Essay - MALING, POLISI DAN WARTAWAN


Untuk bisa menangkap maling yang lihay, polisi harus memahami cara berpikir maling, bahkan harus bisa berpikir seperti maling.... Maka batas antara maling dan polisi sebetulnya sangat tipis, tergantung pilihan pemihakan saja.

Kalau Anda memilih kebejatan, Anda jadi maling lihay yang memahami cara berpikir polisi/penegak hukum. Kalau Anda memilih kebajikan, Anda jadi polisi yang memahami cara berpikir maling.

Namun, mungkin yang paling hebat adalah wartawan. Karena untuk bisa menulis tentang kebaikan dan kejahatan, Anda harus memahami cara berpikir maling dan cara berpikir polisi, tanpa harus menjadi salah satu dari mereka.....

Jakarta, Desember 2011
Satrio Arismunandar

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)