Usulan Perkuliahan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Bidang Pendidikan


Usulan Perkuliahan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Bidang Pendidikan

Usulan 1:

Tiap kelompok ditugaskan membuat blog bersama, dengan menggunakan fasilitas blog gratis yang tersedia di pasar (misalnya: Wordpress.com, Blogger.com). Dalam blog ini, seluruh karya perorangan dan kelompok yang sudah pernah dibuat, bisa dimasukkan. Namun, bukan cuma konten. Kelompok juga harus ”menghias” blog-nya agar secara visual menarik.

Tujuan:
Betul, bahwa sebelumnya mahasiswa sudah pernah ditugaskan mengisi konten ke blog. Namun, blog itu bersifat terbatas hanya untuk konten. Tidak dimungkinkan bagi mahasiswa untuk memainkan aspek visual (memasukkan foto sebagai pengiring naskah, misalnya). Tidak dimungkinkan memasang link atau mengubah format tampilan, agar enak dipandang.

Artinya, tugas yang diberikan sebelum ini tidak memungkinkan membuat blog yang dibuat sesuai selera mahasiswa (tidak customized). Jadi, usulan ini bertujuan mengoptimalkan berbagai peluang yang dimungkinkan oleh tools gratis yang ada di pasar, agar mahasiswa bisa berkreasi dengan blognya (atau blog kelompoknya). Alamat blog bersangkutan yang sudah jadi, lalu diserahkan ke dosen, sehingga bisa dilihat dan dinilai.

Usulan 2:
Saat ini sedang berkembang citizen journalism, dengan banyaknya media online yang dikelola oleh warga masyarakat dan menerima kiriman tulisan, artikel, berita, opini, dari masyarakat pembaca. Media ini bersifat terbuka bagi siapa saja. Ada juga media online seperti detik.com atau kompas.com yang menyediakan tempat bagi artikel atau opini yang ditulis warga.

Tiap mahasiswa ditugaskan mengirim tulisan bebas ke media online yang sudah ada (terserah media mana yang mau menerima). Tulisan itu boleh berupa berita, artikel, analisis, opini, dan sebagainya. Temannya yang terkait dengan isu pendidikan, ICT, UNJ, dan sebagainya. Bukti pemuatan (link terkait untuk artikel bersangkutan) lalu disampaikan ke dosen sebagai bukti.

Tujuan:
Mahasiswa dilatih untuk mengekspresikan opini dan berani mempublikasikan karyanya di depan publik. Artinya, mahasiswa belajar berkompetisi dengan pihak manapun dalam mempublikasikan karyanya di media online, karena sedikit-banyak pasti ada mekanisme seleksi di media online bersangkutan (ada kriteria untuk tulisan yang dianggap layak dimuat).

Selain itu, mahasiswa juga berlatih mental untuk siap dikritik secara terbuka di depan publik, karena tulisan yang muncul di media online akan dibaca oleh ratusan ribu atau bahkan jutaan orang, dan bisa dikomentari positif ataupun negatif (dipuji, atau dikritik, bahkan dicerca).
Secara umum, mahasiswa juga mendapat pencerahan bahwa karya dan tulisannya juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas, dan jika betul-betul berkualitas bukan mustahil bisa memberi inspirasi bagi perubahan.

Usulan 3:

Mahasiswa diajari cara atau teknis dasar membuat halaman Web.

Tujuan:
Mahasiswa kini bukan lagi sekedar konsumen media, tetapi mereka adalah juga produsen konten yang bisa didistribusikan melalui media (online). Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika mahasiswa juga belajar dasar-dasar teknis pembuatan halaman Web.

Memang, dalam praktiknya, banyak orang atau institusi yang memiliki websites lebih fokus ke konten, sedangkan pembuatan halaman Web bisa diserahkan ke orang lain atau profesional yang spesialis dalam tugas tersebut. Namun, tak ada salahnya juga mahasiswa belajar dasar-dasar teknis pembuatan halaman Web, untuk menambah wawasan tentang luasnya jangkauan ICT untuk kepentingan dunia pendidikan.

Demikianlah sekadar saran yang dapat disampaikan.

Jakarta, 13 Februari 2012

Satrio Arismunandar
HP: 0819 0819 9163

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI