Posts

Showing posts from May, 2009

PIERRE BOURDIEU DAN PEMIKIRANNYA TENTANG HABITUS, DOXA DAN KEKERASAN SIMBOLIK

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Pengantar

Pierre Bourdieu (1930-2002) adalah sosiolog Perancis dan penulis yang dikenal karena pandangan politiknya yang vokal dan keterlibatannya dalam isu-isu publik. Bourdieu adalah salah satu pemain terkemuka dalam kehidupan intelektual Perancis. Ia menjadi “referensi intelektual” bagi gerakan yang menentang neo-liberalisme dan globalisasi, yang berkembang di Perancis dan bagian dunia lain selama 1990-an.
Bourdieu menggunakan metode-metode yang diserap dari berbagai disiplin ilmu: dari filsafat dan teori sastra ke sosiologi dan antropologi. Ia sangat dikenal karena bukunya, Distinction: A Social Critique of the Judgment of Taste, di mana ia berargumen bahwa penilaian-penilaian selera itu berhubungan dengan posisi sosial.
Bordieu mengkombinasikan teori dan fakta-fakta yang bisa diverifikasi, dalam usaha mendamaikan kesulitan-kesulitan, semacam bagaimana memahami subyek di dalam struktur obyektif. Dalam proses itu, ia mencoba mendamaikan pengaruh dari dua hal…

Essay - MENGAPA KITA MENULIS?

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Ada banyak alasan yang mendorong atau memotivasi seseorang untuk menulis. Tulisan yang dimaksud di sini adalah tulisan dalam arti luas. Bukan cuma tulisan ilmiah di jurnal-jurnal akademis, melainkan mencakup jenis-jenis tulisan lain. Termasuk di antaranya, tulisan yang terkadang dikategorikan sebagai bukan tulisan serius.

Saya akan mencoba menguraikan beberapa alasan yang mendorong kita menulis. Sebetulnya, sangat jarang terjadi, hanya ada alasan tunggal yang mendorong kita menulis. Yang lebih sering terjadi adalah terdapat beberapa alasan sekaligus, yang satu sama lain saling memperkuat dan akhirnya mendorong kita menulis. Namun, untuk menyederhanakan dan mempermudah, alasan-alasan itu akan saya paparkan satu-persatu.

Pertama, kewajiban. Ya, suka atau tidak, Anda harus mengakui bahwa banyak orang menulis karena “terpaksa.” Siapa yang memaksa? Tentunya, yang bisa memaksa adalah mereka yang memiliki otoritas untuk melakukan hal itu. Anda sendiri mungkin pernah men…

BAGAIMANA MEMBENTUK TIM INVESTIGATIF DI MEDIA ANDA

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Adanya sebuah tim investigatif di suatu media diharapkan dapat meningkatkan tiras media cetak, atau meningkatkan rating (jumlah penonton) sebuah stasiun TV. Namun, kadang-kadang agak sulit menjual ide bagi keberadaan sebuah tim investigatif kepada manajer media. Para manajer biasanya khawatir akan terjadi peningkatan biaya bagi pengoperasian unit investigasi tersebut.

Oleh karena itu, jurnalis di media bersangkutan harus memperjuangkan keberadaan tim investigatif tersebut. Ada sejumlah saran dari Senior Vice President Scripps-Howard, John Lansing, dan Direktur Investigasi KSTP-TV, Gary Hill, tentang bagaimana membentuk sebuah unit investigasi di media. Saran-saran itu, antara lain:

Didiklah Boss Anda. Fokuslah pada hasil-hasil positif liputan investigatif, serta apa arti karya jurnalistik semacam ini bagi media bersangkutan, baik dari segi manfaatnya terhadap masyarakat dan adanya minat pembaca/penonton. Sebuah liputan investigatif yang baik bisa menjadi ciri pem…

SEMBILAN ELEMEN JURNALISME (PLUS ELEMEN KE-10) - BILL KOVACH & TOM ROSENSTIEL

Image
Ada sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap jurnalis. Prinsip-prinsip ini telah melalui masa pasang dan surut. Namun, dalam perjalanan waktu, terbukti prinsip-prinsip itu tetap bertahan.

Bill Kovach dan Tom Rosenstiel (2001), dalam bukunya The Elements of Journalism, What Newspeople Should Know and the Public Should Expect (New York: Crown Publishers), merumuskan prinsip-prinsip itu dalam Sembilan Elemen Jurnalisme. Kesembilan elemen tersebut adalah:

1. Kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran
Kewajiban para jurnalis adalah menyampaikan kebenaran, sehingga masyarakat bisa memperoleh informasi yang mereka butuhkan untuk berdaulat. Bentuk “kebenaran jurnalistik” yang ingin dicapai ini bukan sekadar akurasi, namun merupakan bentuk kebenaran yang praktis dan fungsional. Ini bukan kebenaran mutlak atau filosofis. Tetapi, merupakan suatu proses menyortir (sorting-out) yang berkembang antara cerita awal, dan interaksi antara publik, sumber berita (ne…

MENULIS LAYAKNYA HARIMAU YANG MENGAUM DAN MAWAR YANG MENYEBARKAN WANGI

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Judul tulisan ini mungkin terkesan mengada-ada. Menulis kok disamakan dengan mengaum dan menyebarkan wangi. Tulisan ini memang bukan makalah ilmiah. Jadi, sebagai penulis, saya merasa sah-sah saja memilih judul yang tidak lazim.

Anda juga tidak perlu mengerutkan kening ketika membacanya. Isi tulisan ini adalah tentang “karir kepenulisan,” kalau melihat profesi saya sebagai jurnalis, yang menjadikan keterampilan tulis-menulis sebagai aset untuk mencari nafkah. Namun, tulisan ini juga bisa dipandang sebagai cerita tentang “hobi menulis,” yang tidak harus dikaitkan dengan karir atau profesi jurnalis.

Tetapi apa sih pentingnya kita berdiskusi tentang hobi menulis? Pertanyaan yang bagus. Hobi menulis bisa sangat penting bagi seseorang, tetapi bisa juga tidak penting bagi orang lain, meskipun --sampai tahap tertentu, karena pertimbangan praktis-- kita semua memerlukan keterampilan menulis.

Paling tidak, jika Anda masih berstatus mahasiswa, Anda perlu kemahiran menulis. …