MENULIS RESUME DAN LAMARAN KERJA -- Satrio Arismunandar

Resume adalah rangkuman persuasif dari kualifikasi Anda untuk dipekerjakan.
Di pasaran tenaga kerja, memiliki resume membuat Anda tampak terorganisasi dan punya persiapan yang baik.
Jika Anda sudah bekerja, dengan memiliki resume yang selalu diperbarui dan up-to-date akan membuat Anda lebih mudah memanfaatkan peluang, jika ada tawaran kerja yang lebih baik.
Jika Anda masih butuh beberapa tahun lagi sebelum mencari kerja, dengan menyiapkan resume sekarang, akan membantu Anda menjadi lebih sadar, tentang apa yang harus dilakukan dalam dua atau tiga tahun mendatang. Dengan demikian, ini akan menjadikan diri Anda seorang kandidat yang atraktif.

Semua bentuk komunikasi yang berkaitan dengan pencarian kerja harus disesuaikan dengan kualifikasi unik Anda. Anda boleh mengadopsi cara penulisan dan tata letak resume yang dicontohkan di sini jika memang relevan dengan situasi anda, tetapi jangan terlaku kaku dan terpaku pada contoh di sini. Jika Anda memiliki kekuatan-kekuatan yang berbeda, bentuk resume Anda juga akan berbeda.

Rata-rata seorang petugas rekrutmen karyawan membutuhkan 30 sampai 60 detik untuk melihat resume Anda. Mereka akan mencari hal-hal yang bisa membuat Anda ditolak sejak awal (seperti: salah ketik, salah eja, atau tata bahasa yang kacau). Tetapi, mereka juga mencari hal-hal yang menarik minat pemberi kerja, yang bisa membuat mereka menghabiskan waktu lebih banyak pada resume Anda.

Sebuah resume yang baik sebenarnya akan membantu pencari kerja, untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan, yang akan menunjukkan kekuatan Anda selaku pencari kerja.

Di bawah ini ada beberapa tip, agar pihak perekrut mau meluangkan waktu lebih banyak pada resume Anda. Selain itu, juga memberi peluang lebih besar bahwa resume Anda akan dimasukkan ke tahapan lebih lanjut (Anda akan dipanggil untuk dites, diwawancarai, dan sebagainya).

Mengevaluasi Kekuatan dan Minat Anda

Sebuah penilaian-diri adalah langkah pertama dalam membuat resume yang baik. Setiap orang dapat melakukan beberapa pekerjaan dengan gembira. Sebuah tes kepribadian juga dapat memberitahu di mana letak kekuatan-kekuatan Anda. Tetapi tes-tes itu tidak akan menjelaskan, Anda sebaiknya menjadi apa. Pada akhirnya, tetap Andalah yang harus menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini:

1. Prestasi apa yang paling memuaskan Anda? Mengapa Anda menikmatinya?
2. Apakah Anda lebih suka deadline yang ketat atau jadwal yang luwes?
3. Apakah Anda lebih senang bekerja sendiri atau bekerja dengan orang lain?
4. Apakah Anda lebih suka mendapat instruksi yang terinci dan standar untuk evakuasi, ataukah Anda lebih suka kebebasan dan ketidakpastian?
5. Seberapa nyaman Anda dengan tekanan kerja?
6. Seberapa besar tantangan yang Anda inginkan?
7. Apakah Anda bersedia membawa pekerjaan atau tugas kantor ke rumah?
8. Apakah demi tugas, Anda bersedia bepergian jauh untuk waktu cukup lama?
9. Seberapa banyak waktu yang ingin Anda luangkan untuk keluarga dan teman?
10. Seberapa penting arti uang bagi Anda?
11. Seberapa penting arti status atau gengsi bagi Anda?
12. Apakah penting bagi Anda bahwa pekerjaan Anda memiliki nilai dan tujuan tertentu, atau Anda memandang pekerjaan sekadar sebagai alat mencari nafkah?
13. Apakah budaya organisasi dan standar etika penting bagi Anda?

Jika Anda sudah tahu hal-hal apa yang penting bagi Anda, barulah Anda bisa memutuskan di mana dapat menemukan tempat kerja yang pas. Ada banyak alternatif tersedia.
Misalnya, Anda sangat menyukai olahraga, tetapi Anda tidak cukup baik untuk menjadi atlet profesional. Maka, di pasaran tenaga kerja, Anda mungkin bisa melamar untuk posisi:
1. Pengelola sarana kebugaran di perusahaan
2. Wartawan spesialis liputan olahraga
3. Guru olahraga di sekolah
4. Tenaga sales peralatan olahraga
5. Karyawan perusahaan yang memproduksi alat-alat olahraga
6. Dan lain-lain

Bagaimana Pemberi Kerja Menggunakan Resume

Dengan memahami bagaimana pihak pemberi kerja menggunakan resume, hal ini akan membantu Anda dalam membuat resume yang efektif.

Pemberi kerja menggunakan resume untuk memutuskan siapa yang diwawancarai. Karena resume digunakan untuk memindai pelamar kerja, jangan Anda cantumkan segala sesuatu yang bisa memberi kesan negatif.

Resume dipindai atau disaring. Pada beberapa perusahaan, resume dipindai menggunakan sistem pelacak pelamar kerja secara elektronik. Hanya resume yang cocok dengan kata kunci pencarian, yang akan disaring oleh petugas rekrutmen. Maka, untuk bisa maju ke tahap berikutnya, resume Anda harus lolos ”tes pemindaian” dan ”tes penyaringan.”

Pemberi kerja mengasumsikan bahwa surat lamaran kerja dan resume Anda merepresentasikan karya Anda yang terbaik. Maka, kerapian resume, akurasi, dan bebas dari salah-ketik, adalah hal-hal yang sangat penting.
Pewawancara biasanya membaca ulang resume Anda sebelum wawancara, untuk menyegarkan kembali ingatan mereka. Oleh karena itu, bersiaplah memberikan rincian informasi yang lebih mendalam tentang segala sesuatu yang tercantum dalam resume Anda.

Sesudah komite pencari memilih seorang pelamar kerja, komite ini menyerahkan resume pelamar bersangkutan ke orang di dalam organisasi, yang harus menyetujui penunjukan tersebut sebelum si pelamar dipekerjakan. Orang ini mungkin memiliki latar belakang dan bidang keterampilan yang berbeda. Maka jangan mencantumkan singkatan (akronim), gelar, jabatan kerja, atau nama organisasi yang sulit dimengerti pembaca.

Arahan untuk Resume
Menulis resume bukanlah ilmu pasti. Jika keterampilan Anda sangat langka dan sangat dibutuhkan perusahaan, Anda bisa melanggar semua arahan di sini dan tetap diterima bekerja. Namun, sebaliknya ketika Anda harus bersaing dengan banyak pelamar lain, arahan-arahan ini bisa membantu Anda tampil baik di atas kertas, maupun tampil seperti aslinya.

Panjang Resume

Resume sepanjang satu halaman sudah cukup memadai, tetapi sebaiknya isilah satu halaman itu sebegitu rupa, jangan sampai terlihat kosong. Jika informasi yang Anda cantumkan kurang dari satu halaman, ada kesan bahwa Anda memang tidak memiliki hal-hal yang cukup berharga untuk ditampilkan.

Rata-rata resume sekarang panjangnya dua halaman. Jika resume Anda lebih dari satu halaman, maka pada halaman kedua harus terisi sedikitnya 10 sampai 12 baris. Dua lembar itu disatukan dengan stapler. Informasi yang kurang penting, taruhlah di halaman kedua.

Penekanan
Tekankan hal-hal yang sudah Anda kerjakan, yang (a) paling relevan dengan posisi atau jabatan yang sedang Anda incar, (b) tunjukkan keunggulan Anda atas pelamar-pelamar lain, dan (c) berikan informasi yang baru.
Tunjukkan bahwa Anda memenuhi kualifikasi yang layak, dengan memberi rincian tentang kerja, kegiatan, atau proyek yang relevan, yang pernah Anda lakukan. Pemberi kerja memperhatikan hal-hal semacam ini, terutama ketika banyak pelamar lain tidak memiliki kualifikasi yang relevan.

Berikan keterangan singkat saja untuk jabatan tingkat rendah, yang menunjukkan ketergantungan Anda. Untuk membuktikan bahwa Anda adalah kandidat yang terbaik untuk pekerjaan yang ditawarkan, berikanlah penekanan pada hal-hal yang membuat Anda berbeda dari pelamar-pelamar lain: promosi, penghargaan, dan prestasi, kemampuan berbahasa asing, keterampilan bekerja dengan komputer, dan sebagainya.
Jika Anda punya ijazah S-1, hapuslah pekerjaan-pekerjaan, kegiatan, atau penghargaan untuk tingkat SMA, kecuali jika Anda membutuhkan data itu untuk mengisi kekosongan halaman resume. Fokuslah pada prestasi-prestasi Anda dalam tiga sampai lima tahun terakhir.

Rincian

Rincian memberi bukti untuk mendukung klaim-klaim Anda, meyakinkan pembaca, dan memisahkan Anda dari pelamar-pelamar lain. Beritahukan, berapa banyak orang yang Anda latih atau supervisi, berapa banyak uang yang Anda anggarkan atau hasilkan. Jabarkan aspek-aspek dari pekerjaan yang Anda lakukan.

Contoh 1 (terlalu samar):
Sales Manager. Suratkabar Depok Pos, Jl. Margonda Raya, Depok, 2008-2010.
Supervisi staf, mempromosikan penjualan iklan.

Contoh 2 (rincian yang baik):
Sales Manager. Suratkabar Depok Pos, Jl. Margonda Raya, Depok, 2008-2010.
Mensupervisi 22 anggota staf Sales; membantu merekrut, mewawancarai, dan menyeleksi staf; memberi penugasan dan penjadwalan kerja; merekomendasikan karyawan yang berprestasi terbaik untuk dipromosikan. Memotivasi staf untuk meningkatkan penjualan iklan baris sampai 10% pada anggaran tahun lalu.

Hapuslah rincian yang tidak memberi tambahan penjelasan atau informasi terhadap nama jabatan, atau yang isinya kurang mengesankan ketimbang nama jabatan itu sendiri. Singkatnya, rincian yang Anda berikan harus memberi kesan lebih baik, bukan justru melemahkan.

Gaya Penulisan
Tanpa mengorbankan konten, usahakanlah menulis sepadat atau seringkas mungkin.

Contoh 1:
Terlalu banyak kata /pengulangan:
Anggota, Tim Penguji Kelayakan Makanan, 2006-07
Anggota, Tim Penguji Kelayakan Makanan, 2007-08
Anggota, Tim Penguji Kelayakan Makanan, 2008-09
Ketua, Tim Penguji Kelayakan Makanan, 2009-10

Padat dan ringkas:
Tim Penguji Kelayakan Makanan, 2006-09; Ketua 2009-10

Contoh 2:
Terlalu banyak kata:
Melakukan penghitungan beban yayasan

Padat dan ringkas:
Menghitung beban yayasan

Jenis-jenis Resume

Ada dua jenis resume: Resume kronologis dan resume berdasarkan keterampilan.

Resume kronologis merangkum apa yang telah Anda lakukan dalam suatu rentang waktu, dimulai dengan perkembangan terkini, dan lalu bergerak mundur ke masa sebelumnya. Jadi, urutan waktunya dibalik.
Resume kronologis menekankan pada gelar akademis, jabatan pekerjaan, dan tanggal. Ini merupakan format resume yang tradisional.

Gunakan resume kronologis manakala:

Jenjang pendidikan dan pengalaman Anda merupakan persiapan logis untuk menduduki posisi jabatan, yang sekarang sedang Anda incar.
Anda memiliki gelar, jabatan, kantor, atau penghargaan yang mengesankan.

Sedangkan resume keterampilan menekankan pada keterampilan yang sudah Anda pergunakan, ketimbang jabatan pekerjaan atau tanggal ketika Anda menggunakan keterampilan tersebut.

Gunakanlah resume keterampilan manakala:

Jenjang pendidikan dan pengalaman Anda bukanlah rute yang biasa, untuk menduduki posisi jabatan yang sekarang sedang Anda incar.
Anda berganti bidang pekerjaan.
Anda ingin mengkombinasikan pengalaman dari pekerjaan berupah, aktivitas atau kerja sukarela, dan kursus-kursus, untuk menunjukkan seberapa luas pengalaman Anda dalam hal administrasi, keuangan, berpidato, dan sebagainya.

Kedua jenis resume ini berbeda dalam hal informasi apa yang dicantumkan dan bagaimana informasi itu diorganisasikan.

Apa yang harus dicantumkan dalam resume:

Walaupun resume adalah dokumen faktual, tujuannya adalah untuk membujuk agar Anda diterima bekerja.
Dalam lembar aplikasi kerja atau aplikasi untuk sekolah profesional, Anda harus menjawab semua pertanyaan, sekalipun jawaban itu mungkin merugikan Anda. Sebaliknya, dalam sebuah resume, Anda juga tidak bisa berbohong, tetapi Anda dapat menghapus segala hal yang tidak menguntungkan Anda.

Resume umumnya mengandung informasi berikut ini. Kategori yang ditandai tanda bintang (*) adalah yang sangat penting.

* Nama, alamat, dan nomor telepon
Posisi/jabatan yang diinginkan (career objective)
Rangkuman kualifikasi
* Pendidikan
* Pengalaman
Penghargaan
Aktivitas
Referensi

Anda boleh memilih judul lain untuk kategori-kategori ini, serta menambahkan kategori-kategori yang relevan dengan kualifikasi Anda. Misalnya: Keterampilan Komputer, Bahasa Asing, dan sebagainya.
Pendidikan dan Pengalaman selalu menjadi kategori terpisah, bahkan sekalipun Anda hanya memiliki satu item di bawah setiap kategori itu.
Gabungkan heading lain, sehingga Anda memiliki paling tidak dua item panjang atau tiga item pendek di bawah setiap heading.

Misalnya, jika Anda pernah mendapat piagam penghargaan dalam satu bidang, bergabung dalam dua perkumpulan sosial, dan sebuah tim sepakbola, gabungkan semua itu di bawah heading Aktivitas dan Penghargaan. Jika Anda memiliki lebih dari tujuh item di bawah satu heading, pertimbangkan untuk menggunakan sub-heading.
Letakkan kategori Anda yang terkuat dekat bagian atas, dan di dasar halaman pertama. Jika Anda memiliki pengalaman kerja yang mengesankan, mungkin Anda ingin menempatkan kategori itu di urutan pertama sesudah nama Anda, menempatkan Pendidikan di bagian tengah, dan alamat Anda di bagian paling bawah.

Nama, Alamat, dan Nomor Telepon

Gunakan nama lengkap, bahkan sekalipun orang biasa memanggil Anda dengan nama panggilan (nickname). Gunakan huruf ukuran besar untuk nama Anda.

Jika Anda hanya menggunakan satu alamat, pertimbangkan untuk menempatkannya di tengah, di bawah nama Anda. Jika Anda menggunakan dua alamat (rumah dan kantor, alamat tetap dan tidak tetap), tempatkan keduanya bersisian di ujung kiri dan kanan secara seimbang, agar enak dipandang. Gunakan koma sesudah nama kota, sebelum nama provinsi. Penulisan nama ini harus konsisten. Jika Anda memiliki alamat e-mail, cantumkan juga di situ.

Gunakan nomor telepon secara lengkap, termasuk kode wilayah. Kode wilayah boleh dimasukkan dalam tanda kurung, atau dipisahkan dengan tanda hubung.

Jika Anda tidak punya nomor telepon, cobalah membuat pengaturan dengan seseorang yang punya nomor telepon, untuk menerima pesan bagi Anda. Pihak pemberi kerja biasa menggunakan telepon untuk mengundang bagi wawancara kerja. Jika di Amerika, Anda tak perlu memasukkan data usia, status perkawinan, ras, jenis kelamin dan kesehatan, karena pertanyaan tentang hal-hal ini dianggap ilegal.

Career Objective (Tujuan Karir)

Pernyataan career objective sebaiknya kedengaran seperti deskripsi kerja, yang mungkin digunakan calon pemberi kerja dalam penjabaran pekerjaan. Buatlah pernyataan Anda secara singkat, paling banyak dua atau tiga baris. Beritahukan apa yang ingin Anda kerjakan, serta tingkatan tanggung jawab yang ingin Anda pegang.

Tujuan karir yang tidak efektif:
Untuk menawarkan landasan akademis saya yang amat baik bagi perusahaan dalam hal teknologi rumah sakit, serta keterampilan saya yang sangat menonjol dalam hal komunikasi lisan dan tulisan.

Tujuan karir yang lebih baik:
Sales peralatan rumah sakit dan kedokteran, yang mensyaratkan pengalaman dalam menangani peralatan yang sangat canggih.

Penulisan tujuan karir yang baik memang tidak mudah. Jika Anda bicara tentang pekerjaan tingkatan entry-level, Anda terkesan tidak ambisius. Sebaliknya, jika Anda bicara tentang harapan posisi jabatan pada 5 sampai 10 tahun ke depan, Anda terkesan enggan melakukan pekerjaan di tingkatan entry-level.
Jika Anda melamar pekerjaan yang memang alamiah sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman, hapus saja kategori ini dan rincilah pekerjaan yang Anda inginkan pada surat pengantar.

Seringkali, Anda bisa menghindari penulisan pernyataan Tujuan Karir dengan mencantumkan nama pekerjaan (job title) di bawah nama Anda:

Ratna Juwitasari
Marketing
Untuk menggunakan nama pekerjaan semacam ini, Anda harus memiliki pengalaman kerja yang relevan.

Rangkuman Kualifikasi
Salah satu bagian, yang merangkum kualifikasi pelamar kerja, harus pertama-tama muncul pada resume yang dapat dipindai. Rangkuman terbaik adalah yang menunjukkan pengetahuan Anda tentang terminologi khusus bidang Anda, dan menunjukkan prestasi yang spesifik dan bisa diukur.

Lemah: Bisa diandalkan.
Lebih baik: Mencapai nol hari sakit selama empat tahun bekerja dengan UPS.

Lemah: Staf akuntan
Lebih baik: Berpengalaman dengan account payable, account receivable, audit, dan dalam penyiapan laporan keuangan tiap bulan.

Lemah: Kemampuan presentasi
Lebih baik: Melakukan 20 kali presentasi sendiri dan 7 kali presentasi bersama tim, di depan kelompok yang terdiri dari 5 sampai 100 orang.

Prestasi-prestasi Anda yang nyata harus dimasukkan di seksi Rangkuman ini.

Pendidikan
Pendidikan dapat menjadi kategori utama Anda jika: (1) Anda baru memperoleh atau akan memperoleh gelar akademis; (2) Anda memilili kualifikasi akademis yang penting atau sangat diinginkan di jabatan yang sedang Anda incar; atau (3) jika Anda dapat menyajikannya secara singkat. Di bawah seksi Pendidikan ini, mencakup informasi tentang gelar akademis diploma dan S-1.

Magister Sains di bidang Ilmu Komunikasi, Desember 2010, Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat.

Pengakuan dan Penghargaan

Nama anda tercantum dalam buku Apa-Siapa Tokoh Muda Indonesia 2010
Penghargaan yang diberikan oleh masyarakat profesi
Penghargaan yang diberikan oleh kelompok tertentu

Pengalaman

Anda boleh menggunakan judul lain jika dirasa lebih baik, seperti: Pengalaman Kerja, Pengalaman Militer, Pengalaman Pemasaran, Prestasi yang Terkait dengan Tujuan Karir.

Informasi yang perlu dimasukkan untuk setiap pekerjaan, yang Anda cantumkan dalam daftar:
Posisi atau nama pekerjaan, organisasi, kota dan provinsi, tanggal masa kerja, serta rincian lain, seperti status full-time atau part-time, tugas-tugas dalam pekerjaan itu, tanggung jawab khusus, dan sebagainya.

Aktivitas

Aktivitas perlu dicantumkan jika Anda lulusan baru dan belum punya banyak pengalaman kerja. Jika Anda sudah pernah bekerja beberapa tahun, maka Anda bisa mencoret ”aktivitas’ dan ssbagai gantinya cantumkan ”aktivitas dan afiliasi profesional.”

Termasuk aktivitas di sini (bagi para lulusan baru) adalah aktivitas di organisasi kemahasiswaan (pencinta alam, Menwa, badan perwakilan mahasiswa, kelompok studi, teater, koperasi mahasiswa, pers kampus, radio kampus, paduan suara, dan lain-lain).
Klub-klub sosial, jika Anda memiliki keterampilan sosial yang penting bagi jenis pekerjaan yang sekarang Anda incar (penyuluh masalah AIDS, pembina Karang Taruna, mengelola rumah singgah untuk anak jalanan, membantu korban tsunami dan gempa bumi, dan lain-lain).
Organisasi religius di mana Anda memegang jabatan utama (pengurus masjid/gereja), jika Anda melamar pekerjaan yang terkait dengan masalah masjid/gereja.

Referensi

Memasukkan referensi di sini adalah untuk mengantisipasi kebutuhan pihak calon pemberi kerja dan menghilangkan potensi penghalang untuk Anda memperoleh pekerjaan. Jika resume Anda menjadi terlalu panjang, Anda bisa menghapus kategori ini. Sebaliknya, jika resume Anda terlalu pendek atau halaman resume terkesan terlalu kosong, masukkan kategori ini.

Jika Anda tidak ingin kantor Anda yang sekarang tahu bahwa Anda sedang mencari pekerjaan baru, hapuslah kategori ini. Cukup katakan dalam surat lamaran: ”Jika saya terpilih sampai ke tahap seleksi akhir, saya akan memberikan nama-nama orang yang menjadi referensi.”

Jangan masukkan kerabat atau teman satu indekosan sebagai pemberi referensi. Pemberi referensi sebaiknya bukan sekadar kenalan, tetapi orang yang dapat memberi informasi spesifik tentang kemampuan kerja Anda.

Jumlah referensi biasanya antara tiga sampai maksimal lima orang. Tentu, Anda harus minta izin pada orang bersangkutan, jika mau memasukkan nama mereka sebagai referensi. Untuk setiap referensi, masukkan nama, posisi, organisasi, kota dan provinsi, serta nomor telepon. Berikan alamat lengkap dan e-mail, jika Anda pikir pihak calon pemberi kerja akan menyurati mereka ketimbang sekadar menelepon.

Misalkan:

Referensi
Thomas Sunaryo, Staf Pengajar Departemen Kriminologi, FISIP Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat 16417. Telepon: (021) 772-7278
Linda Robena, Direktur Eksekutif, Lembaga Bantuan Hukum Perempuan dan Anak Indonesia, Jakarta 13620. Telepon: (021) 861-8474
Yulinah Redianti, Direktur, Lembaga Psikologi Terapan untuk Korban Kekerasan Rumah Tangga, Jakarta 179245. Telepon: (021) 699-9897

Sumber:
Disadur secara bebas dari Locker, Kitty O. 2003. Business and Administrative Communication. New York: McGraw-Hill/Irwin.

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)