Posts

Showing posts from September, 2011

BERBAGAI BENTUK KONTROL DAN KEPEMILIKAN MEDIA + POLA KONTROL PENGIKLAN

Image
Ada berbagai sistem media di dunia. Salah satu cara sederhana untuk mengklasifikasikan berbagai sistem media itu adalah dengan melihat pada dua aspeknya, yaitu: (1) kepemilikan; dan (2) kontrol (pengaturan/pengendalian).

Kepemilikan bisa beragam, mulai dari kepemilikan swasta sampai kepemilikan publik. Kepemilikan publik (public ownership) biasanya diartikan sebagai sebentuk kepemilikan pemerintah.
Sedangkan kontrol, bisa bervariasi dari yang bersifat terpusat atau tersentralisasi (centralized) sampai yang terdesentralisasi (decentralized).

Perlu dicatat bahwa tipologi ini hanya sekadar penyederhanaan, untuk memudahkan pemahaman. Di banyak negara, terdapat sistem media campuran di mana sebagian sistem penyiaran dimiliki oleh pemerintah, dan sebagian lainnya oleh kepentingan swasta. Di beberapa negara, media cetak dan media siarnya bisa berada di bawah pola kepemilikan yang berbeda.

Di bawah ini adalah klasifikasi sistem media, menurut skema Prof. Osmo A. Wiio dari Finlandia, dalam a…

PRODUKSI DAN REPRESENTASI KEJAHATAN DI MEDIA MASSA (Newsmaking Criminology)

Image
(Materi Kuliah Newsmaking Criminology di Departemen Kriminologi FISIP UI)

Representasi media massa tentang kejahatan, penyimpangan, dan kekacauan selalu menjadi sumber keprihatinan. Ada dua keprihatinan yang muncul dalam perdebatan publik mengenai representasi media, dan ini tercermin pada berbagai penelitian.

Di satu sisi, media sering dipandang sebagai sesuatu yang secara mendasar bersifat subversif (menggulingkan atau meruntuhkan).
Sedangkan di sisi lain, media lebih kurang dipandang sebagai wujud halus kontrol sosial.

Mereka yang menganggap media bersifat subversif, memandang representasi media tentang kejahatan itu sendiri sebagai penyebab gangguan yang signifikan. Misalnya, ada yang menyatakan bahwa kejahatan meningkat karena “moral dan kebiasaan kalangan bawah di masyarakat, yang tumbuh memburuk secara cepat (karena pengaruh media).”

Namun, keprihatinan yang berbeda mengenai representasi media tentang kejahatan, juga membuat was-was kalangan liberal dan radikal. Bagi mereka, …

Joke – Marinir Indonesia Melawan Gajah Ngamuk

Ada lomba yang diikuti oleh marinir mancanegara, yaitu Marinir Amerika, Marinir Inggeris, dan Marinir Indonesia. Ketiganya ditugaskan untuk menaklukkan seekor gajah ngamuk.

Pertama, giliran Marinir Amerika. Tapi, ia gagal menaklukkan gajah itu dan mati diinjak gajah.

Kedua, Marinir Inggeris. Ia berhasil menaiki badan gajah dan bisa duduk di atas kepala gajah, tetapi ia gagal juga karena dililit belalai gajah. Ia pun dibanting ke tanah, sehingga tewas.

Terakhir, giliran Marinir Indonesia. ”Mati aku, rek,” keluh si Marinir dengan logat Suroboyoan. ”Gimana caranya menghadapi gajah ngamuk?”

Akhirnya, si Marinir memberanikan diri dan menatap mata si gajah. Kemudian ia mengeluarkan dompet dan mengeluarkan amplop. Isi amplop berupa kertas, ia perlihatkan pada si gajah buat dibaca.

Semenit kemudian gajah itu diam. Mata si gajah pun berkedip-kedip, kemudian gajah itu menghampiri si Marinir dan menangis tersedu-sedu. Gajah itu tidak mengamuk lagi. Orang-orang yang menyaksikan kejadian langka it…

Menanggapi Kritik dan Masukan Terhadap Program JIKA AKU MENJADI (JAM)

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Belum lama ini ada tulisan yang diposting Remotivi di milis jurnalisme, berisi kritik dan masukan untuk program JIKA AKU MENJADI (JAM). Saya saat ini tak punya waktu untuk menulis panjang lebar soal JAM, untuk menanggapi tulisan yg diposting Remotivi. Sehingga saya postingkan tulisan lama saya tahun 2008, ketika saat itu saya masih merintis program JAM. JAM sekarang mungkin sudah mengalami pergeseran ketimbang versi awal 2007, tetapi semangat dasarnya tetap sama.

Konsep dasar JAM adalah Solidaritas Sosial. Penontonnya menurut konsep dasar saya (sesuai target audience Trans TV) adalah mereka yang berstatus sosial ekonomi A dan B. Jadi jelas bahwa format JAM dibuat sesuai dengan tujuan dasarnya (bagaimana membangkitkan solidaritas sosial dari audiens yang golongan mampu kepada warga golongan tidak mampu) .

Kalau ada kritik, bagaimana jika JAM ditonton oleh Pak Amat yang miskin, yang mungkin lebih miskin dari warga yang dijadikan narsum JAM, ya tentu tidak nyambu…

Jangan Pakai Istilah "Menggagahi" untuk Kasus Perkosaan

Terkait kasus berita kejahatan perkosaan di mikrolet yang baru-baru ini dimuat di media massa, saya sekadar ingin mengingatkan pada rekan-rekan wartawan: Jangan pernah memakai istilah menggagahi sebagai ganti kata kerja "memerkosa." Saya melihat, masih ada media cetak yang menggunakan istilah "menggagahi" tersebut.

"Menggagahi" secara tak langsung menyatakan bahwa tindakan perkosaan itu adalah tindakan yang "gagah," "hebat," "jantan," "macho," dan sebagainya. Padahal perkosaan itu adalah kejahatan terhadap kemanusiaan yang luar biasa keji. Tidak ada yang patut dipuji dan dikagumi dari tindakan keji tersebut.

(Saran saya ini sebelumnya pernah dikatakan oleh dosen jurnalistik Ashadi Siregar di UGM. Saya sekadar mengingatkan kembali).

Jakarta, September 2011
Satrio Arismunandar

Joke Politik - Jika Pesawat Boeing Anggota DPR-RI Jatuh

Jika Pesawat Boeing Anggota DPR-RI Jatuh

Ibu Guru bertanya ke anak SD: "Anak-anak, kalau ada pesawat Boeing 747 yang penumpangnya adalah seluruh anggota DPR-RI, kecelakaan jatuh terbakar di pegunungan berbatu, berapa orang yang kemungkinan selamat ?
"Satu kelas menjawab: "237 juta rakyat Indonesia, Bu Guru."


Demitri Saklitunov


Guru: Kamu anak baru?
Murid: Nggih. Eh iya bu.
G: Pindahan dari mana?
M: Gombong.
G: Namamu?
M: Demitri Saklitunov.
G: Kamu lahir di Rusia?
M: Mboten, Kedung Bulus, Gombong.
G: Bapakmu dubes?
M: Bukan. Tukang ojek.
G: Ibu?
M: Jual jamu gendong.
G: Nama bapak?
M: Triyono.
G: Ibu?
M: Sademi.
G: Namamu kok kayak orang Eropa.
M: Singkatan bu. Sademi dan Triyono menjadi Demitri.
G: Lha, Saklitunov?
M: Saya lahir Sabtu Kliwon 7 November.

(Dikutip dari posting Facebook dan milis, September 2011)

LOWONGAN di Detikcom TRANS CORP COMPANY (deadline 25 Sept 2011)

TAKE THE CHALLENGE AND JOIN US
Detikcom TRANS CORP COMPANY,
Indonesia’s leading online media and Internet services would like to invite you, professionals of the highest standards to fulfill our business goal and objectives for following positions:

1. Editor In Chief for Detik E-Paper
2. Managing Editor for Detik E-Paper
3. Journalist Detikcom
4. Finance Staff
5. Accounting Officer
6. Journalist DetikFinance.com
7. Journalist DetikNews.com
8. Product Management
9. Advertising Account Executive
10. Creative Designer
11. Mobile Development
12. Web Programmer
13. Software Architect
14. Social Media Specialist

For further information, you can visit,
http://microsite.detik.com/vacancy

Please send your application letter and other supporting documents not later than 25 September 2011