Posts

Showing posts from May 14, 2008

Essay - FAWWAZ AHMADINEJAD DAN AMERIKA SERIKAT

Image
Oleh Satrio Arismunandar
Anakku Fawwaz Ahmadinejad Satrioputra sudah berusia hampir 11 bulan sekarang. Tanggal 29 Juni 2008, ia akan genap berumur setahun. Tubuhnya gemuk dan montok. Menurutku (dan juga menurut istriku), raut wajahnya sangat lucu dan menggemaskan. Melihat wajahnya, aku selalu merasa terharu dan bersyukur, karena dianugerahi anak laki-laki seperti Fawwaz. Mungkin itu perasaan umum bagi setiap bapak, yang memiliki anak laki-laki seusia Fawwaz. Yaitu, saat sang anak sedang lucu-lucunya.
Seorang teman pernah bertanya, apakah tidak akan bermasalah, memberi nama “Ahmadinejad” pada anak kita? Ahmadinejad adalah nama Presiden Republik Islam Iran, yang terang-terangan berani melawan dominasi politik Amerika di kawasan Timur Tengah.
Ahmadinejad, yang mantan Walikota Teheran, ini juga orang yang kehidupannya sangat sederhana. Dia bukan orang kaya. Kesederhanaan dan keberaniannya bersikap itu menjadi ciri-ciri yang kukagumi, sehingga kuberi nama anakku dengan nama Ahmadinejad.
“Kalau…

PERLUKAH NARASUMBER DIBAYAR? - DILEMA JURNALIS

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Dalam praktik kerja jurmalis, yang menuntut kita mewawancarai narasumber tertentu, sering muncul pertanyaan: Apa yang harus kita lakukan, jika nara sumber itu meminta bayaran atas wawancara, atau informasi yang ia sampaikan pada kita?

Dari segi etika jurnalistik, apakah jurnalis dibolehkan membayar narasumber, demi memperoleh informasi dari mereka? Dilihat dari sudut lain, apakah narasumber memang perlu dibayar?

Saya pikir tidak ada jawaban tunggal dan sederhana untuk pertanyaan-pertanyaan ini. Saya cenderung melihatnya secara kasus per kasus. Untuk memberi kejelasan, saya akan mencoba menampilkan beberapa contoh kasus. Saya akan gunakan contoh praktik di media televisi.
Pertama, jangan pukul rata semua program TV. Memberi honor untuk narasumber biasanya hanya dilakukan untuk program-program yang bersifat khusus, terutama magazine. Bukan di program bulletin. Jurnalis Trans TV rasanya tak pernah membayar narasumber untuk liputan hard news di program Reportase Pagi,…

BEDANYA KERJA SEBAGAI JURNALIS DI SURATKABAR DAN STASIUN TELEVISI

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Apa sih bedanya, kerja sebagai jurnalis di media suratkabar dan di stasiun televisi siaran? Dalam prinsip jurnalistik yang diterapkan, secara garis besar sebenarnya tidak ada perbedaan. Kriteria layak berita di suratkabar dan di media televisi, relatif juga sama. Hanya, di media televisi ada penekanan lebih besar pada aspek visual (gambar). Hal yang bisa dipahami, karena televisi adalah media audio-visual.

Saya pernah bekerja selama tujuh tahun di Harian Kompas (1988-1995), dan sekarang bekerja di Trans TV (sejak Februari 2002). Berdasarkan pengalaman pribadi, perbedaan yang saya rasakan -- sebagai jurnalis di dua jenis media itu -- justru pada aspek lain. Yaitu, lebih pada kejelasan porsi tanggung jawab dan peran kinerja, yang bisa berpengaruh langsung pada kemajuan atau kemunduran perusahaan media tempat saya bekerja. Juga, pada perbedaan peluang untuk “tampil” berkarya secara individual.

Di media cetak, seperti di harian Kompas, saya bisa menulis berita atau a…

Essay - DUA WARGA BUNUH DIRI, MENYAMBUT KENAIKAN HARGA BBM

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Hari-hari ini, membaca harian Pos Kota mungkin banyak gunanya. Kita tidak memperoleh wacana-wacana besar, seperti dicanangkan para pejabat, menteri, atau pakar. Tetapi, kita memperoleh cerita dari pengalaman keseharian orang-orang kecil, orang-orang yang sering luput dari perhatian kita. Orang-orang yang keberadaannya mungkin tak terbayangkan oleh para petinggi pengambil keputusan. Terutama, yang terkait dengan wacana besar, kenaikan harga BBM, yang kabarnya akan berlaku mulai 1 Juni 2008.

Berita utama Pos Kota hari Sabtu (10 Mei 2008) berjudul “5 Warga Bunuh Diri.” Isi berita mengungkapkan, ternyata dalam waktu yang hampir bersamaan, di tempat terpisah, ada lima warga Kabupaten Serang, Banten, yang ditemukan mati karena bunuh diri. Dua di antaranya karena masalah kesulitan ekonomi, bahkan ada yang spesifik menyebut karena rencana kenaikan harga BBM.

Dua warga itu adalah Jamaksari (32) dan Ma’mun (59). Jamaksari adalah warga Kampung Kemanisan RT 03/02, Desa Kebuy…