Posts

Showing posts from November 30, 2010

MEMAHAMI PROSES PENULISAN TIGA TAHAP (Untuk Praktisi Humas)

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Sebagai staf Humas atau karyawan kantoran, Anda harus mengerjakan berbagai penugasan komunikasi di sepanjang karir Anda, baik yang bersifat lisan ataupun tertulis.

Beberapa tugas itu hanya menjadi rutinitas biasa sehari-hari, seperti sekadar menulis beberapa kalimat di kertas atau mengetikkan pesan e-mail singkat.
Beberapa tugas lain bersifat lebih kompleks, yang membutuhkan refleksi, riset, dan persiapan dokumen yang cermat.

Begitu ada kebutuhan untuk membuat pesan komunikasi, staf Humas yang belum berpengalaman biasanya terdorong untuk langsung menulis. Namun, pendekatan langsung yang terburu-buru ini mungkin justru tidak efektif, dan akhirnya malah memakan waktu lama.

Sebaliknya, jika Anda mau meluangkan waktu beberapa menit untuk merencanakan dengan benar, bisa jadi Anda justru menghemat waktu dan bisa menciptakan pesan yang lebih efektif.

Untuk tujuan itu, di sini kita mempelajari proses penulisan efektif, yang bisa dibagi dalam tiga tahapan utama, yang…

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Apakah konvergensi media itu?


Kata “konvergensi” sering digunakan untuk merujuk ke berbagai proses yang berbeda, sehingga terkadang menimbulkan kebingungan. Konvergensi media adalah penggabungan atau menyatunya saluran-saluran keluar (outlet) komunikasi massa, seperti media cetak, radio, televisi, Internet, bersama dengan teknologi-teknologi portabel dan interaktifnya, melalui berbagai platform presentasi digital.

Dalam perumusan yang lebih sederhana, konvergensi media adalah bergabungnya atau terkombinasinya berbagai jenis media, yang sebelumnya dianggap terpisah dan berbeda (misalnya, komputer, televisi, radio, dan suratkabar), ke dalam sebuah media tunggal.

Gerakan konvergensi media tumbuh berkat adanya kemajuan teknologi akhir-akhir ini, khususnya dari munculnya Internet dan digitisasi informasi. Konvergensi media ini menyatukan ”tiga-C” (computing, communication, dan content).

Jika dijabarkan di level perusahaan, maka konvergensi ini menyatukan perusah…

MEDIA ISLAM, MEDIA ISLAMI, DAN PERBEDAANNYA DENGAN MEDIA LAIN

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Dalam konstelasi media yang begitu luas sekarang, ada segmen atau kategori yang dinamakan sebagai ”media Islam,” atau ada juga yang menyebut ”media Islami.” Sayangnya, kajian akademis tentang ”media Islam” dan atau ”media Islami” ini belum cukup meluas. Tulisan ini berupaya memberikan kategorisasi yang lebih jelas tentang apa itu ”media Islam” dan atau ”media Islami,” serta perbedaannya dengan media lain.

Sebelumnya, perlu kejelasan apakah ada perbedaan antara media Islam dan media Islami. Bagi sebagian kalangan, dua sebutan itu mungkin berarti sama saja, alias tidak ada beda antara media Islam dan media Islami. Tetapi saya akan mencoba membedakan makna antara keduanya, untuk memperjelas kategorisasi bagi pengkajian lebih lanjut. Saya akan mulai dengan media Islam dulu.

Kata “Islam” menunjukkan suatu identitas, untuk membedakan satu dengan yang lain. Orang Islam jelas tidak sama dengan orang Kristen, Hindu, Buddha, dan seterusnya. Agar bisa disebut sebagai ora…

MEDIA ISLAM ATAU MEDIA ISLAMI? (Republika, 30 November 2010)

Image
Dalam konstelasi media yang begitu luas sekarang, ada segmen yang dinamakan ”media Islam” dan atau ”media Islami.” Sayangnya, kajian akademis tentang media ini belum cukup banyak. Tulisan ini berupaya memberikan kategorisasi yang lebih jelas tentang apa itu ”media Islam” dan atau ”media Islami,” serta perbedaannya dengan media lain.
Ada yang menganggap, media Islam dan media Islami sepenuhnya identik. Tetapi penulis akan mencoba membedakan makna antara keduanya.

Kata “Islam” menunjukkan suatu identitas. Agar bisa disebut sebagai orang Islam, seseorang minimal harus sudah mengucapkan kalimat syahadat, mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah.

”Media Islam” tentu juga harus memiliki syarat tertentu, yang membedakannya dengan media lain. Syarat pertama, media itu harus dimiliki oleh orang Islam. Jika kepemilikannya bersifat kolektif (misalnya, saham perusahaan media itu sudah diperjualbelikan untuk umum di bursa efek), mayoritas saham harus…