Posts

Showing posts from March 30, 2009

CINTA BERLATAR BELAKANG KERUSUHAN MEI 1998 (RESENSI FILM "MAY")

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Saya berkesempatan menonton film May, yang diputar untuk kalangan terbatas di gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, pada 24 Maret 2009. Film garapan Flix Pictures dan hasil besutan sutradara Viva Westi ini memang istimewa. Temanya saja sudah tak biasa, di luar arus komersial utama, yang lebih asyik dengan tema horror atau cinta remaja.

Meskipun bercerita soal cinta, setting-nya adalah peristiwa nasional dramatis, yang mengawali jatuhnya rezim Soeharto. Yaitu, kerusuhan Mei 1998, yang melibatkan aksi pembakaran, perusakan, dan penjarahan terhadap rumah dan harta milik warga etnis Tionghoa, sehingga banyak di antara mereka yang mengungsi ke luar negeri. Peristiwa tragis sekaligus traumatis ini memisahkan sepasang kekasih, gadis etnis Tionghoa, May (diperankan secara apik oleh Jenny Chang) dan pemuda pribumi Antares (diperankan oleh Yama Carlos).

Sejumlah pemain kawakan turut memperkuat film ini, seperti Lukman Sardi (Gandang), Ria Irawan …

CARL GUSTAV HEMPEL TENTANG EKSPLANASI ILMIAH, TEORI KONFIRMASI, DAN PARADOKS BURUNG GAGAK

Image
Oleh Satrio Arismunandar

I. Pengantar
Carl Gustav Hempel (1905-1997), filsuf kelahiran Jerman yang berimigrasi ke Amerika, adalah salah satu filsuf sains terkemuka pada abad ke-20. Paradoks burung gagaknya (Raven’s Paradox) –sebagai ilustrasi paradoks-paradoks konfirmasi—telah menjadi tantangan tetap terhadap teori-teori konfirmasi.
Bersama Paul Oppenheim, ia mengusulkan perhitungan kuantitatif terhadap derajat konfirmasi hipotesis lewat pembuktian. Model nomologis-deduktif yang diajukannya bagi eksplanasi (penjelasan) ilmiah menempatkan eksplanasi pada landasan logis yang sama seperti prediksi; yakni keduanya adalah argumen-argumen deduktif.
Perbedaannya adalah soal pragmatis, katakanlah bahwa dalam sebuah eksplanasi, konklusi argumen dimaksudkan agar dianggap benar. Sedangkan, dalam prediksi, tujuannya adalah untuk menghadirkan kasus yang meyakinkan untuk konklusi. Hempel juga mengusulkan ukuran kuantitatif bagi kekuatan teori untuk mensistematisasikan datanya.
Dalam kehidupannya kem…