Posts

Showing posts from November, 2008

Essay - MUNDURNYA RIZAL MALLARANGENG DALAM KOMPETISI PILPRES 2009

Image
Dalam acara peluncuran buku karyanya di Menteng, Jakarta, 19 November 2008, Rizal Mallarangeng menyatakan batal mencalonkan diri menjadi Presiden RI untuk pilpres 2009. Teman lama saya, yang doktor lulusan Ohio University, Amerika, ini menyatakan: “Saya sudah mencoba dan ternyata memang belum bisa.” ”Sejak Juli kemarin saya telah menerapkan serangkaian metode kampanye untuk menggugah dan mencari dukungan masyarakat akan perlunya kandidat presiden dari generasi baru. Saya sudah mencoba meyakinkan publik bahwa anak-anak muda juga pantas untuk dipertimbangkan sebagai calon-calon pemimpin pada Pemilu 2009,” tutur Rizal, tentang kampanyenya. Rizal memang sudah berkampanye dengan berbagai cara, dengan iklan di televisi nasional, dalam berbagai acara dialog di radio, TV, koran dan majalah. Ditambah lagi, dalam pertemuan serta keterlibatan di berbagai forum diskusi di banyak penjuru tanah air, dengan penerbitan buku, serta dengan Facebook, Youtube, dan berbagai forum di Internet.

Namun, menurut…

GEDE PRAMA: ZAMAN JADI LIAR, BAHASA JADI VULGAR

Image
Bagi kalangan yang berkecimpung dalam dunia manajemen di Indonesia, nama Gede Prama pasti sudah tak asing lagi. Ia pernah menyebut dirinya “pengangguran intelek” atau “gelandangan intelek.” Padahal, di tahun 1994, ia baru saja pulang dari Inggris dan Perancis, dengan dua gelar master: MA dan MBA. Gede Prama sempat kerja serabutan di Jakarta, sebelum pelan-pelan namanya makin menanjak dan dikenal sebagai salah satu pakar manajemen.

Ia bahkan kemudian sempat dipercaya menjadi pimpinan puncak sebuah perusahaan jamu terkemuka, PT. Air Mancur, sebagai President dan Chief Executive Officer. Usianya waktu itu baru 38 tahun, minim pengalaman di bidang industri jamu, dan bukan sanak famili dari sekitar 40 pemilik perusahaan jamu tersebut. Padahal, dalam tradisi budaya perusahaan keluarga di Indonesia, jarang sekali jabatan pemimpin puncak diserahkan ke orang luar. Jabatan itu biasanya diwariskan ke anak, atau setidaknya ke orang yang masih punya ikatan keluarga dengan sang pemilik.

Gede Prama, y…

KH. ABDULLAH GYMNASTIAR (AA GYM): BERBAHASA YANG BAIK DIMULAI DARI DIRI SENDIRI

Image
Siapa yang tidak kenal KH Abdullah Gymnastiar? Bagi masyarakat Indonesia, da’i kondang, yang akrab dengan nama panggilan Aa Gym, ini sudah jadi tokoh masyarakat dan termasuk selebritis paling populer. Apalagi pada bulan puasa. Ceramah-ceramah agamanya yang disampaikan secara sejuk, teduh, kocak dan mengalir, selalu ditunggu pemirsa di layar televisi.

Maka, mempertanyakan tentang keterampilan berbahasa Indonesia pada Aa Gym, akan terasa berlebihan. Bagaimana mungkin Aa Gym mampu memikat ribuan jamaah masjid, bahkan jutaan pemirsa televisi di berbagai daerah, untuk tekun mendengarkan ceramah-ceramahnya, jika ia tak fasih berolah kata dalam bahasa Indonesia? Tidak semua orang dianugerahi bakat semacam itu. Yang bisa menandingi Aa Gym, dalam mempesona para pendengarnya, mungkin hanyalah tokoh seperti Buya Hamka, Zainuddin MZ atau Bung Karno.

Untuk bisa meminta komentar Aa Gym tentang makna bahasa Indonesia dalam kehidupannya, juga tak mudah. Maklum, da’i kelahiran Bandung, 29 Januari 1962 …

LAGI, PROVOKASI TERHADAP UMAT ISLAM INDONESIA (KASUS BLOG YANG MENGHINA NABI MUHAMMAD SAW)

Image
Baru-baru ini, sebuah provokasi kembali dilancarkan terhadap umat Islam di Indonesia, dengan peluncuran sebuah blog berisi kartun kehidupan Nabi Muhammad SAW. Isi kartun itu berisi penghinaan terhadap Rasulullah, para istri beliau, dan para sahabat.

Begitu vulgarnya kartun itu, sehingga ada adegan persenggamaan segala dimasukkan di dalamnya. Jika penggambaran Rasulullah secara visual saja sudah terlarang di dalam Islam, apalagi penggambaran dalam pose-pose yang sangat menjijikkan.

Yang berbahaya bagi ketenteraman umat, nama blog itu tampaknya sengaja dikaitkan dengan etnis/suku tertentu di Indonesia, yang bisa dikaitkan dengan penganut agama tertentu (non-Muslim). Maaf, saya tidak akan menyebut nama blog itu, karena saya tak mau dianggap ikut menyebarkan atau mempopulerkan blog yang sangat menghina Rasulullah tersebut.

Saya hanya ingin menyerukan kepada seluruh warga, agar hati-hati dan tidak terprovokasi. Saya sendiri tidak percaya bahwa blog ini dibuat oleh orang dari suku/agama bersan…

BUTUH PRESENTER CANTIK, TAPI TIDAK "MENGANCAM"

Image
Bahwa seorang presenter di media televisi itu perlu berpenampilan menarik atau good looking (baca: cantik), bukanlah hal baru. Saya pikir, semua producer yang mengelola program di media TV, tahu tentang hal itu. Yang saya baru tahu, pengertian “cantik” itu ternyata juga bermacam-macam.

Seorang perempuan producer di Divisi News Trans TV mengatakan pada saya, ada perbedaan antara cantik biasa dan cantik yang “mengancam.” Untuk program magazine siang dan sore, di mana mayoritas penontonnya adalah kaum ibu, yang dibutuhkan adalah presenter yang cantik, namun tidak “mengancam.”

Apa sih yang dimaksud cantik yang “mengancam” tersebut? Lalu, apa pula perbedaannya dengan cantik biasa? Begini penjelasannya. Yang dimaksud cantik biasa adalah, bilamana para bapak melihat penampilan sang presenter di layar kaca, maka paling banter mereka hanya akan berkomentar: “Oh ya, cukup cantik.” Tetapi cukup sampai di situ saja.

Sedangkan, kecantikan yang “mengancam” adalah jika para bapak bukan cuma sekedar ber…

Essay - PENGALAMAN MELIHAT "TUYUL"?

Image
Malam itu, Sabtu (15 November 2008), saya baru pulang dari kerja di kantor Trans TV. Saya sampai di rumah saya, di perumahan Taman Cipayung, Depok II Tengah, sekitar pukul 23.30 WIB. Saya memarkir mobil dinas di halaman depan rumah tetangga (saya tak punya ruang garasi khusus untuk mobil jatah dari kantor tersebut).

Rumah tetangga, yang terletak persis di depan rumah saya, itu kosong dan gelap karena ditinggalkan penghuninya. Tidak ada lagi barang apapun di rumah itu. Sang penghuni sekarang tinggal di perumahan lain, dan rumah kosong ini statusnya memang ditawarkan untuk dijual, tetapi belum laku-laku.

Saya memarkir mobil persis di bawah pohon mangga rimbun, yang tumbuh di halaman rumah tetangga. Dahan-dahan pohon itu menjangkau genteng dan atap rumah tetangga. Saat itulah, ketika menutup pintu mobil, saya mendengar suara gemersak dan melihat kelebatan bayangan di genteng rumah itu. Semula saya pikir, itu kucing. Tapi bayangan itu terlihat terlalu besar untuk seekor kucing.

Saya mencoba …

PERUBAHAN STRUKTUR MENURUT TEORI STRUKTURASI ANTHONY GIDDENS

Image
Teori Strukturasi sebagai “Jalan Tengah”

Ada dua pendekatan yang kontras bertentangan, dalam memandang realitas sosial. Pertama, pendekatan yang terlalu menekankan pada dominasi struktur dan kekuatan sosial (seperti, fungsionalisme Parsonian dan strukturalisme, yang cenderung ke obyektivisme). Kedua, pendekatan yang terlalu menekankan pada individu (seperti, tradisi hermeneutik, yang cenderung ke subyektivisme).

Menghadapi dua pendekatan yang kontras berseberangan tersebut, Anthony Giddens tidak memilih salah satu, tetapi merangkum keduanya lewat teori strukturasi. Lewat teori strukturasi, Giddens menyatakan, kehidupan sosial adalah lebih dari sekadar tindakan-tindakan individual. Namun, kehidupan sosial itu juga tidak semata-mata ditentukan oleh kekuatan-kekuatan sosial.

Menurut Giddens, human agency dan struktur sosial berhubungan satu sama lain. Tindakan-tindakan yang berulang-ulang (repetisi) dari agen-agen individual-lah yang mereproduksi struktur tersebut. Tindakan sehari-hari sese…

PRODUKSI DOKUMENTER UNTUK MEDIA TELEVISI

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Makna Film Dokumenter
Istilah “dokumenter” atau documentary (bahasa Inggris), adalah turunan dari kata Perancis, documentaire. Yang artinya, sebuah film atau pembicaraan yang menggambarkan perjalanan di suatu negeri tertentu. Apakah cara pengambilan gambarnya secara langsung atau direkaulang, sampai tahun 1960-an, film dokumenter yang tradisional adalah urusan tunjukkan-dan-ceritakan (show-and-tell).
Dokumenter bukanlah reproduksi dari realitas, tetapi merupakan representrasi dari dunia yang kita huni. Jika reproduksi diartikan sebagai sekadar meng-copy dari sesuatu yang sudah ada, maka representasi berarti menetapkan pandangan tertentu terhadap dunia. Yakni, suatu pandangan yang mungkin tak pernah kita temui sebelumnya, bahkan sekalipun aspek-aspek dari dunia yang direpresentasikan itu sudah akrab dengan kita atau sering kita lihat.
Kita menilai sebuah reproduksi dari keserupaannya dengan yang asli (orisinal), dari kapasitasnya untuk persis, bertindak sama, …

KEBUDAYAAN MATERI DAN MATERIALISME BUDAYA

Image
Pendahuluan

Penelitian ilmu budaya bisa dilakukan lewat dua pendekatan. Pertama, pendekatan yang lebih bersifat idealisme. Kedua, pendekatan yang lebih bersifat materialisme. Kebudayaan itu sendiri mengandung kedua aspek tersebut, yakni aspek yang bersifat ide (gagasan), dan aspek yang bersifat materi (fisik).
Makalah singkat ini mencoba mengungkap lebih jauh tentang aspek materi dari kebudayaan, atau kita sebut saja kebudayaan materi (material culture). Sementara di sisi lain, ada paradigma keilmuan untuk memahami kebudayaan, yang lebih menitikberatkan pada aspek-aspek materi tersebut, atau yang kita sebut materialisme budaya (cultural materialism).
Selalu ada perdebatan, mana sebenarnya yang lebih menentukan dalam kebudayaan. Yakni, apakah ide dan gagasan yang menghasilkan perilaku, atau sebaliknya, justru perilaku dan tindakan yang lebih menentukan gagasan.
Yang manapun yang lebih dominan, “jejak-jejak”kebudayaan itu bisa terlihat dari aspek verbal (kebahasaan) dan nonverbal (non-ke…

TANYA-JAWAB METAFISIKA

Image
Bagaimana Anda menjelaskan secara ontologis:
a. “Identitas-diri Pengada sebagai Kini” ?
b. “Kebaruan dalam Permanensi” ?

Manusia mengalami dirinya sendiri dalam “sekarang” (kini), dan terus-menerus dalam insidensi ini, dalam semua aktivitasnya (belajar, berdoa, bekerja, dan lain-lain). Dalam insidensi aktual “sekarang” itu, manusia hadir pada dirinya sendiri secara sadar dan refleksif.

Maka insidensi “sekarang” itu bukan cuma suatu titik waktu umum; bukan melulu merupakan garis pemisah antara yang-lampau dan yang-depan pada umumnya. Sekarang-nya itu merupakan isi tertentu, yaitu kesadaran akan diri sendiri yang momentan. Kini itu selalu sekarangku. Ia memiliki dirinya sendiri secara utuh menurut apa adanya.

Manusia memang mempunyai masa lampau. Namun, yang-lampau itu hanya real oleh karena dan sejauh itu mengendap dalam sekarangku. Ia juga mempunyai masa depan. Namun, yang-depan itu hanya real sebagai proyek, ramalan, dan janji, yang dikandung dalam sekarangku. Seluruh masa-lampauku dan ma…