Posts

Showing posts from February, 2008

JIKA AKU MENJADI (JAM), AJANG INTROSPEKSI DIRI (Tabloid Nova, 25 Februari 2008)

Image
Maria Qibthia nama perempuan itu. Usia genap 21 tahun. Ia adalah mahasiswi tingkat tiga Universitas Bina Nusantara, Jakarta. Hatinya tergugah tatkala menyaksikan program tayangan di Trans TV bertajuk Jika Aku Menjadi (JAM). Tayangan itu berdurasi 30 menit dan muncul setiap Minggu pukul 6 sore.
Niatnya menjadi talent diacara tersebut kian membuncah. Apalagi, setelah dirinya mendengar cerita tentang pengalaman kakak teman sekampusnya yang menjadi talent di episode sebelumnya. “Seru. Acaranya sangat menggugah. Melihat kehidupan masyarakat di bawah garis kemiskinan dengan profesi yang sebelumnya tak terpikirkan olehku. Bagaimana ya, jika aku yang mengalaminya,” katanya.
Theya, begitu ia akrab disapa, mengirimkan lamarannya via internet. Tak perlu menunggu lama ia ditelepon dari Trans TV. Gembiranya bukan main. Ia dipanggil casting dan dinyatakan pantas menjadi talent untuk progam JAM episode menjadi pembajak sawah. Jadwal syuting di Gunung Menyan, Bogor telah direncanakan. Theya siap bera…

ASPEK SIMBOLIS PADA PELUNCURAN TVOne (EKS LATIVI)

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Peluncuran TVOne pada persis “Hari Valentine”, 14 Februari 2008, mendapat perhatian khusus di kalangan para praktisi media TV. Stasiun TV yang merupakan “metamorfosis” dari Lativi ini merekrut banyak praktisi media dari stasiun TV lain, terutama dari Trans TV. Tak heran, jika banyak crew News Trans TV yang mengamati acara peluncuran itu lewat monitor di kantor Trans TV. Saya termasuk di antaranya.

Sekilas, acara peluncuran itu secara teknis berlangsung lancar. Namun, masalah yang lebih besar justru bukan di soal teknis. Saya merasa kecewa dan amat menyesalkan, ketika acara peluncuran TVOne sampai ke tayangan “wawancara” Presiden SBY oleh Pemred Karni Ilyas dan presenter Tina Talisa.

“Wawancara” dengan Presiden SBY, yang bersifat eksklusif dan disiarkan langsung dari istana, ini semula dirancang sebagai credit point, bahwa TVOne berhasil melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan stasiun TV lain.

Namun, bagi yang sempat menonton acara itu, mungkin bisa menginga…

JIKA AKU MENJADI: MENYELAMI KEHIDUPAN WARGA MISKIN (Republika, 6 Februari 2008)

Image
Presenter acara ini rela tinggal dan makan bersama dengan masyarakat miskin.

Ingin mengetahui bagaimana rasanya menjadi orang miskin yang sebenarnya? Jika itu yang Anda inginkan, rasanya tak perlu sulit untuk mencarinya. Trans TV bakal mengajak para pemirsa menyelami kehidupan 'orang miskin' dalam versi yang sesungguhnya lewat program bertajuk Jika Aku Menjadi (JAM).
Program yang dikemas secara semi-reality show ini hadir setiap Ahad pukul 18.00 WIB. Setiap pekannya acara ini mengudara setengah jam. Pengelola stasiun TV ini mengklaim bahwa tontonan ini merupakan program sungguhan, karena para pembawa acara yang dipilih dari proses casting dan setiap pekannya selalu berganti-ganti, terlebih dahulu melakukan adaptasi selama proses shooting. Adaptasi yang dilakukan para tersebut harus tinggal serumah serta mengikuti aktivitas keseharian orang miskin tadi.
''Proses shooting itu terkadang bisa berjalan 3-4 hari, tetapi untuk daerah yang kami anggap rawan, seperti di tengah h…