Posts

Showing posts from January, 2008

SINOPSIS FILM - FAJAR DI SERAMBI MAKKAH

Image
Ide orisinil cerita: Satrio Arismunandar
Genre : Drama cinta dengan latar belakang situasi konflik politik-militer, ekonomi, dan sosial-budaya yang rumit di Aceh, bencana Tsunami, serta perang TNI vs. GAM.
Durasi : 90 mnt (Sinopsis ini sengaja saya upload di blog, sebagai ajang promosi kalau-kalau ada producer atau pihak lain yang berminat memfilmkannya. Film dengan latar belakang konflik, perdamaian, dan bencana Tsunami di Aceh, dengan bumbu cinta dan kemanusiaan).
Peran Utama:
Lettu TNI Saptono Wibowo, perwira muda TNI yang jatuh cinta pada gadis keturunan Aceh, Cut Syarifa. Saptono adalah perwira TNI yang berpikiran maju dan demokratis, dan dalam melaksanakan tugas profesionalnya betul-betul tulus ingin mendorong kemajuan Aceh. Namun komplikasi konflik di Aceh, yang juga mencuatkan isu menolak kaum pendatang (baca: orang Jawa), dan kebencian terhadap pelanggaran HAM oleh sejumlah oknum TNI di Aceh, menghambat terwujudnya cinta Saptono.
Cut Syarifa, mahasiswi di sebuah universitas neger…

KONSEP AWAL - PROGRAM "JIKA AKU MENJADI" DI TRANS TV

Image
Pengantar

“J-A-M” (Jika Aku Menjadi...) adalah salah satu program TRANS TV, yang menayangkan informasi tentang lika-liku kehidupan orang dengan pekerjaan/profesi tertentu dari kalangan masyarakat kelas bawah, namun segmentasi pemirsa adalah tetap kelas A+B. Program ini selain dikemas secara menarik, juga diharapkan bisa membangkitkan semangat toleransi dan solidaritas sosial dari masyarakat kelas atas terhadap mereka yang di kalangan bawah.

Di sinilah letak nilai edukasinya. Penonton yang dari kelas segmen A+B diharapkan akan lebih memahami bagaimana kehidupan masyarakat bawah, dan dengan demikian bisa lebih berempati dan solider. Karena selama ini kalangan bawah itu hanya mereka lihat dari permukaan.

Summary Program

Nama Program : J-A-M (Jika Aku Menjadi....)
Jenis Program : Magazine
Durasi : 30 menit (termasuk comm-break)
Host : Reporter menjadi host dengan gaya verite.
Slot Time : (Diusulkan pada slot Kejamnya Dunia)
(sebelum Reportase Sore)
Hari Tayang : Sabtu – Minggu
Target Audience : A+B …

BUTUH TALENT UNTUK PROGRAM "JIKA AKU MENJADI" TRANS TV

Image
Program JIKA AKU MENJADI (JAM) kini secara rutin sudah tayang di Trans TV, setiap sore hari. Untuk program itu, JAM membutuhkan tenaga Talent. Bagi yang berminat, silahkan mendaftar dengan mengirim e-mail berisi CV dan dua foto (1 foto close up + 1 foto seluruh badan). Jangan lupa menyertakan nomor telepon/HP yang bisa dihubungi. Kirimkan e-mail ke: jikaakumenjadi@transtv.co.id. Atau boleh juga mengirim via pos ke Produser JIKA AKU MENJADI, dengan alamat: Divisi News Trans TV, Lantai 3. Jl. Kapten Tendean Kav. 12-14A. Jakarta Selatan.

Tolong kirim CV (Curriculum Vitae) dengan format doc (MS Word 2003) + 2 foto (close up dan seluruh badan, sebaiknya dalam format jpg atau lainnya yang mudah diakses) ke Producer JIKA AKUMENJADI di alamat email: jikaakumenjadi@transtv.co.id

Notes: Format docx tak bisa dibaca di komputer TransTV.
Karena program JAM tayang reguler, maka tiap bulan JAM membutuhkan banyak Talent (tiap episode, Talent-nya selalu berganti). Adapun syarat bagi Talent tersebut ad…

SATRIO ARISMUNANDAR, PRODUSER "JIKA AKU MENJADI": TIDAK INGIN MEMAKAI ARTIS (Tabloid Nyata, 1 Januari 2008)

Image
Saat diputar untuk pertamakalinya di Trans TV, Satrio sempat mendapat komentar dari beberapa temannya, jika acara yang diproduserinya ini sangat mirip dengan acara Simple Life-nya Paris Hilton ,yang begitu terkenal tersebut.
Namun Satrio membantah jika ia telah mengambil ide Simple Life produksi Amerika. “Terus terang ya, saya sendiri sampai sekarang malah belum pernah nonton Simple Life itu seperti apa. Kata temen-temen sih memang mirip, tapi saya berani jamin kalau ide ini muncul dari saya sendiri,” ucap Satrio, saat ditemui Nyata di rumahnya di Taman Cipayung, Depok, Jawa Barat pada Jumat (21 Desember 2007) lalu.
Satrio mengaku mendapatkan ide acara Jika Aku Menjadi, justru berawal dari reality show yang tengah disiarkan sebuah televisi swasta, yang mengeksploitasi keluarga miskin di desa, untuk bisa merasakan kehidupan modern di kota.
“Saya pernah melihat acara yang mengangkat keluarga miskin, yang kemudian dikenalkan dengan kehidupan modern, dan kepolosan mereka menjadi daya tar…

JUIKA RATIH: RASAKAN BERATNYA KEHIDUPAN (Tabloid Nyata, 1 Januari 2008)

Image
Saat pertamakali mengirim kurikulum vitae ke Trans TV, sebenarnya niat Juika adalah untuk melamar menjadi karyawan salah satu teve swasta tersebut. Namun, Juika justru mendapat panggilan dan ditawari kasting menjadi talent di acara Jika Aku Menjadi, yang ditayangkan Trans TV setiap hari Minggu ini.
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, mantan reporter Jak-TV ini pun menerima tawaran kasting tersebut. Beruntung ia terpilih untuk menjadi talent salah satu episode Jika Aku Menjadi, khususnya di episode Buruh Tani di Desa Sukamakmur, Sukakarya, Bekasi.
Rupanya pengalaman menjadi talent yang mesti berbaur dengan keluarga Ajuk Marjuki yang sangat miskin, memberikan pengalaman tersendiri bagi Juika. Apalagi selama ini Juika dibesarkan di keluarga yang berkecukupan, karena ayahnya merupakan pengusaha kaya di Jakarta.
“Di Jakarta orang miskin banyak. Melihat rumah gubuk pun bukan pemandangan yang asing lagi buat aku. Saking biasanya, perasaanku pun datar-datar saja ketika melihat kondisi merek…

REALITY SHOW "JIKA AKU MENJADI": BERSYUKUR BISA BELI BEBEK (Tabloid Nyata, 1 Januari 2008)

Image
Ajuk Marjuki (80) kini tengah berbahagia. Betapa tidak, pria yang masih terlihat sehat di usia senjanya itu baru seminggu terakhir berhasil mewujudkan keinginan lamanya, untuk menambah jumlah ternak bebek miliknya, yang dari hari ke hari semakin berkurang karena faktor cuaca yang tidak mendukung.
Aki, begitu panggilan akrabnya mengaku bersyukur, karena berkat kemunculannya di acara Jika Aku Menjadi, yang disiarkan salah satu stasiun TV swasta, Trans TV pada Minggu (16 Desember 2007) sore lalu, bapak tiga anak ini bisa menambah modal untuk membeli bebek yang akan dijadikan usaha di hari tuanya sekarang.
Jumlah bebek yang semula hanya ada 60 ekor, kini bertambah menjadi 150 ekor. Aki pun terpaksa menambah satu kandang lagi tepat di belakang rumahnya, karena kandang lama sudah tak mampu lagi untuk menampung bebek barunya tersebut.
“Alhamdulillah, kemarin saya dikasih uang satu juta. Tadinya saya bingung mau saya gunakan memperbaiki rumah atau untuk usaha. Tapi akhirnya saya putuskan mem…

Essay - CREW NEWS TRANS TV YANG PAMIT, UNTUK PINDAH KE STASIUN TV LAIN

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Selasa sore ini (15 Januari 2008), kembali seorang awak News Trans TV pamit ke saya, karena akan pindah ke stasiun TV lain. Saya menyikapinya dengan biasa saja, karena ketika umur saya masih relatif "muda," saya sendiri sudah beberapa kali pindah kerja, dari suratkabar, majalah, LSM, sampai terakhir kini di Trans TV.
Orang mencari penghidupan dan suasana kerja yang lebih baik, itu kan biasa dan wajar saja. Kalau kita ingin membuat dia bertahan, ya kita harus memberikan situasi dan kondisi yang membuat dia happy. Itu konsekuensi logisnya.
Dan dalam iklim kompetisi antar stasiun TV yang makin keras, adalah hal yang biasa juga bahwa para kompetitor kita berlomba menawarkan hal-hal yang bisa membuat karyawan lebih happy itu, kepada tenaga-tenaga profesional (yang ironisnya, SDM itu telah sekian lama kita latih dan didik di Trans TV).
Ada banyak tenaga bagus yang siap pakai, kenapa repot-repot merekrut dan melatih fresh graduate? Mungkin begitu pikiran pem…

Essay - DESEMBER, BULAN "PEMBAKARAN" UANG RAKYAT

Image
(Foto liputan JIKA AKU MENJADI episode Tukang Rujak di daerah Pondok Gede, Bekasi dengan talent Metha, mahasiswi Politeknik UI)

Oleh Satrio Arismunandar

Bulan Desember tidak selalu berkonotasi dengan religiositas (peringatan Natal) atau persiapan menyambut kemeriahan malam Tahun Baru. Namun, tanpa banyak gembar-gembor (karena sudah berlangsung rutin setiap tahun dan dianggap biasa), Desember faktanya adalah bulan "pembakaran" uang rakyat.

"Pembakaran?" Yang saya maksud tentu bukanlah membakar uang kertas dengan korek api. Tetapi, menyia-nyiakan uang rakyat, sisa anggaran pemerintah daerah dan pemerintah pusat, dari berbagai departemen dan instansi, untuk kegiatan dan aktivitas yang diada-adakan, tidak produktif, pemborosan, dan tidak penting. Ini adalah praktik yang rutin dilakukan setiap menjelang tutup buku, pada akhir tahun.

Seorang teman yang sering mengurus audit perusahaan bercerita, bahkan ada kepala seksi sebuah instansi yang disuruh atasannya untuk main golf …

Essay - ICMI DAN SBY PUN IKUT LATAH, MINTA MASYARAKAT MEMAAFKAN SOEHARTO

Image
Oleh Satrio Arismunandar Saya sunguh merasa prihatin, membaca berita Kompas (13 Januari 2008) bahwa ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia) meminta masyarakat Indonesia memaafkan kesalahan masa lalu, yang dilakukan mantan Presiden Soeharto. Meski belum menjadi sikap resmi ICMI, Ketua Presidium ICMI Pusat Nanat Fatah Natsir di Pekanbaru, Riau, mengatakan, persoalan hukum Soeharto sebaiknya tak lagi diungkit. “Kita serahkan kepada Allah saja,” ujarnya. Sedangkan pernyataan Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI, Irman Gusman, lebih ajaib lagi. Irman dikutip mengatakan, “Kita harus berani memaafkan Soeharto justru agar pemimpin bangsa ini di masa depan tak lagi mengulangi kesalahan yang sama.” Amboi! Sungguh aneh logika yang dikembangkan Irman. Yakni, jika rakyat dengan mudah memaafkan kesalahan Soeharto, maka di masa mendatang para pemimpin tidak akan mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan Soeharto! Apakah logikanya tidak terbalik? Justru karena rakyat terlalu mudah melupakan kesalahan p…

Essay - SEORANG ANAK BERNAMA DAVID LAPINDO

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Ketika sedang syuting untuk episode program JIKA AKU MENJADI di Pasar Baru Porong, Sidoarjo, pertengahan November 2007, crew Trans TV bertemu dengan para pengungsi lumpur Lapindo, yang terpaksa bertahan hidup di pasar tersebut. Saya melihat, ribuan pengungsi ini sudah menjadi suatu komunitas tersendiri. Mereka mendiami los-los pasar, mandi, mencuci, masak, dan sebagainya di sana. Bahkan ada TK darurat yang dibangun di tengah lokasi pasar.

Pasar yang kini praktis jadi tempat pemukiman itu dipenuhi spanduk-spanduk. Mulai dari spanduk organisasi-organisasi tertentu, yang memberikan sumbangan kepada pengungsi, sampai spanduk bernada militan dari warga sendiri atau LSM. Inti dari isi spanduk-spanduk itu: warga korban lumpur tak mau dipolitisir atau dipermainkan oleh elite politik, yang menjadikan isu lumpur ini sebagai mainan politik.

Ketika sedang asyik mengamati suasana di sana, seorang pria dengan anaknya yang belum berusia setahun menghampiri saya. "Ini anak…

Essay - KRITERIA OBYEKTIF DAN SUBYEKTIF DALAM PEMUATAN ARTIKEL DI HARIAN KOMPAS

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Wartawan Harian Kompas, Pepih Nugraha, dalam blognya menyatakan, bagi yang berminat mengirim artikel ke Kompas, perlu mengetahui syarat-syarat yang diinginkan Kompas. Penjabaran kriteria ini bisa menjadi salah satu strategi, dalam menyiasati artikel agar bisa dimuat. Pepih memaparkan 17 penyebab sebuah artikel ditolak oleh Desk Opini Kompas. Yaitu:

1. Topik atau tema kurang aktual
2. Argumen dan pandangan bukan hal baru
3. Cara penyajian berkepanjangan
4. Cakupan terlalu mikro atau lokal
5. Pengungkapan dan redaksional kurang mendukung
6. Konteks kurang jelas
7. Bahasa terlalu ilmiah/akademis, kurang populer
8. Uraian Terlalu sumir
9. Gaya tulisan pidato/makalah/kuliah
10. Sumber kutipan kurang jelas
11. Terlalu banyak kutipan
12. Diskusi kurang berimbang
13. Alur uraian tidak runut
14. Uraian tidak membuka pencerahan baru
15. Uraian ditujukan kepada orang
16. Uraian terlalu datar
17. Alinea pengetikan panjang-panjang.

Ditambahkan Pepih, mereka yang berminat menulis opini tingg…

Essay - MEDIA KITA LEBIH MEMIHAK SOEHARTO?

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Cerita di bawah ini saya kutip dari seorang teman wartawan (yang kebetulan juga aktivis). Dia dapat cerita bahwa Rabu lalu (9 Januari 2008), saat SCTV menayangkan talk show mengenai Soeharto dengan pembicara Mohammad Assegaf, Saldi Isra, pengamat, Moerdiono dan Titik Prabowo. Seharusnya Adnan Buyung Nasution sebagai salah satu pembicara juga di segmen 3 tapi Abang (demikian ABN dipanggil) pulang dengan kesal, tidak mau jadi nara sumber karena melihat bagaimana Rosi wawancara Moerdiono yang mengelu elukan Suharto sebagai bapak pembangunan. Kemudian dilanjutkan statement Titik Suharto yang mengatakan sekali lagi Suharto banyak jasanya bagi Indonesia.
Teman saya, yang mengikuti wawancara tersebut sejak awal sampai akhir juga sangat kecewa karena sebagai wartawan “independen” seharusnya kalau memang Moerdiono dan Titik dijadikan nara sumber, mengapa tidak ada korban korban Soeharto yang diwawancara. Kenapa tidak ada korban DOM Aceh, tidak ada korban dari Papua, tida…

Essay - LIPUTAN SOEHARTO DAN (KURANGNYA) "KESADARAN IDEOLOGIS" WARTAWAN KITA

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Jika Soeharto meninggal hari ini, akan sangat menarik melihat pemberitaan media tentangnya. Bagaimana media akan menempatkan Soeharto dalam konteks sejarah Indonesia kontemporer.

Apakah ia akan lebih dipandang dalam frame “positif” (pahlawan, pejuang kemerdekaan, bapak pembangunan, bapak yang sayang keluarga, dan sebagainya), atau dalam frame “negative” (koruptor kakap, diktator, pelanggar HAM kelas berat, nepotisme, dan seterusnya). Atau media mencoba bersikap proporsional?

Apakah dalam liputan itu, media lebih mengedepankan pendekatan “elitis” (dari sudut pandang kepentingan elite politik, elite ekonomi, dan elite militer)? Atau, pendekatan “populis” (dari sudut kepentingan rakyat kecil, korban-korban pelanggaran HAM, warga yang tersisih dan tertindas selama pemerintahan Orde Baru, dan sebagainya).

Frame dan cara pendekatan itu bisa kita baca dari pilihan topik, judul, dan lead yang digunakan, dan narasumber-narasumber yang dipilih. Kita sudah tahu, siapa saja f…

Essay - JIKA SOEHARTO MENINGGAL HARI INI...

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Mati-hidupnya seseorang tergantung kehendak Allah SWT. Namun, jika mantan Presiden Soeharto meninggal karena penyakitnya hari ini, maka Soeharto meninggal dalam status hukum sebagai seorang tersangka koruptor. Suka atau tidak, itulah faktanya, karena proses pengadilan terhadap Soeharto sudah sempat bergulir, meski proses hukumnya tersendat-sendat.

Memang, status “tersangka” tidak sama dengan “divonis bersalah.” Proses hukum terhadap Soeharto belum selesai dan belum punya ketetapan hukum tetap. Namun, bagi seorang jenderal besar dan mantan presiden yang telah berkuasa selama 32 tahun, status hukum sebagai “tersangka koruptor” itu merupakan aib.

Berbeda halnya dengan mantan Presiden Soekarno. Rezim Orde Baru di bawah Soeharto telah mengucilkan dan memojokkan Soekarno secara politik. Bahkan, keluarga, kerabat dan kawan-kawan Soekarno juga dipersulit, ketika mereka ingin bertemu Bung Karno di saat-saat sakit dan menjelang kematian presiden pertama RI tersebut.

Bandin…

KRISTEN TAUHID, ALIRAN KRISTEN DI INDONESIA YANG MENOLAK MEMPERTUHANKAN YESUS

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Sangat menarik. Saya baru tahu dari sebuah diskusi di milis ppiindia, bahwa dari sekian banyak aliran Kristiani di Indonesia, ternyata ada aliran yang menganut “ajaran Tauhid” (baca: keesaan Tuhan), menolak konsep Trinitas, dan menolak kepercayaan bahwa Yesus adalah Tuhan atau putra Allah. Aliran ini namanya Unitarian.

Menurut Lukas Kristanto, yang mengaku anggota aliran Unitarian di milis ppiindia, aliran Unitarian adalah aliran yang menjunjungi tinggi basis keimanan Abrahamik atau ajaran ketuhanan Abraham/Ibrahim. Abrahamik teguh memegang prinsip keesaan Tuhan. Ajaran yang dibawa Musa, Isa (Yesus) dan Muhammad berawal dari ajaran Abraham/Ibrahim. Di Indonesia, aliran unitarian dari kelompok Frank Donald menamakan dirinya: Kristen Tauhid.Dalam pandangan aliran Unitarian, Allah (Elohim, bahasa Ibrani) tidak mungkin inkonsisten dalam menurunkan ajaran keimanan kepada umat-Nya di sepanjang sejarah manusia. Kalau Abraham diajarkan tentang ke-Esaan Tuhan oleh Allah…