Posts

Showing posts from March, 2009

CINTA BERLATAR BELAKANG KERUSUHAN MEI 1998 (RESENSI FILM "MAY")

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Saya berkesempatan menonton film May, yang diputar untuk kalangan terbatas di gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, pada 24 Maret 2009. Film garapan Flix Pictures dan hasil besutan sutradara Viva Westi ini memang istimewa. Temanya saja sudah tak biasa, di luar arus komersial utama, yang lebih asyik dengan tema horror atau cinta remaja.

Meskipun bercerita soal cinta, setting-nya adalah peristiwa nasional dramatis, yang mengawali jatuhnya rezim Soeharto. Yaitu, kerusuhan Mei 1998, yang melibatkan aksi pembakaran, perusakan, dan penjarahan terhadap rumah dan harta milik warga etnis Tionghoa, sehingga banyak di antara mereka yang mengungsi ke luar negeri. Peristiwa tragis sekaligus traumatis ini memisahkan sepasang kekasih, gadis etnis Tionghoa, May (diperankan secara apik oleh Jenny Chang) dan pemuda pribumi Antares (diperankan oleh Yama Carlos).

Sejumlah pemain kawakan turut memperkuat film ini, seperti Lukman Sardi (Gandang), Ria Irawan …

CARL GUSTAV HEMPEL TENTANG EKSPLANASI ILMIAH, TEORI KONFIRMASI, DAN PARADOKS BURUNG GAGAK

Image
Oleh Satrio Arismunandar

I. Pengantar
Carl Gustav Hempel (1905-1997), filsuf kelahiran Jerman yang berimigrasi ke Amerika, adalah salah satu filsuf sains terkemuka pada abad ke-20. Paradoks burung gagaknya (Raven’s Paradox) –sebagai ilustrasi paradoks-paradoks konfirmasi—telah menjadi tantangan tetap terhadap teori-teori konfirmasi.
Bersama Paul Oppenheim, ia mengusulkan perhitungan kuantitatif terhadap derajat konfirmasi hipotesis lewat pembuktian. Model nomologis-deduktif yang diajukannya bagi eksplanasi (penjelasan) ilmiah menempatkan eksplanasi pada landasan logis yang sama seperti prediksi; yakni keduanya adalah argumen-argumen deduktif.
Perbedaannya adalah soal pragmatis, katakanlah bahwa dalam sebuah eksplanasi, konklusi argumen dimaksudkan agar dianggap benar. Sedangkan, dalam prediksi, tujuannya adalah untuk menghadirkan kasus yang meyakinkan untuk konklusi. Hempel juga mengusulkan ukuran kuantitatif bagi kekuatan teori untuk mensistematisasikan datanya.
Dalam kehidupannya kem…

CARA PRAKTIS MENGUSULKAN PROGRAM KE TRANS TV

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Sebagai seorang karyawan Trans TV, saya sering ditanyai oleh teman atau orang lain, tentang cara mengusulkan program tertentu ke Trans TV. Menjawab pertanyaan itu, saya pertama kali menjelaskan bahwa posisi saya di Trans TV adalah sebagai wartawan, yang mengurusi pemberitaan (Divisi News), jadi tidak terkait sama sekali dengan akuisisi program. Apalagi program semacam film, sinetron, sitkom, game, dan sebagainya, yang tidak terkait dengan News. Jadi saya tak punya kewenangan dan kompetensi untuk menilai (apalagi menentukan layak-tidaknya) program yang ditawarkan. Di Trans TV, urusan akuisisi program dari luar diurus oleh bagian Programming. Tapi saya punya saran bagi siapa saja yang berminat mempromosikan atau mengusulkan programnya di Trans TV. Prosedurnya biasanya begini: Pertama, susun konsep program Anda pada maksimal 2 (dua) halaman kertas. Konsep dasarnya saja! Dalam isinya tidak usah dimasukkan soal biaya, iklan, dan lain-lain, karena hal-hal itu baru aka…

MENJAGA KEBERIMBANGAN PEMBERITAAN PEMILU 2009

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Ketentuan untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, tentang kampanye partai-partai peserta pemilu legislatif, pertengahan Maret 2009 ini, terkadang menimbulkan kebingungan bagi para pengelola program berita di media TV. Saya sebenarnya lebih senang menggunakan istilah “proporsionalitas” ketimbang “keberimbangan,” karena pengertian keberimbangan itu lebih sulit dijelaskan, dalam kampanye pemilu yang diikuti puluhan partai (tidak seperti di Amerika, yang hanya ada Partai Demokrat vs Partai Republik).

Misalnya, apakah media TV harus memberitakan SEMUA kampanye partai, sekadar untuk dianggap bahwa media TV tidak pilih kasih atau mengistimewakan partai-partai tertentu? Padahal durasi siaran terbatas, dan jumlah tim liputan juga terbatas.

Selain itu, media TV --sebagaimana juga media pemberitaan lain-- punya pertimbangan atau kriteria tentang perbedaan magnitude, bobot, arti penting, atau dampak dari peristiwa-peristiwa tertentu. Peristiwa yang dianggap lebih penting at…

KODE ETIK JURNALISTIK (DITANDATANGANI 29 ORGANISASI JURNALIS, MARET 2006)

Image
Kemerdekaan berpendapat, berekspresi, dan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB.
Kemerdekaan pers adalah sarana masyarakat untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi, guna memenuhi kebutuhan hakiki dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia.

Dalam mewujudkan kemerdekaan pers itu, wartawan Indonesia juga menyadari adanya kepentingan bangsa, tanggung jawab sosial, keberagaman masyarakat, dan norma-norma agama.Dalam melaksanakan fungsi, hak, kewajiban dan peranannya, pers menghormati hak asasi setiap orang, karena itu pers dituntut profesional dan terbuka untuk dikontrol oleh masyarakat.

Untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme.
Atas dasar itu, wartawan Indonesia menetapkan da…