Posts

Showing posts from March 26, 2008

"AYAT-AYAT CINTA" TAKLUKKAN BIOSKOP DI ASIA TENGGARA (Disiapkan AAC versi Extended-nya)

Image
Film Ayat-Ayat Cinta (AAC) kini sudah diputar di bioskop-bioskop Asia Tenggara. Antusiasme penonton benar-benar luar biasa. Tampaknya tidak berlebihan, jika mengatakan, AAC kemungkinan besar akan menaklukan bioskop-bioskop di Asia Tenggara, khususnya di negara yang memiliki komunitas Muslim atau Melayu.

Banyak warga dari luar negeri yang menyukainya. Contohnya, di bioskop Batam (yang berbatasan dengan Singapura). Di sana ratusan warga Singapura rela antri buat nonton film AAC. Bahkan ada puluhan warga Singapura yang –karena kehabisan tiket—besoknya rela menginep di hotel Batam, sekadar supaya tidak kehabisan tiket lagi.

Lain lagi dengan warga Malaysia , yang memilih berdatangan ke Jakarta untuk nonton. Beberapa dari mereka ada yang menginap di Indonesia (karena ada yang punya sanak saudara di sini). Sejumlah warga Malaysia ada yang sempat protes dan marah besar, karena Fedi Nuril dipilih menjadi pemeran Fahri. Pasalnya Fedi dituding pernah berciuman dengan lawan mainnya, di film terda…

MASUKAN UNTUK CETAK BIRU AGRIBISNIS INDONESIA (Pameran Agrinex, 21 Maret 2008)

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Masukan saya untuk pengembangan agribisnis Indonesia adalah: pertama, kita perlu memberi perhatian lebih pada komoditi pertanian yang paling banyak dikonsumsi oleh rakyat, selain bahan makanan pokok seperti beras dan jagung. Jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini sudah 230 juta jiwa, dan merupakan pasar yang sangat besar. Jadi, sebelum bicara soal ekspor komoditi pertanian, kenapa tidak dimanfaatkan saja potensi pasar yang amat besar, yang sudah ada ini.

Sangat ironis, jika potensi pasar Indonesia yang besar ini justru lebih banyak dimanfaatkan dan dieksploitasi oleh negara-negara lain, sedangkan para pelaku agribisnis Indonesia malah gagal menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.

Kacang kedelai, sebagai bahan pembuat tempe, tahu, kecap, dan sebagainya --jenis-jenis makanan populer rakyat—saat ini justru lebih banyak diimpor dari Amerika. Meskipun mengaku sebagai “negeri agraris,” luas lahan pertanian Indonesia (termasuk yang bisa dialokasikan untuk pengemban…