Perlukah Perkawinan Ibas Yudhoyono - Aliya Rajasa Diliput Media?


Kalau Ibas Yudhoyono bukan anaknya Presiden SBY dan Aliya bukan putrinya Menko Perekonomian sekaligus Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa, maka perkawinan Ibas-Aliya akan menjadi perkawinan biasa saja, seperti ribuan perkawinan yang terjadi tiap hari, dan tidak diliput media. Apalagi jadi liputan eksklusif di media TV.

Dampak perkawinan itu juga tak penting-penting amat buat rakyat. Mereka lebih pusing dengan meningkatnya harga kebutuhan pokok sehari-hari, naiknya biaya pendidikan, mahalnya sarana kesehatan, dan lain-lain.

Jadi liputan media terhadap "perkawinan agung" Ibas-Aliya pada dasarnya adalah liputan elitis. Tapi liputan ini memang cocok dengan salah satu kriteria kelayakan berita menurut teori jurnalistik: orang terkenal menjadi berita karena keterkenalannya, bukan karena arti pentingnya buat rakyat.

Tetapi, sebagai sesama warga Indonesia, saya tentu mengucapkan selamat menempuh hidup baru buat Ibas dan Aliya, semoga bahagia. Tetapi maaf, saya tidak bisa datang ke resepsi perkawinanAnda. Selain karena saya masih sibuk dengan urusan mencari nafkah, saya juga tidak diundang. Ya, tentu saya tahu diri dong. ***

Jakarta, 18 November 2011

Satrio Arismunandar
Filsuf jalanan

Comments

ijobunglon said…
diliput jg gpp, kan nantinya bisa jadi artis top juga. hehehe...

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI