Joke - tentang Anggota DPR, Koruptor, Pengadilan

Joke - Keterangan Saksi tentang BB dan AA

"Saudara mengaku sekarang tidak punya BB, meskipun dulu kabarnya pernah punya. Dan sejak kehilangan BB, saudara lalu berhasil mendapatkan AA. Maksud penyataan saudara ini apa? Jangan berbelit-belit ya?" tanya hakim dengan nada marah pada saksi yang berparas manis itu.
"Maaf, yang Mulia. Maksud saya, dulu saya memang mengidap BB (bau badan) sehingga susah dapat jodoh. Tetapi sejak pakai Rexona dan BB-nya hilang, saya berhasil merebut hati AA Jimly yang sekarang jadi suami saya," sahut saksi polos.

Joke - Sidang Pengadilan Kasus korupsi

"Berapa lama Sdr kenal Najerudin?" Hakim perempuan itu bertanya ke Sugiono, saksi.
"Sejak dari SMA, Bu. Setelah sama-sama di Jakarta, kenalnya meningkat jadi teman bisnis."
"Sdr dikasih modal berapa sama tersangka?"
"Anu, bu. Rp 2 milyar untuk beli sapi."
"Jadi kandang dan lahan Sdr punya. Sapi-sapi dari tersangka. Baiklah, apa saudara tahu uang itu dari mana?"
... "Katanya dari partai, Bu, maka saya harus hati-hati mengelola bisnis penggemukan sapi itu. Kalau sampai rugi atau korupsi, boss besar dan ketua besar bisa ngamuk dan saya dibui."
"Sdr tahu siapa nama ketua dan pembina partai itu? Eh..nggak jadi pertanyaan itu. Abaikan saja!" Bu Hakim seperti menyesal telah keceplosan mengajukan pertanyaan itu. Untuk menenangkan hati, Bu Hakim buru-buru menenggak segelas air putih di depannya.
"Tahu, Bu. Namanya Sus..."
"Stop! Kan sudah saya bilang, abaikan pertanyaan tadi. Jadi nggak usah dijawab. Ngerti kamu?" Bu Hakim marah sambil menuding Soegiono.
"Lho, saya kan menjawab sebenernya toh, Bu. Kok nggak boleh?"
"Kalau saya bilang nggak boleh, ya nggak boleh. Ini sidang pengadilan yang terhormat, bukan acara Lawyers Club di TV, tahu?" Bu Hakim makin sengit.
"Lawyers Club itu kan orang pinter-pinter, Bu. lha saya ini kan cuma tukang angon sapi. Ya saya jawab sebenernya saja.." Soegiono terus ngeyel.
"Sudah! Sudah! sidang diskors... Sidang berikutnya hari Kamis minggu depan. Awas kalau kamu nggak hadir!"

Joke - Soal Berani Bersumpah

"Jadi Saudara berani bersumpah tidak menerima komisi Rp 10 milyar?" bentak hakim.
"Berani sumpah, Yang mulia," jawab tersangka.
"Demi Allah?"
"Demi Allah, demi langit dan bumi, demi orang tua, demi apa saja.. saya siap bersumpah..."
"Baiklah... coba sekarang terus terang saja. Yang saudara terima persisnya berapa sih?" tanya hakim, dengan gaya relax, tidak galak lagi.
"Saya memang tidak pernah menerima Rp 10 milyar, Yang mulia. Yang saya terima cuma Rp 9.999.000.000" jawab tersangka.

Joke - Anggota DPR Lebih Berani dari Nabi

SEORANG bapak anggota DPR yang terkenal akan korupsinya, suatu hari berkunjung ke rumah seorang ustad yang sederhana.
Beliau mulai bertanya kepada si ustad.
Bapak DPR: "Pagi Ustad. Saya ingin tahu pendapat Ustad. Menurut Ustad, saya sama Lurah hebat mana?"
Ustad: "Ya... hebat Bapak-lah, kan Lurah tidak berani perintah-perintah anggota DPR."
(Si bapak mulai nyengir-nyengir)
Bapak DPR : "Kalo sama Camat, hebat mana?"
Ustad: "Masih hebat Bapak. Camat juga tidak berani perintah-perintah anggota DPR."(Si bapak nyengirnya tambah lebar )
Bapak DPR: "Lha, kalo saya sama Bupati hebat mana?"
Ustad: "Tetep hebat Bapak DPR. Bupati juga gak berani sama bapak kok."
Bapak DPR: "Ini pertanyaan, jawab jujur ya Ustad. Kalo sama presiden?"
Ustad: "Masih hebatan bapak. Seseorang bisa jadi Presiden kan karena keputusan bapak-bapak DPR"
(Cengiran si bapak DPR sudah jadi seringai puas. )
Bapak DPR : "Ini pertanyaan terakhir. Kalau saya sama Nabi hebat mana?"
(Si ustad agak lama mikirnya. Lalu ia menjawab. )
Ustad: "Ehm, hebatan Bapak DPR. Kalau Nabi masih takut Tuhan, kalo Bapak kan udah tidak takut sama Tuhan.
Bapak DPR : "%%$%$$" (sambil nyengir kayak kuda)

NOTES: Sebagian joke ini asli karya saya, sedangkan sebagian lagi dari sumber di Internet dan SMS (entah siapa pengarangnya)


Satrio Arismunandar
HP: 0819 0819 9163

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)