AKU, ASURANSI DAN MITOLOGI YUNANI

Oleh Satrio Arismunandar

Seorang teman pernah bercerita tentang sebuah sumur, yang bisa mengabulkan setiap keinginan manusia. Kisah yang konon berasal dari mitologi Yunani ini menyatakan, sebelum sumur ajaib itu mengabulkan keinginan seseorang, ada persyaratan yang harus ia penuhi. Yakni, orang itu harus memotong salah satu bagian tubuhnya –misalnya, jari tangan atau kuping—dan mencemplungkannya ke dalam sumur. Sesudah itu, keinginannya akan terkabul.

Kedengarannya seram, bukan? Mungkin saja. Tetapi, karena ini cuma kisah kuno, sah-sah saja buat diceritakan. Lantas, apa hubungan mitologi Yunani ini dengan asuransi?

“Ini analoginya mirip dengan asuransi kecelakaan,” tutur temanku itu. “Sebelum kamu bisa memperoleh uang berjumlah besar, kamu harus mengalami kecelakaan dulu. Mungkin kamu harus kehilangan tangan, kaki, atau bagian tubuh lain dalam kecelakaan tersebut. Artinya, ada bagian dari tubuh kamu yang cedera, cacat, atau hilang, sebelum kamu memperoleh ganti rugi dari perusahaan asuransi.”

Ucapan temanku itu benar-benar tak terduga. Aku waktu itu tidak serta merta dapat membantahnya, karena perusahaan asuransi memang tidak mungkin memberi uang kepada siapapun yang memintanya tanpa alasan. Alasan-alasan itu tercantum dalam perjanjian yang ditandatangani kedua pihak.

Program asuransi model kuno memang sangat sederhana. Selaku konsumen produk asuransi kecelakaan, misalnya, Anda mencicil premi untuk sekian lama. Jika sampai batas waktu yang disepakati ternyata Anda sehat sejahtera, tidak mengalami kecelakaan apapun, maka uang yang sudah Anda setorkan ke perusahaan asuransi pun “lenyap.” Jika Anda ingin mendapat uang, Anda harus mengalami kecelakaan lebih dulu!
Sekali lagi kukatakan, itu contoh produk asuransi model kuno yang sangat sederhana dan praktis sudah lama ditinggalkan! Produk-produk asuransi model baru sekarang sangat bervariasi. Produk-produk ini memberi banyak pilihan, kemudahan dan keuntungan kepada konsumen.

Contohnya adalah produk-produk asuransi dari AJB Bumiputera 1912. Bumiputera adalah perusahaan asuransi jiwa nasional yang kuat, modern dan didukung sumber daya manusia yang profesional. Perusahaan asuransi seperti ini bukan semata-mata mencari profit, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai idealisme serta mutualisme.

Sejak awal pendiriannya, Bumiputera sudah menganut sistem kepemilikan dan kepenguasaan yang unik, yakni bentuk badan usaha "mutual" atau "usaha bersama". Semua pemegang polis adalah pemilik perusahaan - yang mempercayakan wakil-wakil mereka di Badan Perwakilan Anggota untuk mengawasi jalannya perusahaan.

Jadi, Bumiputera tidak seperti perusahaan berbentuk perseroan terbatas (PT), yang kepemilikannya hanya oleh pemodal tertentu. Asas mutualisme ini kemudian dipadukan dengan idealisme dan profesionalisme pengelolanya, dan menjadi kekuatan utama Bumiputera hingga hari ini. Hal itu pun tercermin dalam produk-produknya.

Mitra Oetama, misalnya, adalah salah satu produk Bumiputera, dengan pembayaran premi tunggal yang fleksibel. Ia menggabungkan tiga manfaat, yakni: santunan meninggal dunia sebesar uang pertanggungan, atau dua kali uang pertanggungan jika meninggal akibat kecelakaan. Sekaligus memberikan biaya rawat inap di rumah sakit. Atau perolehan tabungan yang akan diterima pada akhir masa asuransi. Pemegang polis leluasa meningkatkan nilai proteksi melalui penambahan premi.

Selain itu, adalah Mitra Beasiswa Berencana, asuransi pendidikan yang menjamin biaya pendidikan untuk anak, mulai dari taman kanak-kanak (TK) sampai perguruan tinggi. Di samping jaminan perolehan santunan meninggal dunia sebesar uang pertanggungan.

Bagi masyarakat yang menginginkan produk asuransi berbasis syariah Islam, Bumiputera juga memilikinya. Misalnya, asuransi pendidikan Mitra Iqra. Mitra Iqra berbeda dengan asuransi Mitra Beasiswa Berencana, yang penerimaan beasiswanya sudah ditetapkan di awal kontrak. Karena Mitra Iqra adalah produk syariah, penerimaan dana pendidikannya berdasarkan besarnya pengembangan investasi, atau belum ditetapkan di awal kontrak asuransi.

Krisis ekonomi dunia, yang melanda Indonesia, menghadirkan tantangan baru bagi dunia asuransi pada tahun 2009 ini. Tak terkecuali, tantangan itu juga dihadapi Bumiputera, yang kini mengkaryakan sekitar 18.000 pekerja, melindungi lebih dari 9,7 juta jiwa rakyat Indonesia, dengan jaringan kantor sebanyak 576 di seluruh pelosok Indonesia. Kita mengharapkan, Bumiputera dapat terus hadir dan memberikan sumbangsihnya bagi kemajuan Indonesia dan peningkatan kesejahteraan warganya.
Jakarta, April 2009

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)