Posts

Showing posts from November 8, 2010

SOAL LATIHAN - PENULISAN BERITA (STRAIGHT NEWS) DENGAN FORMAT PIRAMIDA TERBALIK (INVERTED PYRAMID)

Di bawah ini ada dua bahan untuk latihan menulis berita straight news, dengan format piramida terbalik (inverted pyramid). Silahkan dipergunakan oleh siapa saja yang membutuhkan (mahasiswa jurnalistik, ilmu komunikasi, praktisi Humas, dosen, dan sebagainya, asal menyebutkan blog ini sebagai sumber):

LATIHAN 1:

Anda adalah wartawan sebuah harian ibukota. Suatu pagi, dalam perjalanan menuju kantor, Anda mengalami sejumlah peristiwa, yang kemudian Anda tuliskan sebagai sebuah berita (straight news).

Kejadiannya sebagai berikut:

Senin pagi, 17 Oktober 2010, cuaca agak mendung. Ketika naik bus dari Depok menuju kantor di Palmerah, bus Anda terhambat kemacetan parah di sekitar Lenteng Agung. Karena penasaran, Anda turun dan berjalan ke depan untuk melihat penyebab kemacetan itu. Ternyata penyebabnya adalah sebuah kecelakaan, atau tepatnya insiden tabrak lari.

Seorang gadis cantik, tampaknya mahasiswi, tergeletak di jalan bersimbah darah. Kepalanya tampak memar dan berdarah. Tas dan buku-b…

Essay - PERLUKAH IZIN ORANGTUA UNTUK MENJADI JURNALIS?

Saya sedikit tersenyum membaca iklan di Harian Republika hari Senin (4 Oktober 2010), tentang lowongan untuk menjadi reporter/fotografer. Pasalnya, ada satu klausul yang menyaratkan adanya "surat izin dari orangtua/wali untuk menjadi reporter/fotografer."

Saya bisa memahami munculnya syarat semacam itu. Mungkin Republika (dan media-media lain) pernah mengalami kasus, di mana reporter/fotografer yang sudah direkrut, diterima bekerja, dan capek-capek dididik, ternyata lalu mengundurkan diri begitu saja hanya karena desakan atau tekanan orangtua.

Pola kerja wartawan yang tak tentu jam kerjanya, dan kadang-kadang harus menempuh risiko tinggi (untuk liputan konflik, perang, bencana alam, atau investigatif), memang bisa mengejutkan bagi orangtua/wali atau keluarga dari wartawan bersangkutan, yang biasa berpikir konvensional.

Yang dimaksud cara pikir "konvensional" di sini adalah anggapan bahwa pekerjaan yang benar dan "normal" hanyalah pekerjaan semacam karya…

POLEMIK DI MILIS TENTANG DISKUSI JARINGAN ISLAM LIBERAL (JIL) - "KISAH FIKSI DAN NON-FIKSI DALAM KITAB SUCI"

Bermula dari posting Saidiman pada 28 Oktober 2010 di milis Kahmi dan jurnalisme, tentang Diskusi Bulanan Jaringan Islam Liberal (JIL). Topik: "Kisah Fiksi dan Non-Fiksi dalam Kitab Suci". Narasumber: Ioanes Rakhmat & Hamid Basyaib. Pelaksanaan: Jumat, 29 Oktober 2010. Pukul 19.00 WIB di Teater Utan Kayu, Jakarta.

Deskripsinya: Semua kitab suci memuat kisah tentang berbagai peristiwa. Bagi penganutnya, semua kisah itu adalah kenyataan yang pernah terjadi di masa lalu. Sebagian besar dari mereka meyakini bahwa kisah-kisah tersebut merupakan kebenaran yang tidak dapat diragukan. Mereka meyakini bahwa tujuan dari kisah-kisah tersebut adalah untuk menanamkan nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya.
Namun sebagian kisah dalam kitab suci mengandung masalah ketika masuk dalam penalaran akal sehat. Para Pemuda Goa (Ashaabul Kahfi) yang diceritakan tertidur di dalam sebuah goa selama ratusan tahun. Begitu pula cerita tentang Nabi Ibrahim yang diperintahkan untuk menyembelih …

WAWANCARA TENTANG JURNALISME DAMAI (PEACE JOURNALISM) - Satrio Arismunandar

Wawancara mahasiswa dengan Satrio Arismunandar, Executive Producer News Division TRANS TV di kantor News Trans TV, Oktober 2010. Satrio ketika masih menjadi wartawan Harian Kompas (1988-1995) pernah meliput konflik di berbagai negara seperti Bosnia-Herzegovina, Croatia, Slovenia, Rusia, India, Mesir, Jordania, Iran, Irak, Palestina, Israel, dan Libya.

Apakah Anda setuju dengan adanya pembedaan genre tersendiri, yaitu jurnalisme damai?
Menurut saya, jurnalisme damai pada dasarnya adalah upaya meluruskan kembali apa yang menyimpang dari jurnalisme dalam praktik. Prinsipnya, jurnalisme itu tujuannya untuk kepentingan publik, untuk kebaikan masyarakat luas.
Jadi, ketika suatu pemberitaan kemudian tidak memberi kebaikan untuk masyarakat --misalnya, karena cara pemberitaannya yang kurang mempertimbangkan bagaimana menyelesaikan konflik, atau malah cara pemberitaan itu berpotensi menbuat konflik jadi semakin berkepanjangan-- maka di situ muncul jurnalisme damai. Yaitu, upaya mengembalikan ju…

SOAL KEHADIRAN BOEDIONO DI RESEPSI HUT AJI, 2010

Posting di milis AJI Indonesia (9 Agustus 2010):

Saya hanya mengingatkan apa yang berangkat dari prinsip kehati-hatian sebagai jurnalis.

Saya hanya bertanya-tanya dan gelisah, bagaimana sebuah organisasi jurnalis yang mengaku kritis, independen, dan begitu getol berkampanye anti-amplop (termasuk amplop ukuran "recehan"), bisa dengan santai, simple dan enteng saja memberi forum terhormat pada seseorang yang punya tunggakan perkara di Komisi Pemberantasan Korupsi, karena kasus Century yang nilainya Rp 6,7 trilyun?

Saya mendapat pertanyaan dari teman lama (eks wartawan), dan saya tidak bisa menjawab karena tidak ikut dalam proses memutuskan mengundang Boediono di HUT AJI.

Ini urutan cara berpikir saya secara sederhana:

1. Keputusan politik DPR dan Pemerintah adalah menyerahkan penyelesaian kasus Bank Century yang sangat besar magnitudenya itu ke PROSES HUKUM.
2. Proses hukum itu adalah di lembaga KPK.
3. Proses hukum itu sampai saat ini BELUM SELESAI. (Belum selesai atau …