Posts

Showing posts from October, 2009

MENGAPA JABATAN MENTERI CUKUP STRATEGIS PADA 2009-2014?

Image
Sesudah pagi tanggal 20 Oktober 2009, tanggal Pelantikan Presiden RI dan Wapres Terpilih di gedung DPR/MPR, akan banyak kandidat menteri berdebar-debar menunggu pengumuman oleh Presiden SBY. Diperkirakan pada 21 Oktober, SBY akan mengumumkan susunan kabinet. sejumlah menteri lama akan digeser, dan sejumlah nama baru akan masuk.

Jika tidak ada perubahan konstitusi, maka SBY tidak akan jadi presiden lagi sejak 2014. Maka pertarungan ke kursi Presiden akan terbuka lebar bagi kandidat-kandidat baru, termasuk tokoh-tokoh pimpinan parpol.

Nah, bagi tokoh-tokoh baru yang potensial --namun belum cukup terkenal di pentas nasional-- menjadi penting untuk meraih "posisi/jabatan antara", sebelum maju jadi kandidat RI-1 pada 2014. Apakah "jabatan antara" itu? Jawabannya: Menteri.

Saya melihatnya dari sudut public relations dan promosi. Jika Anda terpilih jadi menteri, Anda akan punya peluang untuk dipublikasikan (baca: diiklankan atau kampanye) secara gratis oleh media selama lima…

DILEMA SEORANG JURNALIS

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Saya beberapa kali sering ditanya, apa yang harus dilakukan seorang jurnalis, jika ia berhadapan dengan pilihan yang berkaitan dengan momen mati-hidup seseorang. Tetapi, di sisi lain, momen itu juga berpeluang mengangkat nama sang jurnalis untuk menjadi seorang “jurnalis besar.”

Saya ambil contoh yang ekstrem: Misalkan, Anda adalah seorang jurnalis. Suatu ketika, ada seseorang mau bunuh diri di depan Anda, dengan cara loncat dari gedung, sedangkan saat itu Anda sebagai jurnalis sedang memegang kamera yang sudah "on", siap mengambil gambar. Nah, dalam situasi itu, apa yang akan Anda lakukan?

Jawaban saya sederhana: Ada dua pilihan, masing-masing dengan konsekuensi tersendiri..

Pilihan pertama, Anda biarkan orang itu bunuh diri, dan Anda mendapat gambar eksklusif saat orang itu meloncat dari gedung, Berkat gambar luar biasa itu, Anda akan jadi jurnalis yang terkenal dan top deh, liputan Anda memecahkan rating tontonan, dan Anda akan merasa hebat dan bangga…

PANDUAN MELIPUT PERISTIWA TRAUMATIK, BOM JW MARRIOTT DAN RITZ CARLTON

Image
Peristiwa Bom di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton yang terjadi pagi 17 Juli 2009 dapat dikategorikan sebagai peristiwa traumatik.Peristiwa traumatik dapat menimbulkan stres psikologis baik bagi korban, keluarga korban, orang-orang yang berada di sekitar kejadian, maupun jurnalis dan orang-orang yang melihat, mendengar peristiwa tersebut melalui media massa.

Anda sebagai jurnalis, ditugaskan ke lokasi untuk melakukan peliputan. Pada saat itu korban masih bergulat dengan penderitaannya dengan menyelamatkan diri dan harta bendanya. Pada saat seperti itu, apakah kita harus mengutamakan tugas jurnalistik lebih dulu atau mendahulukan ikut menolong korban?

Naluri kemanusiaan kitalah yang akan menentukan, saat mana kita perlu mengutamakan kerja dan saat mana kita ikut membantu korban. Ada beberapa hal yang sepatutnya diperhatikan pers, khususnya media televisi, dalam meliput peristiwa traumatik.

(1) Mengutamakan keselamatan Keinginan mengejar berita, yang eksklusif sekalipun, sebaiknya tetap ti…