Posts

Showing posts from September, 2010

PEMBERITAAN MEDIA TENTANG KORBAN TINDAK KEJAHATAN DALAM PERSPEKTIF ETIKA JURNALISTIK

Oleh Satrio Arismunandar

Abstrak

Media massa memiliki peran penting dalam pemberitaan kasus-kasus kejahatan dan korban kejahatan. Pemberitaan media bisa memberi dampak signifikan, baik dampak positif maupun negatif bagi korban tindak kejahatan. Oleh karena itu, diperlukan suatu panduan bagi pengelola media dan para jurnalis, agar tidak terjadi cara peliputan dan pemberitaan yang merugikan korban kejahatan. Tulisan ini menyajikan sejumlah panduan semacam itu, berdasarkan praktik di media-media yang sudah mapan secara redaksional, dalam perspektif profesionalisme jurnalis dan etika jurnalistik.

I. Pendahuluan

Kriminologi dalam arti sempit adalah suatu subdisiplin dalam ilmu sosial, yang mempelajari kejahatan. Sedangkan dalam arti luas, kriminologi mempelajari penologi (ilmu pidana) dan metode-metode yang berkaitan dengan kejahatan dan masalah prevensi kejahatan dengan tindakan-tindakan yang bersingkat non-punitif.
Kriminologi berbasis pada pendekatan-pendekatan dan pemikiran-pemikiran …

BELAJAR MENJADI JURNALIS ONLINE

Oleh Satrio Arismunandar

Apakah yang dinamakan jurnalis? Secara sederhana, jurnalis adalah orang yang melakukan pekerjaan jurnalistik, yaitu pekerjaan yang berkaitan dengan pemberitaan. Pekerjaan itu mencakup antara lain: meliput peristiwa, mewawancarai narasumber, menulis berita, mengedit berita, menyiarkan berita melalui media massa, mengambil gambar peristiwa, dan sebagainya.

Pekerjaan jurnalis berkaitan erat dengan media massa, sebagai sarana untuk menyampaikan informasi/berita dari si jurnalis kepada khalayaknya. Media massa terbagi menjadi media cetak (suratkabar, majalah), media elektronik (radio, TV), dan media baru (media online).

Pengertian ”media baru” bisa berkembang meluas, sejalan dengan perkembangan teknologi informasi. Sebagai contoh, handphone sendiri pada dasarnya sudah menjadi media baru juga, karena handphone bukan lagi sekadar alat buat menelepon. Pengguna handphone sekarang bisa mengakses berita dan menonton siaran TV lewat handphonenya. Tetapi, untuk kepentinga…

MEMBANDINGKAN KOLONEL TNI-AU ADJIE SURADJI DENGAN HUGO CHAVEZ

Yang menarik dari Kolonel Adjie Suradji, perwira TNI-AU yang mengeritik kepemimpinan SBY dalam tulisannya di Kompas, kolonel kita ini memuji Evo Morales (Bolivia), Hugo Chavez (Venezuela), dan Ahmadinejad (Iran), sebagai contoh pemimpin yang berani mengambil risiko demi kepentingan bangsanya. National leadership tanpa keberanian melakukan decision making, tanpa taking risk, memang jadi omong kosong.
Saya prinsipnya sangat setuju dengan isi tulisan kolonel kita ini. Sayangnya, kepada Chavez dan Morales, Adjie Suradji cuma sebatas kagum. Harusnya Adjie lakukan remodeling gerakan si Chavez ini, sehingga punya efek domina dalam memperluas skala perlawanan.

Pada 1992, kalau tidak salah Chavez masih mayor. Chavez coba-coba bikin gerakan menggusur Presiden Carlos Andres Perez, setelah Perez secara dramatik memotong anggaran sosial akibat titah IMF, dan setelah Perez merepresi gerakan protes. Hasilnya, Chavez gagal total, dicopot jadi tentara, dan masuk penjara. Namun semua elemen masyarakat…