Posts

Showing posts from 2008

KORESPONDEN TRANS TV, CHANRY ANDREW SURIPATTY, AKHIRNYA AMAN KEMBALI KE PAPUA

Image
(Artikel di bawah ini ditulis oleh koresponden Trans TV di Papua, Chanry Andrew Suripatty, dan sempat dimuat di milis internal News Trans TV. Artikel ini sengaja saya pasang di blog saya, sekadar sebagai catatan sejarah, dengan editing bahasa sekadarnya dari saya):
Akhirnya kuinjakkan kembali kakiku di tanah tercinta Bumi Cenderawasih Papua bersama Mas Satrio Arismunandar (Executive Producer -News Trans TV), 27 Juni 2008. Kepulanganku ini untuk menyelesaikan persoalan saya dengan pihak Kepolisian (Polresta Jayapura), terkait pemanggilan saya oleh polisi sebagai saksi dalam kasus peliputan berita pengibaran Bintang Kejora beberapa waktu sebelumnya. Tepat pukul 07.00 WIT, pesawat Garuda yang membawa kami dari Jakarta mendarat dengan mulus di Bandara Sentani. Setelah pesawat parkir di apron bandara, pintu pesawat pun terbuka. Kami pun turun dari pesawat itu.
Dengan rasa haru dan sempat meneteskan air mata, kaki saya kembali berpijak di tanah kelahiran saya, yaitu Papua (walau saya asli Am…

Essay - SOAL PENGGUNAAN SERAGAM DI TRANS TV

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Harian Kompas edisi Minggu, 21 Desember 2008, memuat sejumlah artikel yang mengaitkan kewajiban berbusana seragam di sejumlah kantor dengan iklim kreativitas. Dikatakan, di kantor-kantor di mana kreativitas karyawan amat dipentingkan, kewajiban penggunaan seragam sesungguhnya merupakan sesuatu yang tidak pas, atau tidak nyambung dengan semangat kreativitas tersebut. Disebutkan juga, kegagalan penerapan seragam di kantor swasta tertentu.

Menurut saya, jika betul busana tidak ada kaitannya dengan kreativitas, maka seharusnya berseragam atau tidak berseragam juga tidak perlu lagi dipersoalkan. Perusahaan besar semacam Toyota di Jepang, misalnya, juga memberlakukan wajib seragam di pabrik-pabriknya. Apakah ini harus diartikan bahwa para karyawan Toyota tidak memiliki kreativitas? Atau, tidak ada iklim kreativitas di pabrik-pabrik Toyota?

Saya malah pernah membaca buku (sudah lupa judul dan pengarangnya), yang berkaitan dengan budaya seragam ini. Suatu ketika, Kaisar …

KRITIK SOSIAL DALAM EMPAT LIRIK LAGU DI ALBUM KELOMPOK MUSIK SWAMI I (IWAN FALS DKK.)

Image
I. Latar Belakang

Kesenian, khususnya seni musik, merupakan bagian dari kebudayaan. Melalui musik, manusia mengekspresikan perasaan, harapan, aspirasi, dan cita-cita, yang me-representasikan pandangan hidup dan semangat zamannya. Oleh karena itu, melalui kesenian, kita juga bisa menangkap ide-ide dan semangat yang mewarnai pergulatan zaman bersangkutan.
Indonesia sendiri adalah suatu negeri yang kaya dengan berbagai karya seni, khususnya seni musik, yang mewakili pandangan hidup dan semangat zamannya. Salah satu era yang penting dalam perjalanan bangsa ini adalah era Orde Baru yang dimulai dengan naiknya Jenderal Soeharto ke tampuk pimpinan pemerintahan pada penghujung 1960-an sampai berakhirnya kekuasaan Presiden Soeharto pada penghu-jung 1990-an.
Salah satu grup musik yang sempat mewarnai era Orde Baru adalah Swami, dengan ikonnya Iwan Fals. Mereka telah menelurkan sejumlah album dan salah satu yang menonjol adalah album Swami I. Lirik-lirik lagu dalam album Swami I ini me-wakili pan…

TIPS MELAMAR KERJA - BELAJAR DARI CINTA LAURA DAN TUKUL ARWANA

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Kalau Anda sedang melamar kerja dan diwawancarai, biasanya staf bagian personalia akan bertanya: “Bisakah Anda menyebutkan, apa yang menjadi kekurangan atau kelemahan Anda?”
Kekurangan atau kelemahan biasanya dianggap negatif, dan kita jarang mau mengakuinya. Kita semua pasti punya kekurangan. Tetapi, bagaimana caranya agar hal yang negatif itu bisa terdengar positif?
Nah, kalau mau tahu jawabnya, belajarlah dari artis Cinta Laura, yang terkenal tak becus melafalkan becek atau ojek itu. Ketidakmampuan artis blasteran ini berbahasa Indonesia dengan benar seharusnya menjadi kelemahan. Tetapi, siapa menyangka, kelemahannya itu justru menjadi sumber rezeki. Suara Cinta Laura dijadikan ring tone telepon seluler oleh Telkomsel, tentunya dengan dihargai mahal. Singkatnya, apa yang dianggap negatif atau kekurangan, justru bisa berarti positif dan menguntungkan!
Contoh lain yang berhasil mengubah kelemahan menjadi keuntungan adalah pelawak dan presenter Tukul Arwana. Fi…

KEHENDAK BEBAS (FREE WILL) DAN KENISCAYAAN (DETERMINISM), DAN KONTEKS INDONESIA

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Pengantar

“Kehendak bebas” (free will) adalah suatu istilah filsafat, mengenai sejenis kapasitas tertentu dari pelaku-pelaku rasional (rational agents), untuk memilih langkah tindakan (course of action) di antara berbagai alternatif tindakan. Macam apa sebenarnya yang dinamakan “kehendak bebas” itu adalah hal yang sudah sekian lama menjadi pokok dan bahan perdebatan panjang.
Perdebatan di antara para filsuf tentang masalah ini sudah berusia dua ribu tahun, dan hampir setiap filsuf terkemuka sedikit banyak sudah pernah menyinggung tentang isu ini. Sebagian besar filsuf beranggapan, konsep kehendak bebas itu sangat erat berhubungan dengan konsep tanggung jawab moral. Bertindak dengan kehendak bebas, dalam pandangan tersebut, adalah hanya untuk memenuhi persyaratan metafisik bagi tanggung jawab atas tindakan seseorang.[1]
Namun, arti penting kehendak bebas tidak hanya berhubungan dengan tanggung jawab moral. Kehendak bebas juga tampak menjadi syarat ganjaran atas …

Essay - KONTRAK POLITIK A'LA DHIA PREKASHA YOEDHA (CALEG PDI PERJUANGAN) - DAPIL JAKARTA TIMUR

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Ada untungnya, punya teman mantan wartawan, yang kini full-time jadi politisi. Teman saya itu adalah Dhia Prekasha Yoedha, mantan wartawan Harian Kompas, yang kini jadi Caleg PDI Perjuangan untuk DPRD DKI Jakarta, dari Daerah Pemilihan Jakarta Timur.

Dari percakapan dengan Yoedha, saya mendapat wawasan praktis tentang lika-liku jadi politisi, yang berbekal idealisme dan komitmen kerakyatan. Namun, sayangnya Yoedha kurang didukung basis finansial yang memadai.

Karena Yoedha cuma berada di nomor urut 8 dalam daftar caleg PDI-P, dia memang harus berjuang keras dari bawah. Namun, kondisi ini menurutnya justru punya nilai positif. Teman saya yang alumnus Kriminologi FISIP-UI ini dipaksa harus berinteraksi langsung dengan berbagai segmen dan kelompok masyarakat, dari yang agamis sampai yang sekuler, dari yang kelas bawah sampai menengah ke-atas, di wilayah pemilihan Jakarta Timur. Interaksi ini membuatnya belajar tentang situasi dan problem real yang dihadapi masyarak…