ada Narator yg nama nya NABIL BASSALAMA
bisa minta profil nya gak kirim ke mali ku ya om..please
mar_nov85@yahoo.com
mohon bantuan nya
bluediamond said…
dipastikan acara ini gak pernah kelewat...kdng2 minat juga jadi talentnya...sayang....kayanya ga bisa...oia kalo bisa targetnya di daerah yg benar2 tertinggal.

Salam buat semua crew..JAM.
Nenkudo said…
bener-bener menyentuh hati dan meneteskan air mata ...

i like it
semoga banyak dermawan yang mampu mngulurkan tangan ..

n semoga aq juga mampu jdi dermawanx amien

gk pernah ketinggalan mpe skrang nonton tuh acara mantapp
Anonymous said…
aku suka sekali acara in,,,,
bisa ngak aku mndaftar....
and bgaimana crax,,,??

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI