BAGAIMANA MEMBENTUK TIM INVESTIGATIF DI MEDIA ANDA

Oleh Satrio Arismunandar

Adanya sebuah tim investigatif di suatu media diharapkan dapat meningkatkan tiras media cetak, atau meningkatkan rating (jumlah penonton) sebuah stasiun TV. Namun, kadang-kadang agak sulit menjual ide bagi keberadaan sebuah tim investigatif kepada manajer media. Para manajer biasanya khawatir akan terjadi peningkatan biaya bagi pengoperasian unit investigasi tersebut.

Oleh karena itu, jurnalis di media bersangkutan harus memperjuangkan keberadaan tim investigatif tersebut. Ada sejumlah saran dari Senior Vice President Scripps-Howard, John Lansing, dan Direktur Investigasi KSTP-TV, Gary Hill, tentang bagaimana membentuk sebuah unit investigasi di media. Saran-saran itu, antara lain:

Didiklah Boss Anda. Fokuslah pada hasil-hasil positif liputan investigatif, serta apa arti karya jurnalistik semacam ini bagi media bersangkutan, baik dari segi manfaatnya terhadap masyarakat dan adanya minat pembaca/penonton. Sebuah liputan investigatif yang baik bisa menjadi ciri pembeda antara media Anda dengan kompetitor. Liputan semacam ini juga diharapkan bisa mempertahankan jumlah audience. Bangunkan minat dari pimpinan media, dengan menunjukkan contoh-contoh karya investigatif yang gemilang dari media kompetitor.

Hadapi persoalan yang dikhawatirkan. Paparkan kekhawatiran-kekhawatiran yang mungkin menghinggapi pimpinan Anda, dan diskusikan hal-hal tersebut. Seberapa besar biaya liputan investigatif ini akan membebani media? Apa yang akan diperoleh media sebagai imbalan liputan investigatif tersebut? Apakah media Anda akan bersedia menempuh risiko kehilangan uang dari iklan, karena dampak laporan investigatif yang mungkin menimpa sponsor (pemasang iklan)? Bagaimana pula dengan risiko tuntutan hukum dari pihak luar terhadap media Anda?

Ciptakan koalisi. Bicarakan ide pembentukan tim investigasi dengan staf bagian sales, yang mungkin akan melihat potensi bagi sponsor dan bagi peningkatan minat untuk memasang iklan di media Anda. Libatkan staf sales tersebut dalam diskusi-diskusi tentang nilai pembentukan sebuah unit investigasi. Tunjukkan bagaimana tim tersebut dapat membantu keseluruhan produk berita media lewat pengembangan keterampilan, yang akan terbayar impas lewat karya, berupa berita-berita semacam breaking news atau laporan-laporan mendalam.

Tetapkan garis batas yang jelas. Diskusikan dengan pimpinan media Anda tentang jenis-jenis karya investigatif yang diinginkan pihak redaksi. Misalnya, apakah tim investigasi ini akan berspesialisasi pada jenis berita tertentu? Sebagai contoh, berita investigatif bisa difokuskan pada tema atau topik tertentu (kriminalitas; hukum dan keadilan; barang konsumen; kesehatan; pelayanan umum; korupsi; dan sebagainya).

Berikan arahan liputan (guidelines). Para reporter harus diberi arahan yang jelas dan tegas, bagaimana mereka harus melakukan liputan investigatif. Seperti: Bagaimana tentang penggunaan kamera tersembunyi (hidden camera)? Bagaimana kebijakan untuk menyembunyikan identitas narasumber? Jelaskan, apa yang akan dilakukan media untuk melindungi narasumber, termasuk jika harus masuk penjara. Apakah tim investigasi ini akan memanfasatkan jasa pakar yang dibayar? Kapan dan bagaimana seorang reporter boleh menyamar atau menutupi identitasnya dalam upaya memperoleh informasi?

Bangunlah kepercayaan pimpinan. Peragakan seberapa besar kepedulian Anda untuk memperoleh berita secara benar, dengan bersedia memenuhi batasan waktu (deadline) lebih dini, untuk memungkinkan dilakukannya peninjauan terhadap isi naskah berita dan peninjauan terhadap aspek hukumnya (untuk menangkal kemungkinan tuntutan hukum). Libatkan manajer pemberitaan sejak dini, juga dalam pengembangan berita dan evaluasi. Bersikaplah terbuka terhadap tantangan-tantangan yang masuk akal terhadap berita investigatif yang sedang Anda susun.

Libatkan tim investigasi dalam pengolahan berita. Jadikan sebagai bagian dari pekerjaan Anda, untuk melindungi media dengan cara memelihara keterlibatan tim investigasi dalam setiap aspek pengolahan berita investigatif. Mulai dari saat pertama mengusulkan topiknya, sampai akhirnya berita itu dimuat di media cetak atau ditayangkan di televisi. Seringkali terjadi, masalah muncul justru karena tim investigasi tidak dilibatkan dalam proses pengolahan berita lebih lanjut.

Jakarta, Mei 2009

Referensi: NewsLab 2002

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI