Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) dalam Bidang Pendidikan - Kasus Thailand


Konten adalah Raja: Pelajaran dari Thailand

Tiga tahun sesudah penerapan pada 1995, SchoolNet Thailand, sebuah proyek gabungan Pusat Teknologi Komputer dan Elektronika Nasional (NECTEC), Organisasi Telepon Thailand, Otoritas Komunikasi Thailand, dan Kementerian Pendidikan, menyadari adanya masalah yang sebelumnya tidak mereka perkirakan.

Sesudah membangun jejaring infrastruktur pendidikan di Thailand yang menghubungkan 152 SMP lokal ke Internet, diketahui bahwa sekolah-sekolah itu sulit menggunakan Internet sebagai alat belajar-mengajar.

Tampaknya, kurangnya sumber online yang berkualitas untuk edukasi dalam bahasa lokal –Thai— telah mengurangi minat penggunaan Internet di kalangan siswa dan guru. Maka SchoolNetThailand harus memperluas apa yang tadinya dianggap sebagai program “akses universal,” agar mencakup pengembangan konten –disempurnakan lewat pelatihan—dalam bahasa Thai.

Pada September 1998, SchoolNet Thailand menugaskan Universitas Kasetstart dan Institut untuk Promosi Pengajaran Sains dan Teknologi, untuk menciptakan situs Web berbahasa Thai untuk tingkatan SMP, bagi mata pelajaran Matematika, Fisika, Biologi, Teknik, Lingkungan dan Ilmu Komputer. Secara kolektif disebut “Perpustakaan Digital,” situs-situs Web itu diluncurkan sekitar setahun kemudian.

SchoolNet Thailand juga mengembangkan aplikasi web yang mudah digunakan, yang dinamai “Tool Kit Perpustakaan Digital,” yang memungkinkan para guru untuk menciptakan materi ajar berbasis-web dalam bahasa Thai. Para guru dan siswa juga diberi instruksi tentang pengembangan halaman Web.

Pada Mei 2001, Perpustakaan Digital sudah berisi 1.113 konten yang diciptakan hampir seluruhnya oleh para guru pengajar. Penyempurnaan proyek “Perpustakaan Digital” dilakukan dengan produksi materi pengembangan profesional multimedia, yang dinamai “Thai Teacher 2000.” Materi ini mencakup manual cetak, sebuah video tape, dan CD-ROM.

Upaya pengembangan konten SchoolNet Thailand juga mendapat manfaat dari proyek dokumentasi nasional, yang diujungtombaki oleh Komisi Budaya Nasional, yang dinamai “Sistem Informasi Budaya Thai.” Program ini dimaksudkan, antara lain, untuk mengumpulkan informasi tentang budaya Thai, dan menyebarkan informasi ini melalui CD-ROM dan Internet.

Saat ini, SchoolNet Thailand berbangga diri telah menghubungkan hamper 4.000 sekolah dalam jejaringnya, dengan lebih dari 900 di antaranya memilkii halaman Web sendiri dalm bahasa Thai. Thailabd berharap untuk mnemperluas ketentuan layanan Internet sekiutar 34.000 sekolah di skala nasional dalam tsahunptahun mendatanb, dan untrujk terus memimpin dalazm pengemb angan konten lokasldi Thaoland/.

Sumber: NECTEC. (July 2002). ICT for Poverty Reduction: Examples of Programmes/Projects in Thailand, pp. 6-13.

Jakarta, 20 Januari 2012

Diterjemahkan oleh Satrio Arismunandar - 081908199163

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI