Posts

Showing posts from July, 2008

METODE PENGUKURAN RATING BAGI STASIUN TELEVISI

Image
Proses pengukuran rating yang dilakukan Nielsen secara garis besar adalah sebagai berikut:

Menentukan sampel

Survei kepemirsaan televisi Nielsen ini dilakukan di 10 kota besar di Indonesia, yaitu: Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang, Bandung, Makassar, Yogyakarta, Palembang, Denpasar, dan kota yang baru saja bergabung di tahun 2007 adalah Banjarmasin.

Dari ke-10 kota tersebut, ditentukan rumah tangga yang bisa menjadi panel survei. Sebelumnya pihak Nielsen mengidentifikasi rumahtangga-rumahtangga yang memiliki pesawat televisi (pesawat televisi yang dimaksud harus dalam kondisi baik alias tidak rusak) dan karakteristik demografis mereka (seperti status sosial-ekonomi, pekerjaan, usia, dan sebagainya).

Dari proses ini, diperoleh populasi (pemilik) TV di 10 kota survei. Dan karena yang diukur adalah kepemirsaan individual, maka yang termasuk dalam populasi TV adalah mereka yang berusia 5 tahun ke atas.

Pemilihan panel (sampel) kemudian diproyeksikan dari populasi TV tersebut berdasarkan karak…

Essay - MENUJU JURNALIS MULTIMEDIA

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Saya beruntung menghadiri acara peluncuran buku “Manusia Komunikasi, Komunikasi Manusia” di Wisma Antara, Jakarta, hari Sabtu (12 Juli 2008). Buku yang berisi kumpulan tulisan para akademisi ilmu komunikasi dan praktisi media itu dicetak oleh grup penerbitan Kompas, untuk memperingati 75 tahun Prof. Dr. M. Alwi Dahlan. Alwi Dahlan adalah pakar ilmu komunikasi dari Universitas Indonesia, yang pernah menjadi Menteri Penerangan RI dan Ketua BP7.
Karena karirnya yang panjang di dunia akademis dan di birokrasi pemerintahan, tak heran jika banyak mantan mahasiswa dan sejawatnya, yang berpartisipasi dalam penulisan buku itu, sekaligus hadir sebagai undangan di acara peluncurannya.Saya tak pernah jadi mahasiswa ilmu komunikasi, tetapi hadir di situ karena mewakili atasan saya, DR. Ishadi SK, Dirut Trans TV yang juga murid Prof. Alwi Dahlan.
Memberi sambutan di acara itu, Jakob Oetama, pimpinan KKG (Kelompok Kompas Gramedia). Saya juga bertemu beberapa mantan senior say…

Essay - SAYA, ISTRI, DAN HONDA CRV

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Saya baru saja mau berangkat ke kantor, pagi itu, ketika istri saya membuka-buka halaman otomotif di Harian Kompas (17 Juli 2008), sambil berkomentar. Maka terjadilah dialog seperti di bawah ini:

Istri: Mas, udah lihat Mercedez Benz SL-350 di pameran mobil IIMS 2008? Keren banget deh. Lebih keren dari BMW atau Audi. Gimana ya kalau kita beli satu?Saya: Kamu kan tahu, saya itu nggak demen mobil sedan. Saya senangnya tipe SUV, sport utility vehicle. Kesannya jantan dan macho gitu lho
Istri: Jadi, kalau mau pilih SUV, Mas senengnya SUV yang mana?
Saya: Nah, ada yang bagus nih. Volkswagen Tiguan 2.0 TDI. Model baru, adiknya VW Touareg. Saingannya Nissan X-Trail, Honda CRV, Ford Escape, Suzuki Grand Vitara, dan BMW X-3.

Istri: Wah, kalau SUV kan boros bensin, Mas?
Saya: Belum tentu. Mobil SUV generasi baru udah hemat BBM kok. Kan pengoperasiannya serba komputer dan udah transmisi otomatik. All-New Honda CRV dan All-New Nissan X-Trail, misalnya, itu lumayan hemat BBM lho…

KONSEP TENTANG MEDIA AUDIENCE

Image
Audiens media secara sederhana dan universal diartikan sebagai: sekumpulan orang yang menjadi pembaca, pendengar, pemirsa berbagai media atau komponen isinya.

Asal sejarahnya, audiens adalah sekumpulan penonton drama, permainan, dan tontonan. Yaitu, penonton ”pertunjukan.” Pengertian ”pertunjukan” ini tentu bervariasi di setiap zaman dan peradaban yang berbeda. Namun beberapa ciri penting audiens tetap sama.

Suasana lingkungan bagi audiens (teater, aula, gereja) seringkali dirancang dengan indikasi peringkat dan status.

Dengan ditemukannya mesin percetakan, audiens ini pun bertambah dengan ”publik pembaca.” Lalu muncul media elektronik, yang memisahkan audiens yang satu dengan yang lain, serta memisahkan audiens dari pemberi pesan.

Dualitas hakikat audiens:

Ia merupakan kolektivitas, yang terbentuk sebagai tanggapan terhadap isi media, dan didefinisikan berdasarkan perhatian pada isi media itu. Contoh: penggemar grup musik Slank, penggemar karya Pramoedya Ananta Toer, dan penggemar acara T…

Essay - MEDIA, LEMBAGA SURVEY, DAN PEMILU 2009

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Hari Rabu (16 Juli 2008), sejumlah praktisi dari sebuah lembaga survey datang ke kantor Trans-7, yang terletak di lantai 5 gedung yang sama dengan kantor Divisi News Trans TV. Seiring dengan kerjasama, yang sudah berlangsung antara sejumlah stasiun TV dan media cetak dengan lembaga-lembaga survey lain, para praktisi lembaga survey ini juga ingin menjajaki kemungkinan kerjasama serupa dengan Trans-7 atau Trans TV.

Dalam pertemuan dengan sejumlah petinggi News Trans-7 dan Trans TV, para praktisi survey bercerita banyak hal tentang lika-liku kiprah lembaga survey. Terutama, kiprah mereka dalam sejumlah Pilkada dan tentunya dalam Pemilu 2009 mendatang, yang akan memilih anggota legislatif dan pasangan presiden-wakil presiden. Karena mereka bicara blak-blakan, banyak hal baru yang saya peroleh.

Misalnya, tentang permainan “nakal” sejumlah lembaga survey, yang merekayasa atau sengaja memoles angka-angka hasil surveynya, tentang popularitas calon atau kandidat tertentu…

Essay - KURANGI PERGI HAJI DAN UMROH...

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Saya bukan ahli agama, dan tidak pernah secara khusus belajar tentang ajaran agama saya, Islam, kecuali di sekolah umum, mulai dari SD sampai universitas. Membaca Al Quran pun saya tidak fasih. Maka, saya jelas jauh dari kriteria seorang ulama. Jadi, mohon tulisan saya ini lebih dipahami sebagai cetusan pemikiran seorang awam, yang berusaha menggali hal-hal yang mungkin bisa dilakukan untuk kebaikan masyarakat.

Dalam Islam, setahu saya, ada dua macam amal ibadah. Pertama, jenis ibadah yang lebih berfokus dan berdampak pada individu yang melaksanakannya, seperti: sholat, naik haji, umroh, puasa, dan sebagainya. Kedua, jenis ibadah yang memiliki implikasi sosial yang lebih luas. Seperti: zakat, infaq, sedekah, dan sebagainya.

Kedua macam ibadah ini sama-sama penting. Namun, dalam kondisi tertentu, orang harus memilih dan membuat skala prioritas. Misalnya: Saya punya uang lebih Rp 40 juta. Apa yang akan saya lakukan dengan uang itu? Saya bisa gunakan untuk naik haji…

ESSAY - WARTAWAN DAN "PAKET SIMPATIK" DARI ARTALYTA SURYANI

Image
Oleh Satrio Arismunandar
Rapat program Reportase Sore, hari Rabu (25 Juni 2008) pukul 17.45 WIB, akhirnya bukan menjadi rapat rutin biasa. Selaku Executive Producer yang ditugasi menangani program berita ini, saya waktu itu terpaksa memberi teguran keras kepada reporter Trans TV, yang meliput sidang pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Jakarta, dalam kasus Artalyta Suryani.
Artalyta dituduh memberi suap senilai sekitar Rp 6 miliar kepada jaksa, yang menangani penyelesaian kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia). Artalyta bahkan diduga juga sudah menyuap banyak pejabat Kejaksaan lain.
Dalam berbagai sidang pengadilan yang menghadirkan Artalyta, wanita itu selalu tampil rapi dan cantik. Bahkan, ia juga membagi-bagikan paket makanan untuk pengunjung persidangan, termasuk para wartawan yang meliput, sebagai bagian dari aksi mencari simpati.
Dalam sidang 25 Juni 2008, Artalyta kembali menebar kado untuk para pengunjung di Lantai 1 Pengadilan Tipikor, Jakarta. Dibantu anak peremp…

PENGANTAR KE PELIPUTAN INVESTIGATIF (INVESTIGATIVE REPORTING)

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Apakah yang dimaksud dengan pelaporan investigatif (investigative reporting)? Secara sederhana, peliputan investigatif adalah praktik jurnalisme, yang menggunakan metode investigasi dalam mencari informasi.
Karakter dari berita investigatif adalah: (1) merupakan produk kerja asli jurnalis bersangkutan, bukan hasil investigasi dari sebuah instansi pemerintah atau nonpemerintah; (2) mengandung informasi yang tidak akan terungkap tanpa usaha si jurnalis; dan (3) berkaitan dengan kepentingan publik.[1]
Dari mana munculnya jurnalisme investigatif ini? Di Amerika Serikat, istilah investigative reporting tampaknya mulai populer pada tahun 1975, ketika di Columbia didirikan Investigative Reporters and Editors Inc. Namun, bicara tentang sejarah kemunculan jurnalisme investigatif, tampaknya harus dimulai dari kemunculan apa yang dinamakan muckraking journalism.
Muckraking journalists adalah julukan yang diberikan pada jurnalis Amerika, yang menggunakan suratkabar tempat i…

TEKNIK REPORTASE ATAU PELIPUTAN BERITA

Image
Oleh Satrio Arismunandar
Teknik reportase atau teknik peliputan berita merupakan hal mendasar yang perlu dikuasai para jurnalis. Namun, membahas teknik reportase, berarti juga membahas bagaimana cara media bekerja, sebelum mereka memutuskan untuk meliput suatu acara, kegiatan atau peristiwa.

Setiap media memiliki apa yang disebut kriteria kelayakan berita. Selain itu, mereka juga memiliki apa yang disebut kebijakan redaksional (editorial policy). Kriteria kelayakan berita itu bersifat umum (universal), dan tak jauh berbeda antara satu media dengan media yang lain. Sedangkan kebijakan redaksional setiap media bisa berbeda, tergantung visi dan misi atau ideologi yang dianutnya.
Perbedaan visi, misi dan ideologi ini akan berpengaruh pada sudut pandang atau angle peliputan. Dua media yang berbeda bisa mengambil sudut pandang yang berbeda terhadap suatu peristiwa yang sama. Bandingkan, misalnya, cara pandang redaktur harian Kompas dan Republika terhadap RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi, yan…

SOAL IKLAN POLITIK DI MEDIA TELEVISI

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Seorang teman bertanya, apakah tokoh politik atau parpol bebas beriklan di TV, berkaitan dengan kampanye politiknya? Kalau ditanya, apakah mereka boleh memasang iklan, jawabannya tentu boleh. Tapi, jika ditanya, seberapa jauh “bebas beriklan” itu bisa diterapkan dalam praktik, tentu harus ada penjelasan lebih lanjut.

Iklan politik, baik untuk kampanye seorang tokoh politik atau untuk parpol tertentu, adalah sah-sah saja di negara demokratis. Hillary Clinton dan Barack Obama, kandidat dari Partai Demokrat di Amerika, sama-sama beriklan di media massa dalam pertarungan mereka untuk merebut kursi nominasi calon Presiden dari Partai Demokrat. Dalam iklan itu, publik bisa mengetahui pandangan politik, visi, misi, dan program dari tokoh bersangkutan.

Ada dua isu terkait iklan politik ini. Pertama, segi content. Yakni, pesan semacam apa yang boleh dimuat atau ditayangkan. Kedua, siapa yang boleh memasang iklan politik itu, dan bagaimana pengaturan penayangannya (soal k…

SURVEY MEMBUKTIKAN - 96,1 PERSEN BANGGA JADI ORANG INDONESIA

Image
Siapa bilang semangat nasionalisme rakyat Indonesia sudah luntur? Survei yang diadakan Lembaga Survei Indonesia (LSI) April 2007 menunjukkan, 96,1 persen responden merasa bangga, bahkan sangat bangga menjadi orang Indonesia. Hasil survey terhadap 1.680 responden, dengan metode multistage random sampling (margin of error sekitar 3 persen) ini diangkat kembali di Koran Tempo, Rabu (21 Mei 2008).
Mayoritas responden (73,7 persen) juga lebih bangga disebut sebagai orang Indonesia ketimbang disebut sebagai orang dari suku tertentu. Hanya 25,6 persen yang mengaku lebih bangga disebut sebagai orang yang berasal dari etnis asal (hasil survey Maret 2007 dari 1.240 responden).
Namun, dari segi sentimen keagamaan, ternyata masih lebih kuat dari sentimen kebangsaan. Sejumlah 53,9 persen responden lebih bangga disebut sebagai orang Islam, Kristen, Hindu, Buddha, atau Konghucu, ketimbang disebut sebagai orang Indonesia (45 persen). Ini hasil survey Maret 2007 dari 1.240 responden.
Soal mempertahanka…