Ingin Jadi Presenter TV, Harus Mau Meliput Banjir


Banyak gadis cantik ingin jadi presenter di TV, tetapi bayangan mereka tentang presenter adalah tampil cantik dan modis di acara talkshow, chit chat dengan selebritis, atau ngomongin gosip ringan.

Kalau ditanya, siapa presenter top yang dia sukai, biasanya yang disebut adalah presenter acara entertainment atau semacam itu. Mereka tidak menyebut, misalnya, Christiane Amanpour, yang meliput perang Bosnia untuk CNN.

Mereka juga tidak begitu siap, ketika dibilang bahwa sebelum tampil sebagai presenter di layar, mereka harus menjalani tugas lapangan sebagai reporter, meliput daerah kumuh, banjir, bencana alam, dsb. kerja-kerja "kasar" yang "tidak glamour."

Problem baru muncul, ketika presenter yang direkrut (yang bersedia merintis dari peran reporter "tidak glamour") muncul di layar. Sejumlah pimpinan media berkomentar ke redaksi: "Kok presenter di TV kita kurang cantik dibandingkan di TV-TV kompetitor? Cari dong yang lebih cantik. Pilih saja dari para nominasi kontes kecantikan." Persoalannya, mana mau kontestan Putri Indonesia dibayar murah?

Yah, begitulah dinamika kerja di dunia broadcasting. Harus bisa melayani berbagai tuntutan...

Satrio Arismunandar
Mantan Executive Producer Trans TV
081286299061

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)