BENYAMIN SUAEB - Saksikan Riwayat Trans TV, Sabtu 25 Feb 2012, pkl.7.00 WIB


BENYAMIN SUAEB – Seniman Serba Bisa yang Menghidupkan Budaya Betawi
Saksikan di RIWAYAT, Trans TV, Sabtu, 25 Februari 2012, pukul 7.00 WIB


Warga Betawi mana yang tidak kenal dengan Benyamin Suaeb? Benyamin adalah seniman serba bisa, yang berjasa besar menghidupkan budaya Betawi. Ia tampil sebagai penyanyi, bintang film, pengarang lagu, dan pelawak. Dalam setiap karyanya, ia sering memotret kaum papa dan realita kehidupan kota Jakarta. Gayanya yang ceplas-ceplos, kocak, selalu mengundang tawa.

Benyamin lahir dari pasangan Sukirman yang asli Purworejo, Jawa Tengah, dan Siti Aisyah yang asli Betawi pada 5 Maret 1939 di Kemayoran, Jakarta. Benyamin tak pernah mengenal ayahnya, karena ketika ia lahir, sang ayah berada di Bandung dan langsung hijrah ke Belitung. Ayah Benyamin wafat pada 1941.

Hidup tanpa ayah membuat kehidupan Benyamin dan tujuh orang saudaranya serta ibunya sangat prihatin. Mereka terbiasa bekerja keras untuk melanjutkan hidup. Untunglah, Benyamin punya bakat seni. Sejak kecil ia memang sudah pandai menghibur. Telinga dan daya ingatnya sangat mudah menangkap suara dan menirukannya.

Perkenalan Benyamin dengan musik bermula saat bergabung dengan Band Melody Boys di era 1950-an. Band ini kerap menyanyikan lagu dan musik bernuansa Barat, dan sering menghibur di klub malam di Jakarta. Setelah musik Barat dilarang penguasa pada 1963, Melody Boys berubah nama jadi Melodi Ria.

Benyamin lalu bergabung dengan Orkes Naga Mustika, menyanyikan lagu-lagu khas Betawi dengan iringan musik gambang kromong modern. Yakni, gambang kromong dengan sentuhan irama blues, rock n’ roll dan jazz. Lagu-lagu Betawi yang dinyanyikan Benyamin pun jadi populer. Budaya Betawi yang dianggap kampungan, berkat Benyamin, jadi naik kelas. Kegigihannya menyuarakan kehidupan kaum marginal Betawi, membuat budaya Betawi dikenal meluas ke seantero Indonesia.

Meski suka membanyol, Benyamin sebenarnya pernah bercita-cita jadi pilot. Impian itu kandas karena sang ibu tak ingin melihat pesawat Benyamin jatuh. Kesulitan hidup membuat Benyamin menjalani berbagai macam pekerjaan. Benyamin pernah menjadi tukang pel dan calo antri tiket di sebuah bioskop di Bandung. Selain menjadi musisi penghibur di klub malam, ia juga merangkap menjadi kernet bus PPD.

Kisah kehidupan Benyamin Sueb, dan lika-liku perjuangannya mengangkat budaya Betawi, dapat disaksikan di program Riwayat, Sabtu, pukul 7.00 WIB, hanya di Trans TV.


Jakarta, 24 Februari 2012

Satrio Arismunandar
Produser Eksekutif, Divisi News Trans TV
HP: 0819 0819 9163

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI