Pemanfaatan Tools ICT dan Internet untuk Bidang Pendidikan - Sebuah Pengantar


Oleh Satrio Arismunandar

Pendahuluan

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dan Internet dalam dunia pendidikan kini adalah suatu keniscayaan. Sulit membayangkan, bagaimana sistem pendidikan modern dapat berlangsung saat ini tanpa memanfaatkan ICT dan Internet, dengan berbagai tools atau perangkat aplikasinya. Sama halnya, sulit membayangkan adanya pertumbuhan industri manufaktur tanpa dukungan pasokan energi listrik, jika kita boleh beranalogi.

Karena begitu luas dan begitu banyaknya ragam pemanfaatan tools untuk bidang pendidikan di Internet, tulisan singkat ini tidak dimaksudkan untuk memberi ulasan yang sangat lengkap dan rinci. Namun, tulisan ini lebih merupakan pengantar, untuk melihat berbagai aspek dari pemanfaatan ICT dan Internet dalam dunia pendidikan.

Supaya lebih terfokus maka tulisan ini menggunakan perspektif Sistem Informasi Manajemen (SIM). Yakni, penulis mencoba melihat bagaimana sekolah, akademi, universitas, atau lembaga-lembaga pendidikan umumnya dapat memperoleh manfaat yang signifikan dari berbagai tools ICT dan Internet, terutama dalam pengelolaan organisasi dan upaya memajukan lembaga-lembaga tersebut.

Data, Informasi, dan Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi pada suatu lembaga pendidikan secara teknis dapat dirumuskan sebagai seperangkat komponen-komponen yang saling berhubungan, yang mengumpulkan (atau mengumpulkan-kembali), memroses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi, untuk mendukung pengambilan keputusan dan kontrol pada organisasi pendidikan bersangkutan. Selain itu, sistem informasi juga dapat membantu praktisi pendidikan untuk menganalisis problem, memvisualisasikan masalah-masalah pendidikan yang rumit, dan menciptakan materi-materi pendidikan yang terkait dengan kegiatan belajar-mengajar.

Sistem informasi manajemen (SIM) adalah suatu fungsi yang sangat penting bagi keberhasilan organisasi lembaga pendidikan. SIM berurusan dengan perencanaan, perkembangan, pengelolaan, dan penggunaan tools ICT dan Internet, untuk membantu pengelola lembaga pendidikan dalam melaksanakan semua tugas, yang terkait dengan pemrosesan informasi dan manajemen di lembaga pendidikan tersebut.

Maka SIM berkaitan dengan koordinasi dan penggunaan dari tiga sumberdaya organisasi pendidikan yang sangat penting, yaitu: informasi, manusia, dan ICT/Internet. Jika diungkapkan dengan cara lain, manusia menggunakan ICT/Internet untuk bekerja dengan informasi. Dan, untuk melakukan kerja tersebut, mereka terlibat dalam SIM.

Dalam perspektif ini, informasi merupakan sumberdaya kunci. Sebelum beranjak lebih jauh, penulis akan mencoba menjelaskan apa yang dimaksud dengan data, informasi, dan pengetahuan (knowledge).

Data adalah fakta-fakta mentah yang menggambarkan suatu fenomena tertentu. Misalnya, jumlah siswa, usia siswa, tahun kelulusan, jumlah kelulusan tiap tahun, dan sebagainya. “Data” adalah istilah jamak. Istilah tunggalnya adalah “datum.”

Informasi adalah data yang memiliki makna tertentu dalam konteks yang spesifik. Jumlah kelulusan tiap tahun menjadi informasi, ketika kita ingin mengetahui seberapa serius problem mahasiswa yang putus kuliah atau tidak mampu melanjutkan pendidikannya.

Sedangkan, pengetahuan (knowledge) adalah sesuatu yang dibangun dari data dan informasi, dengan berbagai kaitannya, sehingga kita mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap dan lebih utuh. Pengetahuan adalah istilah yang luas, yang bisa melukiskan banyak hal. Ia dapat memberi penjelasan kontekstual. Ia juga bisa memberi arahan bagi tindakan yang perlu dilakukan. Seorang praktisi pendidikan dapat memperoleh pengetahuan, melalui pengalaman selama bertahun-tahun berurusan dengan berbagai data dan informasi pendidikan.

World Wide Web dan Internet


World Wide Web, atau sering disebut Web saja, adalah koleksi informasi dan layanan yang berbasis multimedia, dan didukung oleh Internet. Internet itu sendiri adalah jejaring (network) komputer yang sangat besar, yang menghubungkan jutaan orang di seluruh dunia. Banyak sekolah dan lembaga pendidikan kini telah mengkoneksikan jejaring internalnya ke Internet. Internet dengan seluruh infrastruktur teknologinya adalah yang memungkinkan adanya Web. Banyak orang sering menyamakan Web dengan Internet, meski sebenarnya keduanya tidak sama.

Perangkat lunak Web browser memungkinkan kita menjelajahi Web. Ketika kita melihat situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, misalnya, kita menggunakan Web browser. Web browser yang paling populer di Indonesia saat ini adalah Internet Explorer (buatan Microsoft) dan Mozilla Firefox. Internet Explorer biasanya menjadi standar di sebagian besar komputer yang kita beli.

Dalam beberapa tahun terakhir, Web telah berkembang dari platform teknologi-tarik (pull technology) dan informasi statik ke bentuk yang lebih interaktif, dengan informasi yang terus-menerus berubah dan dinamis. Web 2.0 (Live Web) adalah yang sering disebut Web generasi kedua, dan berfokus pada kolaborasi online, pengguna sebagai pencipta dan pemodifikasi konten, pasokan informasi yang dinamis dan disesuaikan dengan keinginan pengguna (customized), dan banyak layanan lain.

Berikut ini adalah beberapa tools yang dapat dimanfaatkan oleh mereka yang bergelut di dunia pendidikan. Tools ini tentu tidak eksklusif hanya untuk bidang pendidikan, karena pada dasarnya tools ini bersifat terbuka, dan bisa digunakan oleh siapa saja untuk berbagai tujuan.

Beberapa Contoh Tools dan Kaitan Dunia Pendidikan

Search engine atau “mesin pencari” adalah fasilitas di Web yang dapat membantu mahasiswa atau dosen dalam menemukan situs-situs, dengan informasi atau layanan yang mereka butuhkan. Ada banyak search engine di Web. Misalnya, yang cukup populer di Indonesia adalah Yahoo! (www.yahoo.com) dan Google (www.google.com).

Social networking site (situs jejaring sosial) adalah situs di mana mahasiswa, dosen, atau praktisi pendidikan dapat memposting informasi, menciptakan jejaring dengan rekan atau kolega, membaca tentang orang lain, berbagi konten atau informasi (termasuk foto dan video), dan berkomunikasi dengan orang lain. Facebook dan Myspace adalah contoh situs jejaring sosial yang populer.

Weblog atau sering disebut blog saja adalah sebuah situs Web, yang berbentuk mirip jurnbal. Pada blog tersebut, mahasiswa, dosen, atau praktisi pendidikan dapat memposting, makalah, skripsi, karya ilmiah, tugas kuliah, materi pengajaran, dan berbagai bentuk tulisan lain dalam urutan kronologis. Tools ini juga memungkinkan orang lain untuk melihat isi blog kita dan memberi komentar atas berbagai materi yang diposting di sana.

RSS feed adalah teknologi yang menyediakan berbagai konten digital, yang sering dipublikasikan dan diperbaui (di-update) di Web. Jika mahasiswa, dosen atau praktisi pendidikan berlangganan pada sebuah RSS feed dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, misalnya, mereka dapat mengintegrasikan konten itu ke dalam browser Web, dan secara terus-menerus mereka akan memperoleh informasi tentang berita-berita seputar dunia pendidikan Indonesia yang diperbarui.

Podcasting adalah istilah yang diturunkan dari gabungan iPod dan broadcasting. Podcasting biasanya mengacu ke kemampuan untuk setiap saat men-download file-file audio dan video, untuk ditonton dan didengarkan, dengan menggunakan piranti pendengar portabel dan komputer personal. Dengan kemampuan ini, mahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan dapat memperoleh file-file audio dan video, yang kontennya berkaitan dengan proses belajar-mengajar serta berbagai materi pendidikan lainnya.

Decision support-systems (DSS) adalah sistem informasi pada tingkat manajemen organisasi, yang mengkombinasikan data dan model-model analitis yang canggih atau tools analisis data untuk mendukung pengambilan keputusan yang semi-terstruktur dan tidak terstruktur.

Executive support system (ESS) adalah sistem informasi di tingkatan strategis organisasi, yang dirancang untuk menangani pengambilan keputusan yang tidak terstruktur, melalui grafis yang canggih dan komunikasi.

Beberapa Dampak ke Organisasi Lembaga Pendidikan

Sistem informasi dengan berbagai tools-nya telah menjadi bagian yang integral, online, dan interaktif, yang secara mendalam terlibat dalam pengoperasian dari menit-ke-menit serta pengambilan keputusan di organisasi-organisasi besar, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, universitas, lembaga penelitian, dan sebagainya. Tentunya ada berbagai dampak dari penggunaan tools tersebut di lembaga-lembaga pendidikan. Dampak itu antara lain:

Pengurangan Biaya: ICT dengan berbagai tools-nya dapat dipandang sebagai faktor produksi, yang menggantikan atau mensubstitusi modal dan tenaga kerja tradisional. ICT dapat mengurangi biaya transaksi dan biaya manajemen internal.

Penyusutan Ukuran dan Pengurangan Tingkatan Hirarki: Organisasi model lama yang berukuran besar dan birokratis sering tidak efisien, lamban untuk berubah, dan kurang kompetitif dibandingkan organisasi yang baru diciptakan. Berkat penerapan ICT dengan berbagai tools-nya, organisasi gemuk semacam ini dapat disusutkan ukurannya, dikurangi jumlah karyawannya, dan berkurang pula tingkatan hirarki organisasionalnya.

Meningkatkan Keluwesan:
ICT dengan berbagai tools-nya membantu lembaga pendidikan untuk berorganisasi secara lebih luwes (fleksibel). Serta meningkatkan kemampuan organisasi pendidikan untuk merasakan dan menanggapi tuntutan perubahan-perubahan karena kondisi lingkungan, serta menangkap peluang-peluang baru.

Mengurangi Ketidakpastian Informasi: Salah satu kontribusi terpenting ICT dengan berbagai tools-nya adalah mengurangi ketidakpastian informasi, yang berujung pada peningkatan kualitas pengambilan keputusan di lembaga pendidikan bersangkutan.

Demikianlah sedikit contoh tentang arti penting ICT dan Internet dengan berbagai tools-nya bagi dunia pendidikan. Namun, untuk menerapkan secara penuh berbagai tools ini, agar dapat mewujudkan seluruh potensi yang dimilikinya, memang tidak bisa dilakukan seketika dan memerlukan proses yang bertahap. Selain itu, teknologi seberapa pun hebatnya bukanlah penentu, namun pada dasarnya ia hanyalah alat, yang harus diabdikan pada tujuan pendidikan nasional.

Depok, 30 Januari 2012


Daftar Pustaka
Laudon, Kenneth C. dan Jane P. Laudon (2006). Management Information Systems: Managing the Digital Firm. Ninth Edition. New Jersey: Pearson Education International.
Haag, Stephen, dan Maeve Cummings (2008). Management Information Systems for the Information Age. Seventh Edition. New York: McGraw-Hill/Irwin.

Comments

rusydi hikmawan said…
kalo sekolah punya fasilitas beginian seh enak pak. cuman sekarang disparitas fasilitas sekolah desa-kota semakin menganga.
dede said…
i like post!!!
:)

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI