Posts

Showing posts from July 9, 2007

Essay - KETIKA SEORANG PRESIDEN MENANGIS...

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Tidak ada yang luar biasa. Itu kesan yang saya rasakan, ketika muncul berita di media bahwa Presiden SBY menangis, mendengar kisah derita sejumlah warga yang jadi korban lumpur Lapindo. Para warga itu datang ke kediaman resmi Presiden di Cikeas dan mengadu di sana . Diberitakan, Presiden SBY juga berang karena banyak laporan atau problem warga yang ternyata selama ini “tidak sampai” ke Presiden.

Soal seorang Presiden menangis mendengar penderitaan rakyat, bukan barang baru. Megawati ketika menjadi Presiden RI dulu juga menangis, mendengar kisah penderitaan rakyat Aceh yang jadi korban perang dan pelanggaran HAM.

Tidak ada yang salah dengan “menangis.” Menangis adalah ungkapan emosi atau perasaan. Sebagai manusia biasa, Presiden boleh saja menangis. Bahkan aksi menangis ini bisa menjadi “credit point” secara politik, karena seolah-olah menunjukkan sang Presiden memiliki kepekaan terhadap penderitaan rakyat.

Namun, masalahnya, aksi menangis itu justru bisa berbalik …

ANAK SAYA - FAWWAZ AHMADINEJAD SATRIOPUTRA

Image
Oleh Satrio Arismunandar
Sesudah pergulatan panjang, akhirnya istri saya selamat melahirkan anak saya yang ketiga, pada Jumat, 29 Juni 2007 jam 23.13 di RS Hermina, Depok. Bayinya laki-laki, berat 4,3 kg, dan panjang 51 cm, dilahirkan lewat operasi.

Sebenarnya, semula tidak perlu operasi karena kehamilannya normal. Namun, ketika proses kelahiran baru bukaan 2, ketahuan bahwa istri saya terkena demam berdarah (DB). Angka trombositnya sudah 104.

Dokter Mutia yang menangani istri saya berpendapat, jika menunggu sampai lahir secara normal besok paginya, bisa jadi trombosit istri saya akan turun sampai di bawah 100. Dan ini akan membahayakan si jabang bayi. Jadi, demi kebaikan sang bayi, kelahiran tak boleh menunggu lebih lama. Maka dipilihlah opsi operasi.

Alhamdulillah, anak saya lahir dengan selamat, meski sempat terkena infeksi karena penyakit ibunya. InsyaAllah, anak saya ini akan saya beri nama: Fawwaz Ahmadinejad Satrioputra.

Fawwaz ini bahasa Arab, artinya: “Yang mendapat banyak keberu…

KEUNIKAN JURNALISME KULINER - MENGAPA "SELALU ENAK?"

Image
Oleh Satrio Arismunandar
Bondan Winarno, ahli kuliner yang ngetop dengan ungkapan “maknyus” itu tampak mengunyah hidangan yang tersaji di depannya. Tetapi mendadak, ia langsung memuntahkannya! “Tidak enak! Betul-betul tidak ada nikmatnya!” ujarnya, menyumpah-nyumpah.
Pernahkah Anda menyaksikan tayangan semacam itu di layar televisi? Ya, pasti tidak pernah. Semua yang dimakan Bondan di layar televisi selalu enak, gurih, nikmat, sedap, dan pokoknya… “maknyuss!”
Sejumlah rekan pernah bertanya kepada saya, mengapa liputan tentang masakan –semacam program Wisata Kuliner-- di media televisi hanya menayangkan makanan yang enak-enak saja? Kenapa tidak pernah ada yang meliput restoran yang menyajikan masakan yang tidak “maknyus?”
Jawaban saya, liputan semacam Wisata Kuliner itu memang bukan jurnalisme yang bisa kita bandingkan dengan liputan peristiwa kebakaran, kecelakaan, bencana alam, konflik politik, kriminalitas, dan sebagainya. Wisata Kuliner sepatutnya kita masukkan dalam rubrik “pelayanan …