Tuesday, November 18, 2008

BUTUH PRESENTER CANTIK, TAPI TIDAK "MENGANCAM"


Bahwa seorang presenter di media televisi itu perlu berpenampilan menarik atau good looking (baca: cantik), bukanlah hal baru. Saya pikir, semua producer yang mengelola program di media TV, tahu tentang hal itu. Yang saya baru tahu, pengertian “cantik” itu ternyata juga bermacam-macam.

Seorang perempuan producer di Divisi News Trans TV mengatakan pada saya, ada perbedaan antara cantik biasa dan cantik yang “mengancam.” Untuk program magazine siang dan sore, di mana mayoritas penontonnya adalah kaum ibu, yang dibutuhkan adalah presenter yang cantik, namun tidak “mengancam.”

Apa sih yang dimaksud cantik yang “mengancam” tersebut? Lalu, apa pula perbedaannya dengan cantik biasa? Begini penjelasannya. Yang dimaksud cantik biasa adalah, bilamana para bapak melihat penampilan sang presenter di layar kaca, maka paling banter mereka hanya akan berkomentar: “Oh ya, cukup cantik.” Tetapi cukup sampai di situ saja.

Sedangkan, kecantikan yang “mengancam” adalah jika para bapak bukan cuma sekedar berkomentar “cukup cantik,” tetapi mata mereka juga melotot, seolah-olah menikmati setiap lekuk liku tubuh sang presenter. Kondisi semacam ini, terutama saat sang bapak dan sang ibu sama-sama sedang menonton televisi, tentu sangat menimbulkan rasa tidak nyaman di pihak para ibu. Kaum ibu bukannya tidak suka melihat wajah cantik, namun mereka tidak suka pada kecantikan perempuan lain yang merebut perhatian sang bapak begitu rupa.

Jakarta, 18 November 2008

Satrio Arismunandar

1 comments:

Anonymous said...

kayaknya
shara aryo bener2
mewakili jargon "tidak mengancam" yaaa...

hhehehehe