Posts

Showing posts from September 20, 2011

Menanggapi Kritik dan Masukan Terhadap Program JIKA AKU MENJADI (JAM)

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Belum lama ini ada tulisan yang diposting Remotivi di milis jurnalisme, berisi kritik dan masukan untuk program JIKA AKU MENJADI (JAM). Saya saat ini tak punya waktu untuk menulis panjang lebar soal JAM, untuk menanggapi tulisan yg diposting Remotivi. Sehingga saya postingkan tulisan lama saya tahun 2008, ketika saat itu saya masih merintis program JAM. JAM sekarang mungkin sudah mengalami pergeseran ketimbang versi awal 2007, tetapi semangat dasarnya tetap sama.

Konsep dasar JAM adalah Solidaritas Sosial. Penontonnya menurut konsep dasar saya (sesuai target audience Trans TV) adalah mereka yang berstatus sosial ekonomi A dan B. Jadi jelas bahwa format JAM dibuat sesuai dengan tujuan dasarnya (bagaimana membangkitkan solidaritas sosial dari audiens yang golongan mampu kepada warga golongan tidak mampu) .

Kalau ada kritik, bagaimana jika JAM ditonton oleh Pak Amat yang miskin, yang mungkin lebih miskin dari warga yang dijadikan narsum JAM, ya tentu tidak nyambu…

Jangan Pakai Istilah "Menggagahi" untuk Kasus Perkosaan

Terkait kasus berita kejahatan perkosaan di mikrolet yang baru-baru ini dimuat di media massa, saya sekadar ingin mengingatkan pada rekan-rekan wartawan: Jangan pernah memakai istilah menggagahi sebagai ganti kata kerja "memerkosa." Saya melihat, masih ada media cetak yang menggunakan istilah "menggagahi" tersebut.

"Menggagahi" secara tak langsung menyatakan bahwa tindakan perkosaan itu adalah tindakan yang "gagah," "hebat," "jantan," "macho," dan sebagainya. Padahal perkosaan itu adalah kejahatan terhadap kemanusiaan yang luar biasa keji. Tidak ada yang patut dipuji dan dikagumi dari tindakan keji tersebut.

(Saran saya ini sebelumnya pernah dikatakan oleh dosen jurnalistik Ashadi Siregar di UGM. Saya sekadar mengingatkan kembali).

Jakarta, September 2011
Satrio Arismunandar

Joke Politik - Jika Pesawat Boeing Anggota DPR-RI Jatuh

Jika Pesawat Boeing Anggota DPR-RI Jatuh

Ibu Guru bertanya ke anak SD: "Anak-anak, kalau ada pesawat Boeing 747 yang penumpangnya adalah seluruh anggota DPR-RI, kecelakaan jatuh terbakar di pegunungan berbatu, berapa orang yang kemungkinan selamat ?
"Satu kelas menjawab: "237 juta rakyat Indonesia, Bu Guru."


Demitri Saklitunov


Guru: Kamu anak baru?
Murid: Nggih. Eh iya bu.
G: Pindahan dari mana?
M: Gombong.
G: Namamu?
M: Demitri Saklitunov.
G: Kamu lahir di Rusia?
M: Mboten, Kedung Bulus, Gombong.
G: Bapakmu dubes?
M: Bukan. Tukang ojek.
G: Ibu?
M: Jual jamu gendong.
G: Nama bapak?
M: Triyono.
G: Ibu?
M: Sademi.
G: Namamu kok kayak orang Eropa.
M: Singkatan bu. Sademi dan Triyono menjadi Demitri.
G: Lha, Saklitunov?
M: Saya lahir Sabtu Kliwon 7 November.

(Dikutip dari posting Facebook dan milis, September 2011)