Posts

Showing posts from November 5, 2008

KEBUDAYAAN MATERI DAN MATERIALISME BUDAYA

Image
Pendahuluan

Penelitian ilmu budaya bisa dilakukan lewat dua pendekatan. Pertama, pendekatan yang lebih bersifat idealisme. Kedua, pendekatan yang lebih bersifat materialisme. Kebudayaan itu sendiri mengandung kedua aspek tersebut, yakni aspek yang bersifat ide (gagasan), dan aspek yang bersifat materi (fisik).
Makalah singkat ini mencoba mengungkap lebih jauh tentang aspek materi dari kebudayaan, atau kita sebut saja kebudayaan materi (material culture). Sementara di sisi lain, ada paradigma keilmuan untuk memahami kebudayaan, yang lebih menitikberatkan pada aspek-aspek materi tersebut, atau yang kita sebut materialisme budaya (cultural materialism).
Selalu ada perdebatan, mana sebenarnya yang lebih menentukan dalam kebudayaan. Yakni, apakah ide dan gagasan yang menghasilkan perilaku, atau sebaliknya, justru perilaku dan tindakan yang lebih menentukan gagasan.
Yang manapun yang lebih dominan, “jejak-jejak”kebudayaan itu bisa terlihat dari aspek verbal (kebahasaan) dan nonverbal (non-ke…

TANYA-JAWAB METAFISIKA

Image
Bagaimana Anda menjelaskan secara ontologis:
a. “Identitas-diri Pengada sebagai Kini” ?
b. “Kebaruan dalam Permanensi” ?

Manusia mengalami dirinya sendiri dalam “sekarang” (kini), dan terus-menerus dalam insidensi ini, dalam semua aktivitasnya (belajar, berdoa, bekerja, dan lain-lain). Dalam insidensi aktual “sekarang” itu, manusia hadir pada dirinya sendiri secara sadar dan refleksif.

Maka insidensi “sekarang” itu bukan cuma suatu titik waktu umum; bukan melulu merupakan garis pemisah antara yang-lampau dan yang-depan pada umumnya. Sekarang-nya itu merupakan isi tertentu, yaitu kesadaran akan diri sendiri yang momentan. Kini itu selalu sekarangku. Ia memiliki dirinya sendiri secara utuh menurut apa adanya.

Manusia memang mempunyai masa lampau. Namun, yang-lampau itu hanya real oleh karena dan sejauh itu mengendap dalam sekarangku. Ia juga mempunyai masa depan. Namun, yang-depan itu hanya real sebagai proyek, ramalan, dan janji, yang dikandung dalam sekarangku. Seluruh masa-lampauku dan ma…

KETIDAKLOGISAN CARA MENGUKUR PRESTASI KERJA DI MEDIA TV

Image
Pendahuluan

Logika adalah studi tentang metode-metode dan prinsip-prinsip yang digunakan dalam membedakan penalaran yang tepat dari penalaran yang tidak tepat. Definisi ini dinyatakan oleh Irving M. Copy, dalam bukunya Introduction to Logic (1976).

Definisi tersebut tidak bermaksud mengatakan bahwa seseorang otomatis akan mampu menalar secara tepat, sesudah ia belajar logika. Meskipun, patut diakui pula bahwa seseorang yang telah belajar logika, memiliki peluang lebih besar untuk menalar secara tepat, ketimbang orang yang sama sekali tidak pernah mengenal prinsip-prinsip umum yang melandasi setiap kegiatan penalaran.

Logika bukanlah sekadar ilmu (science), tetapi juga seni (art). Artinya, logika tidak hanya menyangkut soal pengetahuan, melainkan juga mencakup kemampuan atau keterampilan. Logika akan menjadi bermakna jika diterapkan dan dipraktikkan dalam kehidupan kita sehari-hari, khususnya dalam bidang keilmuan ataupun profesi.

Makalah ini bermaksud menunjukkan adanya penalaran yang tid…