Posts

Showing posts from January 11, 2008

Essay - MEDIA KITA LEBIH MEMIHAK SOEHARTO?

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Cerita di bawah ini saya kutip dari seorang teman wartawan (yang kebetulan juga aktivis). Dia dapat cerita bahwa Rabu lalu (9 Januari 2008), saat SCTV menayangkan talk show mengenai Soeharto dengan pembicara Mohammad Assegaf, Saldi Isra, pengamat, Moerdiono dan Titik Prabowo. Seharusnya Adnan Buyung Nasution sebagai salah satu pembicara juga di segmen 3 tapi Abang (demikian ABN dipanggil) pulang dengan kesal, tidak mau jadi nara sumber karena melihat bagaimana Rosi wawancara Moerdiono yang mengelu elukan Suharto sebagai bapak pembangunan. Kemudian dilanjutkan statement Titik Suharto yang mengatakan sekali lagi Suharto banyak jasanya bagi Indonesia.
Teman saya, yang mengikuti wawancara tersebut sejak awal sampai akhir juga sangat kecewa karena sebagai wartawan “independen” seharusnya kalau memang Moerdiono dan Titik dijadikan nara sumber, mengapa tidak ada korban korban Soeharto yang diwawancara. Kenapa tidak ada korban DOM Aceh, tidak ada korban dari Papua, tida…

Essay - LIPUTAN SOEHARTO DAN (KURANGNYA) "KESADARAN IDEOLOGIS" WARTAWAN KITA

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Jika Soeharto meninggal hari ini, akan sangat menarik melihat pemberitaan media tentangnya. Bagaimana media akan menempatkan Soeharto dalam konteks sejarah Indonesia kontemporer.

Apakah ia akan lebih dipandang dalam frame “positif” (pahlawan, pejuang kemerdekaan, bapak pembangunan, bapak yang sayang keluarga, dan sebagainya), atau dalam frame “negative” (koruptor kakap, diktator, pelanggar HAM kelas berat, nepotisme, dan seterusnya). Atau media mencoba bersikap proporsional?

Apakah dalam liputan itu, media lebih mengedepankan pendekatan “elitis” (dari sudut pandang kepentingan elite politik, elite ekonomi, dan elite militer)? Atau, pendekatan “populis” (dari sudut kepentingan rakyat kecil, korban-korban pelanggaran HAM, warga yang tersisih dan tertindas selama pemerintahan Orde Baru, dan sebagainya).

Frame dan cara pendekatan itu bisa kita baca dari pilihan topik, judul, dan lead yang digunakan, dan narasumber-narasumber yang dipilih. Kita sudah tahu, siapa saja f…

Essay - JIKA SOEHARTO MENINGGAL HARI INI...

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Mati-hidupnya seseorang tergantung kehendak Allah SWT. Namun, jika mantan Presiden Soeharto meninggal karena penyakitnya hari ini, maka Soeharto meninggal dalam status hukum sebagai seorang tersangka koruptor. Suka atau tidak, itulah faktanya, karena proses pengadilan terhadap Soeharto sudah sempat bergulir, meski proses hukumnya tersendat-sendat.

Memang, status “tersangka” tidak sama dengan “divonis bersalah.” Proses hukum terhadap Soeharto belum selesai dan belum punya ketetapan hukum tetap. Namun, bagi seorang jenderal besar dan mantan presiden yang telah berkuasa selama 32 tahun, status hukum sebagai “tersangka koruptor” itu merupakan aib.

Berbeda halnya dengan mantan Presiden Soekarno. Rezim Orde Baru di bawah Soeharto telah mengucilkan dan memojokkan Soekarno secara politik. Bahkan, keluarga, kerabat dan kawan-kawan Soekarno juga dipersulit, ketika mereka ingin bertemu Bung Karno di saat-saat sakit dan menjelang kematian presiden pertama RI tersebut.

Bandin…